
Bola.net - Menjelang pensiunnya Valentino Rossi dari MotoGP akhir musim nanti, managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, baru-baru ini blak-blakan soal pahit-manis hubungannya dengan sang sembilan kali juara dunia. Hal ini pun ia sampaikan dalam 'The Oxley Interview', yang dikutip oleh La Gazzetta dello Sport, Rabu (6/10/2021).
Seperti yang diketahui, dalam MotoGP Emilia Romagna di Misano pada 22-24 Oktober nanti, Yamaha berpotensi mengunci gelar dunia pembalap lewat Fabio Quartararo. Jika berhasil, maka El Diablo akan menjadi juara dunia Yamaha pertama sejak Jorge Lorenzo pada 2015, yakni gelar yang direbut di tengah musim penuh kontroversi.
Kala itu, Rossi memimpin klasemen pembalap sepanjang musim. Namun, dalam jumpa pers MotoGP Malaysia, The Doctor menuduh Marc Marquez membantu Lorenzo menjegal langkahnya jadi juara dunia. Ketegangan pun berlanjut di trek, di mana Rossi dan Marquez bersenggolan dalam balapan hingga Marquez terjatuh.
Harusnya Bisa Juarai MotoGP 2015
Valentino Rossi dan Marc Marquez di MotoGP Malaysia 2015 (c) AFP
Insiden itu pun membuat Rossi dijatuhi tiga poin penalti. Dengan tambahan satu poin penalti dari Misano, alhasil Rossi harus start terbuncit di Valencia. Lorenzo akhirnya keluar sebagai juara dunia, sementara Rossi harus legawa jadi runner up dengan ketertinggalan lima poin saja. Jarvis pun menyebutnya sebagai momen kelam.
Menurut Jarvis, harusnya Rossi bisa jadi juara andai ia tak menuduh Marquez membantu Lorenzo. Suasana makin kelam karena kelompok-kelompok penggemar dari ketiga rider ini jadi tak akur, dan media sosial menjadi tempat saling melempar ujaran kebencian. Jarvis yakin peristiwa ini membuat MotoGP jadi 'beracun'.
"Saya masih yakin, jika Vale tidak menuduh Marc usai balapan di Phillip Island, mungkin ia akan merebut gelar dunia. Sejak itu, MotoGP juga menjadi seperti sepak bola, dengan fans-fans partisan menghina para pembalap. Peristiwa ini mengubah olahraga ini selamanya. Olahraga yang kita cintai menjadi teracuni," ungkapnya.
Sempat Tak Terima Ditandemkan dengan Jorge Lorenzo

Peristiwa tak mengenakkan lainnya dengan Rossi juga diungkap Jarvis terjadi pada 2008-2010, saat ia bertandem dengan Lorenzo untuk pertama kali. Lorenzo sendiri sudah digaet oleh Yamaha sejak 2006 meski kala itu masih turun di GP250. Strategi itu dirasa tepat oleh Yamaha, karena kala itu Rossi saling lirik dengan Ferrari di Formula 1.
"Kami menggaet Jorge karena kami pikir Vale akan pindah ke F1. Jadi, kami butuh suksesor. Namun, Vale tak sepakat, karena ia rider nomor satu di tim kami. Sejak momen itu, ketegangan dimulai. Tapi perpisahan yang nyata terjadi pada 2010. Saat itu, Vale bilang, 'pilih aku atau Lorenzo'. Bagi kami, itu tak bisa diterima," kisah Jarvis.
Pada akhir 2010, Rossi akhirnya pindah ke Ducati, walau akhirnya berbaikan dengan Yamaha dan kembali pada 2013. "Hubungan kami memburuk, ada begitu banyak rasa pahit. Kemudian, saya pergi ke Tavullia dan berdiskusi dengannya, yang kemudian kembali dengan perilaku yang berbeda, lebih rendah hati dan bersyukur," tutur Jarvis.
Kenang Momen Pertama Kali Bekerja Sama
Valentino Rossi dan Lin Jarvis di MotoGP Portimao 2020. (c) Yamaha
Sejak Rossi kembali ke pabrikan Garpu Tala, hubungannya dengan Jarvis pun membaik, bahkan hingga kini, saat rider Italia berusia 42 tahun itu hendak pensiun. Jarvis menyatakan dirinya akan selalu mengingat momen-momen negosiasi dengan Rossi pada 2003, saat merayunya pindah dari Honda ke Yamaha di MotoGP 2004.
"Saat ia bilang bahwa ia akan bergabung dengan Yamaha, rasanya sulit dilupakan. Banyak orang bilang bahwa dengan Vale, Yamaha mengambil risiko, dan itu memang benar. Namun, ketika kami memenangi balapan pertama, kami menyadari bahwa apa pun bisa terjadi," pungkas pria asal Inggris tersebut.
Membela Yamaha selama 16 tahun, Rossi sukses meraih empat gelar dunia, yakni pada 2004, 2005, 2008, dan 2009. Total, ia sejauh ini meraih 141 podium untuk pabrikan Garpu Tala, yang 56 di antaranya merupakan kemenangan.
Sumber: La Gazzetta dello Sport
Baca Juga:
- MotoGP 2022 Gelar 21 Balapan, Mandalika Dijadwalkan Maret
- 'Kemenangan di MotoGP Austin Tanda Marc Marquez Belum Lupa Cara Balapan'
- Para rider MotoGP Penasaran Juara WorldSBK, Kebanyakan Jagokan Toprak Razgatlioglu
- Valentino Rossi Penasaran Uji Coba Toprak Razgatlioglu, Sedih Jonathan Rea Tak ke MotoGP
- Kabar Gembira, Emtek Group Resmi Siarkan Formula 1 di Indonesia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
'Sejak Valentino Rossi-Marc Marquez Berselisih, MotoGP Jadi Beracun'
Otomotif 7 Oktober 2021, 14:32
-
Di Ambang Gelar, Fabio Quartararo: Jangan Bandingkan Saya dengan Valentino Rossi
Otomotif 6 Oktober 2021, 12:21
-
Valentino Rossi Kecam Race Direction, Kritik Keputusan Gelar 'Sprint Race' Moto3
Otomotif 5 Oktober 2021, 08:44
-
Valentino Rossi: WorldSSP300 Lebih Menakutkan daripada Moto3
Otomotif 1 Oktober 2021, 14:43
LATEST UPDATE
-
Catatan Menarik Arsenal Coventry: Arteta Cetak Rekor, Havertz Makin Tajam
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 06:55
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 22-25 Agustus 2026
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 06:38
-
Jadwal Timnas Voli Putri Indonesia di AVC Womens Continental 2026: Disiarkan MOJI dan Vidio
Voli 22 Agustus 2026, 06:35
-
Manchester United Sepakat Datangkan Carlos Baleba dari Brighton
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 05:39
-
Inter Milan Resmi Rekrut Curtis Jones dari Liverpool
Liga Italia 22 Agustus 2026, 05:09
-
Hasil Liga Arab Saudi: Cristiano Ronaldo Cetak Gol, Al-Nassr Hajar Al-Riyadh 4-0
Asia 22 Agustus 2026, 04:57
-
Man of the Match Arsenal vs Coventry City: Martin Odegaard
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 04:33
-
Hasil Arsenal vs Coventry City: The Gunners Langsung Tancap Gas di Pekan Pembuka
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 04:07
-
Link Streaming Arsenal vs Coventry City 22 Agustus 2026
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 23:59
-
Andoni Iraola Waspadai Wajah Baru Newcastle bersama Matthias Jaissle
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 23:30
-
Barcelona Kesusahan, Arsenal Tancap Gas untuk Transfer Julian Alvarez
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 23:00
-
Resmi! Arsenal Datangkan Ezri Konsa dari Aston Villa
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 22:26
-
Mengungkap Misteri Menghilangnya Mason Mount dari Skuad MU
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 22:05
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR