
Bola.net - Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, mengaku sama sekali tak punya penyesalan apa pun selama berkarier di MotoGP. Hal ini ia sampaikan dalam jumpa pers khusus di Red Bull Ring, Austria, pada Kamis (5/8/2021), saat ia mengumumkan keputusannya pensiun pada akhir musim nanti.
Selama 26 tahun berkarier di Grand Prix, tak pelak Rossi punya prestasi yang mentereng: 9 gelar dunia, 235 podium, dan 115 kemenangan. Namun, pembalap 42 tahun ini tak memungkiri ada kalanya ia mengambil keputusan nekat yang berujung kegagalan, seperti halnya saat membela Ducati pada 2011 dan 2012.
Selama dua musim membela Ducati, Rossi puasa kemenangan dan hanya mampu meraih tiga podium. Meski begitu, ia meyakini bahwa masa-masa buruk itu tak perlu disesali. Ia merasa bahwa masa-masa itu memang merupakan tantangan yang layak dicoba, mengingat ia dan Ducati sama-sama dari Italia.
Hanya Sedih Tak Juarai MotoGP 2015

"Penyesalan soal keputusan masa lalu, jujur saja saya tak punya, meski masa-masa bersama Ducati sangatlah berat karena kami gagal menang. Itu memang tantangan besar karena saya rider Italia dan mengendarai motor Italia. Jika kami mampu menang, pasti bakal bersejarah," ungkap Rossi seperti yang dilansir MotoGP.com.
Rossi pun mengaku hanya sedih gagal meraih gelar dunia pada 2015. "Saya hanya sedih tak bisa meraih gelar dunia ke-10, apalagi saya merasa layak mendapatkannya jika melihat level dan kecepatan saya. Namun, saya tak bisa mengeluhkan hasil dalam karier saya," lanjutnya.
Dalam sesi yang sama, Rossi juga mengaku tak memahami mengapa hasilnya musim ini sangat jeblok. Dalam sembilan seri pertama, ia hanya sekali masuk 10 besar dan lima kali gagal meraih poin. Ia yakin hal ini terjadi akibat berbagai faktor, dan itu hanya bukan faktor usia. Selain itu, ia juga yakin para rider muda sudah meningkatkan level.
Mengapa Musim 2021 Berjalan Sulit?

"Entah mengapa tahun ini sulit. Saya rasa tak hanya akibat satu faktor, melainkan ada beberapa faktor. Contohnya pada 2018, saat saya mengakhiri musim di peringkat ketiga. Kala itu saya tak menang, namun meraih banyak poin, dan mampu tampil di level yang tinggi," kisah pembalap berjuluk The Doctor ini.
"Pada 2019, saya memulai musim depan baik, namun setelahnya banyak hal berubah. Tapi apa? Itulah yang tak saya ketahui. Tahun lalu, saya juga cukup kuat pada awal musim, naik podium sekali, dan kerap finis kelima. Namun, pada akhir musim, saya kesulitan bertahan dengan para rider terdepan," lanjut Rossi.
"Saya rasa level persaingan sekarang memang sangat tinggi. Para rider muda makin kuat, karena berlatih dan bekerja lebih keras. Jadi, ada banyak faktor yang memengaruhi, namun saya tak tahu apa tepatnya. Kini kami hanya mencoba lebih kuat pada akhir musim," pungkas Rossi, yang belum podium lagi sejak Seri Andalusia 2020.
Sumber: MotoGP
Video: 5 Pembalap Hebat WorldSBK yang Tak Sukses di MotoGP
Baca Juga:
- Valentino Rossi Ucap Terima Kasih pada Fans, Masih Sering Kaget Didukung Mati-matian
- Reaksi Para Rider MotoGP Usai Valentino Rossi Umumkan Pensiun
- Ikon Balap Motor Dunia: Inilah Perjalanan Gemilang Valentino Rossi di MotoGP
- Valentino Rossi Pensiun dari MotoGP, Mari Menilik Statistik Kariernya yang Mentereng
- Takkan Balapan Motor Lagi, Valentino Rossi: Hidup Saya Bakal Berubah Tahun Depan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Deretan Atlet Dunia yang Ngefans Valentino Rossi: Dari Sepak Bola Sampai Basket
Otomotif 6 Agustus 2021, 16:50
-
Casey Stoner: Valentino Rossi, Prestasiku di MotoGP Valid Karenamu!
Otomotif 6 Agustus 2021, 15:12
-
Bikin Bangga Fans, Inilah 7 Bukti Valentino Rossi Atlet yang Rendah Hati
Otomotif 6 Agustus 2021, 14:02
-
'Tribut Penuh Cinta' Francesca Sofia Novello untuk Valentino Rossi
Bolatainment 6 Agustus 2021, 13:39
-
Makna di Balik 3 Julukan Populer Valentino Rossi di MotoGP
Otomotif 6 Agustus 2021, 13:04
LATEST UPDATE
-
Ricuh Bos Kartel Meksiko Tewas, Empat Laga Sepak Bola Ditunda
Bola Dunia Lainnya 23 Februari 2026, 16:15
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
-
Pesan untuk Mikel Arteta: Eberechi Eze Terlalu Bagus untuk jadi Cadangan!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:05
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Juventus vs Galatasaray: Potensi Absennya Osimhen dan Icardi di Allianz Stadium
Liga Champions 23 Februari 2026, 15:45
-
Link Live Streaming PSIM vs Bali United di BRI Super League Hari Ini, 23 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 15:45
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR