
Bola.net - Manajer Tim LCR Honda, Lucio Cecchinello, mengaku dirinya sama sekali tak menduga bahwa Takaaki Nakagami akan mengalami lonjakan performa yang signifikan di MotoGP 2020. Kepada Crash.net, Kamis (17/12/2020), Cecchinello memang mengharapkan kemajuan dari sang rider, namun tak mengira akan sebesar ini.
Sejak Marc Marquez mengalami cedera patah tulang humerus kanan akibat kecelakaan di MotoGP Spanyol, mayoritas insinyur Honda memang beralih ke garasi Nakagami. Direktur Teknis Honda Racing Corporation (HRC), Takeo Yokoyama, bahkan turun langsung membimbing Nakagami.
Mengingat Nakagami mengendarai RC213V versi 2019, Yokoyama pun lebih detail menjelaskan data Marquez dari tahun lalu. Berkat bimbingan ini, Nakagami pun semakin memahami cara berkendara yang lebih baik dalam menjinakkan Honda, sedikit-banyak meniru gaya balap Marquez yang merupakan 8 kali juara dunia.
Lonjakan Performa yang Tak Terduga

"Tentu saya mengharapkan peningkatan dari Taka tahun ini, karena pada musim sebelumnya ia membuktikan punya potensi yang sangat baik, apalagi jika mengingat tahun lalu ia sekadar pakai motor 2018, yang tak sekompetitif model 2019. Kami jelas melihatnya lewat data dan juga di sekitar trek," ungkap Cecchinello.
"Ada beberapa poin penting yang harus dikerjakan tahun ini, dan saya mengharapkan perbaikan, tapi saya tak mengira akan ada lonjakan performa yang sesignifikan ini, seperti yang Taka tunjukkan pada paruh kedua musim, di mana ia membuktikan diri sebagai salah satu rider MotoGP terkuat," lanjut pria asal Italia ini.
Cecchinello pun menjelaskan ada dua aspek yang kini menjadi fokus Nakagami. Pertama, kini ia memahami bahwa teknik baru dalam berkendara harus diterapkan jika ia ingin lebih cepat di atas Honda. Ia harus menegakkan motor lebih awal saat membelok agar kontak ban lebih besar dan deselerasinya lebih baik. Kedua, meningkatkan derajat kemiringan hingga berbelok lebih baik dan cepat.
Minta Takaaki Nakagami Belajar Tangani Tekanan
Nakagami memang belum juga meraih podium perdananya di MotoGP sejak menjalani debut pada 2018. Namun, 2020 membuktikan dirinya bisa menjadi kuda hitam, mengingat ia beberapa kali ikut sengit memperebutkan podium dan kemenangan. Performa apik ini pun diharapkan Cecchinello bisa diulang, atau bahkan ditingkatkan tahun depan.
"Soal peningkatan seperti apa yang harus kami lakukan tahun depan, kami harus melihat kesempatan-kesempatan yang terlewatkan pada 2020. Saya rasa ia harus lebih baik dalam mengendalikan tekanan. Ia sudah memahami hal ini dan kerap membicarakannya dalam beberapa wawancara. Saya pun percaya padanya, hasil yang lebih baik akan datang, dengan pengalaman yang lebih banyak," tutupnya.
Nakagami pun mengakhiri musim 2020 di peringkat 10 pada klasemen pembalap dengan koleksi 116 podium. Rider Jepang ini menjadi satu-satunya pembalap di peringkat 16 besar yang mengakhiri musim tanpa podium. Musim depan, ia akan mendapatkan RC213V versi 2020 seperti Marc Marquez, Pol Espargaro, dan Alex Marquez.
Sumber: Crashnet
Video: Ikut Jejak Ayah, Mick Schumacher Turun di Formula 1 2021
Baca Juga:
- Kevin Schwantz Prediksi Franco Morbidelli Makin Mengancam di MotoGP 2021
- Video: Ketika Valentino Rossi dan Luca Marini Saling Tanya Jawab
- Alvaro Bautista Siap Gantikan Marc Marquez di MotoGP 2021 Jika Dibutuhkan
- 'Honda Salah Besar Lepas Joan Mir, Franco Morbidelli, dan Jack Miller Begitu Saja'
- Alex Marquez: Tugas di MotoGP Jauh Lebih 'Gila' Ketimbang Moto2
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dorna Sports Larang Repsol Honda Turunkan 3 Motor di MotoGP 2021
Otomotif 18 Desember 2020, 14:40
-
'Takaaki Nakagami Kini Sah Jadi Salah Satu Rider Terkuat di MotoGP'
Otomotif 18 Desember 2020, 10:45
-
Alvaro Bautista Siap Gantikan Marc Marquez di MotoGP 2021 Jika Dibutuhkan
Otomotif 17 Desember 2020, 18:09
-
'Honda Salah Besar Lepas Joan Mir, Franco Morbidelli, dan Jack Miller Begitu Saja'
Otomotif 17 Desember 2020, 17:33
-
Alex Marquez: Tugas di MotoGP Jauh Lebih 'Gila' Ketimbang Moto2
Otomotif 17 Desember 2020, 16:03
LATEST UPDATE
-
Bek Mereka Masuk Incaran MU, Juventus: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 22 Februari 2026, 17:00
-
5 Laga Tanpa Menang, Ada Apa dengan Juventus?
Liga Italia 22 Februari 2026, 16:46
-
Kata Michael Carrick soal Kobbie Mainoo: Dia Tulang Punggung Masa Depan MU!
Liga Inggris 22 Februari 2026, 16:22
-
Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Minggu 22 Februari 2026
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 16:07
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV, MOJI, dan Vidio, 21-24 Februari 2026
Liga Inggris 22 Februari 2026, 15:53
-
Tempat Menonton Tottenham vs Arsenal Malam Ini, Tayang di TV Lokal?
Liga Inggris 22 Februari 2026, 15:47
-
Manchester United Bisa Daratkan Bintang Newcastle Ini, Tapi...
Liga Inggris 22 Februari 2026, 15:32
-
Tempat Menonton Persib vs Persita Hari Ini: Main Jam Berapa, dan Tayang di TV Mana?
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 15:11
-
Manchester United Siap Uji Keangkeran Stadion Baru Everton
Liga Inggris 22 Februari 2026, 15:02
-
Digosipkan Balik ke MU, Scott McTominay Pilih Bertahan di Napoli?
Liga Inggris 22 Februari 2026, 14:52
-
Kabar Terbaru Mason Mount dan Matthijs De Ligt, Bisa Main di Laga Everton vs MU?
Liga Inggris 22 Februari 2026, 14:38
-
5 Alasan Arsenal Bakal Kalahkan Tottenham di Derby London Utara Malam Ini
Liga Inggris 22 Februari 2026, 14:28
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 22 Februari 2026, 12:52
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 2 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 22 Februari 2026, 12:51
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR