Bola.net - Jorge Lorenzo merasa sangat lega setelah sukses menyabet gelar dunia MotoGP 2012 di Sirkuit Phillip Island, Australia akhir pekan lalu. Ini adalah gelar MotoGP yang kedua baginya, yakni setelah gelar tahun 2010.
Pebalap Yamaha Factory Racing itu dinobatkan sebagai juara dunia setelah Dani Pedrosa terjatuh di lap kedua dan gagal finis. Insiden ini jelas membuat peluang juara Pedrosa melayang begitu saja.
"Momen ini sangat emosional karena tahun ini lebih sulit ketimbang tahun 2010. Kala itu, kompetitor saya lebih kuat dan saya harus lebih konsisten daripada mereka," ujar Lorenzo.
Lorenzo pun mengaku proses perolehan gelar keduanya ini lebih sulit ketimbang saat meraih gelar dunia tahun 2010 silam.
"Saat pertama kali masuk ke MotoGP, saya harus banyak belajar dari kesalahan dan mencari tahu di mana batasan saya. Atas dasar ini, saya merasa sangat bangga atas evolusi yang sudah saya lakukan," lanjutnya. "Saya lega beban sudah hilang dari pundak saya."
Seri Australia tahun lalu merupakan seri yang cukup pahit bagi Lorenzo. Kala itu ia tidak mampu melakukan start balapan karena mengalami kecelakaan pada saat warm-up lap. Insiden itu membuat ujung jari manisnya terputus.
"Tahun lalu adalah salah satu momen terburuk yang pernah saya hadapi. Cedera jari itu juga momen paling menakutkan. Namun setahun setelahnya saya malah menyabet gelar dunia kedua di tempat yang sama," pungkasnya.
Gelar MotoGP 2012 ini juga merupakan gelar dunia Lorenzo yang keempat. Pebalap berjuluk Por Fuera itu pernah menjadi juara dunia GP250 pada tahun 2006 dan 2007. (tom/kny)
Pebalap Yamaha Factory Racing itu dinobatkan sebagai juara dunia setelah Dani Pedrosa terjatuh di lap kedua dan gagal finis. Insiden ini jelas membuat peluang juara Pedrosa melayang begitu saja.
"Momen ini sangat emosional karena tahun ini lebih sulit ketimbang tahun 2010. Kala itu, kompetitor saya lebih kuat dan saya harus lebih konsisten daripada mereka," ujar Lorenzo.
Lorenzo pun mengaku proses perolehan gelar keduanya ini lebih sulit ketimbang saat meraih gelar dunia tahun 2010 silam.
"Saat pertama kali masuk ke MotoGP, saya harus banyak belajar dari kesalahan dan mencari tahu di mana batasan saya. Atas dasar ini, saya merasa sangat bangga atas evolusi yang sudah saya lakukan," lanjutnya. "Saya lega beban sudah hilang dari pundak saya."
Seri Australia tahun lalu merupakan seri yang cukup pahit bagi Lorenzo. Kala itu ia tidak mampu melakukan start balapan karena mengalami kecelakaan pada saat warm-up lap. Insiden itu membuat ujung jari manisnya terputus.
"Tahun lalu adalah salah satu momen terburuk yang pernah saya hadapi. Cedera jari itu juga momen paling menakutkan. Namun setahun setelahnya saya malah menyabet gelar dunia kedua di tempat yang sama," pungkasnya.
Gelar MotoGP 2012 ini juga merupakan gelar dunia Lorenzo yang keempat. Pebalap berjuluk Por Fuera itu pernah menjadi juara dunia GP250 pada tahun 2006 dan 2007. (tom/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sukses Sabet Gelar Dunia, Beban Lorenzo Langsung Hilang
Otomotif 1 November 2012, 15:00
-
Ikuti ROC, Lorenzo Bakal Tantang Schumacher dan Vettel
Otomotif 1 November 2012, 09:00
-
Crutchlow: Lorenzo Jalani Musim 2012 Dengan Sempurna
Otomotif 31 Oktober 2012, 15:00
-
Lorenzo Sambangi Indonesia, Doni Tata Curi Ilmu
Otomotif 30 Oktober 2012, 21:00
-
Lorenzo Ingin Pebalap Indonesia Tampil di Kejuaraan Dunia
Otomotif 30 Oktober 2012, 20:30
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Prancis vs Maroko, 10 Juli 2026
Piala Dunia 9 Juli 2026, 23:30
-
Jorge Jesus Capai Kesepakatan Latih Portugal
Piala Dunia 9 Juli 2026, 23:08
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Swiss 12 Juli 2026
Piala Dunia 9 Juli 2026, 21:37
-
Generasi Baru Spanyol vs Pilar-pilar Senior Belgia
Piala Dunia 9 Juli 2026, 19:35
-
Thibaut Courtois: Dibesarkan Belgia, Ditempa Spanyol
Piala Dunia 9 Juli 2026, 19:26
-
Brahim Diaz, Harapan Maroko untuk Membongkar Lini Pertahanan Prancis
Piala Dunia 9 Juli 2026, 18:56
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR