Bola.net - Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, mengakui Petronas Yamaha SRT sempat punya dua keraguan besar soal kans menggaet Valentino Rossi untuk MotoGP 2021. Meski begitu, usai diskusi panjang, tim asal Malaysia itu akhirnya memahami lebih banyak hal positif yang bisa mereka dapat dari kerja samanya dengan Rossi.
Sejak akhir Januari, tempat Rossi di Monster Energy Yamaha memang dipastikan akan diambil alih oleh Fabio Quartararo. Rossi sendiri belum mau pensiun, dan bertekad membela SRT pada 2021. Meski begitu, negosiasinya tak semudah membalik telapak tangan. Ada banyak detail yang harus disepakati.
Meski begitu, SRT sempat ragu menggaet Rossi karena mereka ingin menjadi tim junior, mengingat mereka juga punya struktur Petronas Sprinta Racing di Moto3 dan Moto2 yang menggaet rider-rider muda. Filosofi ini jelas bertolak belakang jika mereka menaungi Rossi yang pada Februari 2021 akan berusia 42 tahun.
Tak Selaras dengan Program Junior Petronas
"Memang benar filosofi mereka adalah membawa rider Moto3 ke Moto2, lalu ke MotoGP. Mereka juga ingin suatu saat nanti membawa para rider Malaysia. Dari sudut pandang ini, Vale tak selaras dengan strategi mereka. Tapi Vale adalah Vale, dia bukan rider normal. Ia bisa membawa banyak hal untuk tim ini dan mereka langsung menyadarinya," ujar Jarvis via MotoGP.com, Sabtu (26/9/2020).
Keraguan SRT yang kedua adalah pertanyaan apakah Rossi masih bisa tampil kompetitif sepanjang 2020, karena keputusan Yamaha meletakkannya di SRT diambil bahkan sebelum musim ini digelar. Meski begitu, keraguan tersebut langsung hilang ketika Rossi finis ketiga di MotoGP Andalusia yang digelar di Jerez pada Juli lalu.
"Mereka cemas apakah Vale bisa tetap kompetitif, karena kami ambil keputusan sebelum pandemi Covid-19 menyebar. Mereka bisa memahami konsepnya, tapi mereka juga punya kekhawatiran yang sama dengan kami dan Vale. Tapi podium Vale di Jerez berhasil menghapus semua keraguan Petronas," lanjut Jarvis.
Petronas Kompetitif, Rossi Juga Bisa Garang
Pria Inggris ini juga yakin bahwa Rossi akan tetap sama kompetitifnya meski membela tim satelit, karena ia akan tetap mendapatkan motor YZR-M1 spek pabrikan. Selain itu, hasil Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli tahun ini membuktikan bahwa SRT juga bisa tampil garang.
"Hasil Fabio dan Franky bikin kami terkejut, dan kami hanya bisa angkat topi untuk mereka. Kadang mereka memang terlalu cepat. Tapi ini juga membuktikan bahwa Vale juga bisa menghasilkan performa yang sama, tak peduli tim mana yang ia bela. Yang membedakan tim pabrikan dengan tim satelit hanyalah kepemilikan," tutup Jarvis.
Saat ini, Rossi tengah duduk di peringkat 11 pada klasemen pembalap dengan koleksi 58 poin. Ia akan kembali turun lintasan dalam uji coba Portimao, Portugal, pada Rabu (7/10/2020) dan MotoGP Le Mans, Prancis, pada 9-11 Oktober mendatang.
Sumber: MotoGP
Video: Maverick Vinales Menangi MotoGP Emilia Romagna 2020
Baca Juga:
- Portimao Gelar Uji Coba MotoGP, Valentino Rossi Akhirnya Putuskan Ikut
- Pecco Bagnaia Tersanjung Jadi Rider Tim Pabrikan, Tekad Angkat Nama Ducati
- Ayah Jorge Lorenzo Sebut Valentino Rossi Kerap Bikin Onar Lewat 'Psy War'
- Tegas Tak Menyesal, Pol Espargaro Pede Bisa Garang di Honda Seperti di KTM
- Fabio Quartararo: Rival Saya Banyak, Tak Hanya Maverick Vinales
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
'Valentino Rossi Memang Tak Sesuai Program Junior Petronas, Tapi...'
Otomotif 5 Oktober 2020, 16:11
-
Portimao Gelar Uji Coba MotoGP, Valentino Rossi Akhirnya Putuskan Ikut
Otomotif 5 Oktober 2020, 14:56
-
Ayah Jorge Lorenzo Sebut Valentino Rossi Kerap Bikin Onar Lewat 'Psy War'
Otomotif 5 Oktober 2020, 12:07
-
Franco Morbidelli Tekad Balas Jasa Valentino Rossi Lewat Duel di Trek
Otomotif 4 Oktober 2020, 18:30
-
Fabio Quartararo: Valentino Rossi Itu Panutan Saya yang Terbaik!
Otomotif 4 Oktober 2020, 17:00
LATEST UPDATE
-
Ricuh Bos Kartel Meksiko Tewas, Empat Laga Sepak Bola Ditunda
Bola Dunia Lainnya 23 Februari 2026, 16:15
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
-
Pesan untuk Mikel Arteta: Eberechi Eze Terlalu Bagus untuk jadi Cadangan!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:05
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Juventus vs Galatasaray: Potensi Absennya Osimhen dan Icardi di Allianz Stadium
Liga Champions 23 Februari 2026, 15:45
-
Link Live Streaming PSIM vs Bali United di BRI Super League Hari Ini, 23 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 15:45
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR