
Bola.net - Pembalap Petronas Yamaha SRT sekaligus sembilan kali juara dunia, Valentino Rossi, menyatakan tiap rider yang ada di MotoGP tak layak diremehkan. Apalagi kini performa setiap motor makin berdekatan. Lewat Crash.net, Senin (8/11/2021), Rossi menyatakan rider yang melaju di posisi paling belakang pun merupakan rider hebat.
Seperti yang diketahui, juara dunia MotoGP 2007 dan 2011, Casey Stoner, hadir di Sirkuit Algarve, Portimao, pada 5-7 November. Ia pun bertemu banyak rider, termasuk Rossi, dan menjalani berbagai wawancara. Dalam salah satu pernyataannya, Stoner menyatakan bahwa bantuan elektronik pada motor MotoGP seharusnya dikurangi.
Saat masih aktif balapan, Stoner memang sangat vokal soal ketidaksukaannya pada elektronik motor MotoGP. Opininya belum berubah, meyakini reduksi elektronik bisa bermanfaat untuk memperbanyak kesalahan rider saat akselerasi di tikungan. Dengan begitu, aksi saling salip bakal makin sering terjadi dan balapan menjadi lebih seru.
Elektronik MotoGP Berubah Banyak Sejak Stoner Pensiun
The pleasure was all mine! pic.twitter.com/j6QXAwAFOP
— Casey Stoner AM (@Official_CS27) November 6, 2021
Rossi sepakat dengan opini Stoner, namun ia yakin penyeragaman elektronik yang diberlakukan sejak 2016 juga tak ada salahnya. Terbukti, sejak penyeragaman itu digulirkan, pertarungan makin sengit, serta hasil kualifikasi dan balapan sulit diprediksi. Rossi menyayangkan Stoner tak sempat mengecap masa-masa ini, karena pensiun pada akhir 2012.
"Elektronik adalah salah satu hal yang banyak berubah sejak Casey pensiun. Bayangkan, catatan lap rider paling belakang hanya tertinggal 0,9 detik dari Pecco (Bagnaia) yang mencatat lap tercepat. Dalam kualifikasi, jika saya 'hanya' tertinggal 0,9 detik, saya duduk di posisi 16. Jadi, motor masa kini sangat membantu rider lebih konsisten dengan elektronik," ungkap Rossi.
The Doctor juga menekankan, para rider masa kini punya mental dan fisik lebih tangguh. Mereka sangat rajin berlatih fisik di gym dan latihan motor berbagai jenis trek, serta kian sadar kesehatan psikis tak kalah penting. Dari 22 rider MotoGP 2021, 14 di antaranya pernah menjadi juara Grand Prix, 4 rider pernah jadi runner up, dan 4 yang lain pernah ikut memperebutkan kemenangan.
Para Rider Masa Kini Persiapannya Lebih Matang

"Perlu diingat, para rider masa kini mempersiapkan diri lebih matang. Hampir semua pembalap di MotoGP pernah jadi juara dunia. Jadi, bahkan rider paling belakang pun juga rider yang sangat baik, taukah Anda? Jadi, di satu sisi, saya sepakat dengan Casey. Namun, inilah era modern MotoGP, memang begitulah elektroniknya," tutur Rossi.
Melihat persaingan MotoGP yang makin seru, Rossi pun mengacungkan jempol untuk Dorna Sports selaku sang promotor, yang sudah berupaya keras agar regulasi teknis kian setara untuk tiap rider. Sebagai catatan, di grid MotoGP saat ini, seluruh rider dapat dukungan pabrikan, bahkan para rider yang naik motor versi lama sekalipun.
"Saya merasa, selama beberapa tahun terakhir, Dorna dan semua orang sudah bekerja sangat keras demi menyajikan grid yang sangat seimbang, mereduksi perbedaan antara motor-motor pabrikan dan non-pabrikan. Saya pun merasa mereka sudah mencapai target dengan baik jika dilihat dari sudut pandang ini," pungkas Rossi.
Sumber: Crashnet
Baca Juga:
- Jadwal Siaran Langsung Formula 1 GP Brasil 2021 di Sao Paulo
- Jadwal Siaran Langsung MotoGP, Moto2, dan Moto3 Valencia 2021
- Leopard Racing Jelaskan Alasan Usir Darryn Binder dari Garasi di Moto3 Algarve
- Hampir Podium di Algarve, Alex Marquez: Saya Selalu Percaya Proyek Honda
- Gagal Finis di Algarve, Fabio Quartararo: Bukti Top Speed Yamaha Mimpi Buruk
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Valentino Rossi Soal MotoGP Masa Kini: Bahkan Rider Terbuncit pun Rider Hebat!
Otomotif 9 November 2021, 09:55
-
Valentino Rossi-Casey Stoner Saling Puji, Sama-Sama Bangga Pernah Jadi Rival di MotoGP
Otomotif 22 Oktober 2021, 14:25
-
Casey Stoner: Valentino Rossi, Prestasiku di MotoGP Valid Karenamu!
Otomotif 6 Agustus 2021, 15:12
-
Fabio Quartararo: Kalau Terjadi pada Casey Stoner, Pasti Dia Diam Saja
Otomotif 8 Juni 2021, 10:40
-
Aleix Espargaro: Buat Apa Fabio Quartararo Dihukum?
Otomotif 7 Juni 2021, 15:57
LATEST UPDATE
-
Man of the Match AC Milan vs Parma: Mariano Troilo
Liga Italia 23 Februari 2026, 02:59
-
Man of the Match Tottenham vs Arsenal: Viktor Gyokeres
Liga Inggris 23 Februari 2026, 02:42
-
Hasil Milan vs Parma: Dipermalukan di Kandang, Rossoneri Semakin Tertinggal dari Inter
Liga Italia 23 Februari 2026, 02:27
-
Hasil Tottenham vs Arsenal: The Gunners Pesta Gol di Kandang Spurs
Liga Inggris 23 Februari 2026, 01:49
-
Hasil Atalanta vs Napoli 2-1: La Dea Bangkit, Partenopei Tersentak di Gewiss
Liga Italia 23 Februari 2026, 01:28
-
Man of the Match Barcelona vs Levante: Joao Cancelo
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 00:52
-
Hasil Barcelona vs Levante: Menang 3-0, Blaugrana Kudeta Puncak
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 00:24
-
Man of the Match Nottingham vs Liverpool: Alexis Mac Allister
Liga Inggris 22 Februari 2026, 23:47
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Bali United 23 Februari 2026
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 23:35
-
Hasil Dewa United vs Borneo FC: Alex Martins Cetak 2 Gol
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 22:26
-
Kylian Mbappe Bermain Hanya dengan Kondisi Fisik 70 Persen
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 20:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09























KOMENTAR