
Bola.net - Danilo Petrucci baru-baru ini curhat dan mengaku sedih persahabatannya dengan Andrea Dovizioso merenggang akibat sebuah insiden kontroversial dalam sesi kualifikasi MotoGP Aragon pada pertengahan Oktober. Hal ini ia sampaikan kepada Speedweek pada Minggu (27/12/2020).
Kedua rider ini dikenal bersahabat sejak lama, dan 'Dovi' lah yang selalu memberi bimbingan kepada 'Petrux' sejak debutnya di MotoGP 2012. Pada 2019, sejak jadi tandem Dovizioso di Ducati Team, Petrucci bahkan pindah rumah dari Terni ke Forli agar mereka bisa latihan intensif bareng.
Namun, semua berubah sejak insiden kualifikasi di Aragon. Petrucci yang baru saja merebut kemenangan di Le Mans usai awal musim yang sangat buruk, mencuri angin dengan melaju di belakang Dovizioso dalam sesi Kualifikasi 1 (Q1) dan mencatat waktu tercepat.
Sejatinya ini tindakan yang wajar saja dilakukan seorang pembalap. Namun akibat ulah Petrucci, Dovizioso hanya duduk di posisi ketiga dan gagal lolos ke Kualifikasi 2 (Q2). Padahal, kala itu Dovizioso tengah sengit memperebutkan gelar dunia dengan Fabio Quartararo dan Joan Mir.
Tak Ada Kata 'Teman' di Dalam Lintasan

Usai kualifikasi, Dovizioso blak-blakan menyebut tindakan Petrucci tidak cerdas, dan makin naik pitam usai hanya finis ketujuh dalam balapan keesokan harinya. Keduanya bicara empat mata dalam perjalanan pulang ke Italia usai balap, tapi sejak itu pertemanan mereka justru renggang.
"Hubungan kami berubah usai insiden Aragon. Momen itu sulit karena ia punya kans meraih gelar. Saya sendiri tiba usai balapan yang baik di Le Mans dan ingin melakukan segalanya demi tampil baik. Sayang, selama dua musim di Ducati, kami hanya bisa berteman di momen privat dan tak bisa di trek," ujar Petrucci.
Rider berusia 30 tahun ini pun makin menyadari bahwa berteman dengan pembalap lain, terutama dengan tandem sendiri, nyaris dilakukan. Namun, Petrucci mengaku tetap bersyukur pernah mendapatkan begitu banyak bimbingan dan wejangan karier dari Dovizioso.
Lebih Cepat atau Lebih Lamban, Pokoknya Salah
"Kini saya tahu, sangat sulit berteman dengan rider lain, apalagi saat bertarung di kejuaraan yang sama. Usai insiden itu, kami tak lagi kerap membicarakannya. Tapi bagi saya, Dovi tetap orang yang sangat baik dan merupakan pembalap top," ungkap Petrucci, yang musim depan pindah ke Red Bull KTM Tech 3.
Petrucci pun kembali meminta maaf atas insiden tersebut, namun tak memungkiri dirinya kerap bertanya-tanya mengapa ia selalu dianggap berada di sisi yang salah. Menurutnya, lebih cepat atau lebih lamban dari Dovizioso, dirinya selalu banjir kritik tajam dari banyak orang.
"Saya sungguh minta maaf atas apa yang terjadi di Aragon. Tapi selama ini saya memang kerap dikritik karena seringnya tak bisa lebih cepat daripada Dovi, dan ketika saya berada di depannya, saya juga dikritik. Saya bisa melakukan apa pun yang saya mau, tapi selalu dianggap salah," pungkasnya.
Sumber: Speedweek
Video: Valentino Rossi Positif Terinfeksi Covid-19
Baca Juga:
- 7 Nomor Balap yang Dipensiunkan dari Arena MotoGP
- Jorge Lorenzo Sedih Tak Bisa Bayar Kepercayaan Repsol Honda
- Yamaha Tegaskan Valentino Rossi Tetap Berperan Kumpulkan Data Motor
- Jadi Runner-up, Franco Morbidelli Ingin Nilainya Naik di Mata Yamaha
- Mencengangkan, Inilah 7 Rekor Keren yang Tercipta di MotoGP 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Selalu Dianggap Salah, Danilo Petrucci: Pertemanan dengan Andrea Dovizioso Merenggang
Otomotif 28 Desember 2020, 16:40
-
'Andrea Dovizioso Ogah Cuma Sementara Gantikan Marc Marquez'
Otomotif 28 Desember 2020, 09:10
-
Dovizioso: Sama-Sama Bertalenta, Marquez Lebih Woles dari Stoner
Otomotif 27 Desember 2020, 15:02
-
Andrea Dovizioso Merasa Tak Dihargai Sebelum Jadi Runner up MotoGP 2017
Otomotif 27 Desember 2020, 14:28
-
Dovizioso: Stoner Tandem Terhebat, Pedrosa Paling Menginspirasi
Otomotif 27 Desember 2020, 13:09
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Parma vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 8 Januari 2026, 07:30
-
Man of the Match Man City vs Brighton: Erling Haaland
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:16
-
Man of the Match Barcelona vs Athletic Club: Raphinha
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 07:04
-
Hasil Parma vs Inter: Chivu Taklukkan Mantan Klub, Nerazzurri Melesat di Puncak
Liga Italia 8 Januari 2026, 06:32
-
Man of the Match Burnley vs Manchester United: Benjamin Sesko
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:12
-
Hasil Man City vs Brighton: Gol Bersejarah Haaland Terasa Hambar
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:08
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Harry Wilson
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:01
-
Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 05:38
-
Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
Liga Inggris 8 Januari 2026, 05:31
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58



















KOMENTAR