Ada 12 Tim, Bagaimana Cara UEFA Tentukan Wakil di Piala Dunia Antarklub 2025? Kenapa Liverpool dan Barcelona Absen?

Bola.net - Untuk pertama kalinya format Piala Dunia Antarklub 2025 diperluas menjadi 32 tim, dengan setiap konfederasi mendapatkan jatah tertentu—UEFA mendapat 12 slot, terbanyak di antara konfederasi lainnya.
UEFA menerapkan sistem kualifikasi berlapis: Empat tim dari Champions Pathway (juara UCL 2021–2024), sisanya dari ranking koefisien UEFA 2021–2024 .
Hanya dua klub per negara yang boleh lolos kecuali jika lebih dari dua klub juara UCL. Ini menjadi dasar strategi pemilihan UEFA.
Nah secara kebetulan, juara Liga Champions pada rentang 2021–2024 hanya terdiri dari tiga tim, yaitu Real Madrid yang uara 2x, Manchester City, dan Chelsea.
Satu hal yang perlu diingat adalah periode perhitungan 2021–2024 untuk bermain di Piala Dunia Antarklub 2025. Demikian juga berikutnya, periode 2025–2028 untuk bermain di Piala Dunia Antarklub 2029.
Champions Pathway, Gelar UCL Menjamin Tiket

Tiga slot awal UEFA dialokasikan untuk tim yang meraih gelar Liga Champions antara 2020/21 hingga 2023/2024.
- Chelsea (juara 2020/21)
- Real Madrid (juara 2021/22 dan 2023/24)
- Manchester City (juara 2022/23)
Mereka otomatis lolos karena syarat gelar kontinental, termasuk Real Madrid yang menjuarai dua kali dan mendapat dua slot Champions pathway.
Andai ada empat tim berbeda yang menjuarai UCL dalam rentang empat tahun tersebut, keempatnya lah yang akan terpilih bermain di Piala Dunia Antarklub.
UEFA, 8 Slot dari Ranking
Sisa delapan slot diberikan melalui ranking koefisien UEFA berdasar performa UCL di periode 2020–2024. 8 tim tambahan dari negara berbeda lolos berdasarkan akumulasi poin.
Nah khusus untuk edisi ini, karena Real Madrid menjuarai UCL sebanyak 2x dalam periode perhitungan, maka slot berdasarkan performa koefisien bertambah jadi satu, yaitu ada 9 tim sebagai berikut:
- Bayern Munchen
- PSG
- Inter Milan
- Porto
- Benfica
- Borussia Dortmund
- Juventus
- Atletico Madrid
- Salzburg
Mungkin benar bahwa tim seperti Liverpool punya ranking lebih tinggi dari Juventus atau Salzburg dalam koefisien UEFA 4 tahun terakhir, namun perlu diingat adanya pembatasan maksimal dua klub per negara.
Dan karena slot 2 klub untuk Liga Inggris sudah diisi Man City dan Chelsea, otomatis Liverpool tidak bisa lolos meski unggul secara ranking.
Maksimal Dua Klub per Negara

FIFA menetapkan maksimal dua klub per negara lewat jalur ranking (Champions pathway tak hitung).
Inilah alasan mengapa Inggris hanya diwakili Chelsea dan Manchester City, sementara Liverpool, Arsenal, Tottenham gagal lolos meski berjaya di liga domestik .
Konsep fairness ini memastikan distribusi wakil antar negara Eropa meski muncul kritik soal ketidakadilan terhadap klub besar.
Daftar Lengkap Wakil UEFA dan Alasannya
> Wakil Premier League: Man City dan Chelsea (keduanya juara Liga Champions di era perhitungan, jadi tidak bisa ada tambahan tim lagi.
> Wakil La Liga: Real Madrid (juara UCL), Atletico Madrid (ranking lebih tinggi di koefisien UEFA)
> Wakil Serie A: Inter Milan dan Juventus (keduanya berdasarkan raknking UEFA dalam rentang waktu perhitungan)
> Wakil Bundesliga: Bayern Munchen dan Borussia Dortmund (keduanya berdasarkan raknking UEFA dalam rentang waktu perhitungan)
> Wakil Portugal: Porto dan Benfica (keduanya berdasarkan raknking UEFA dalam rentang waktu perhitungan)
> Wakil Prancis: PSG (berdasarkan raknking UEFA dalam rentang waktu perhitungan)
> Wakil Austria: RB Salzburg (berdasarkan raknking UEFA dalam rentang waktu perhitungan)
Nah yang menarik adalah kasus PSG jika dibandingkan dengan Benfica dan Porto. Secara kualitas kompetisi, Ligue 1 mungkin lebih menarik daripada Primeira Liga.
Namun, faktanya tim-tim Ligue 1 tidak bisa berbuat banyak di Liga Champions dalam empat musim terakhir, justru tim dari Liga Portugal yang lebih unggul. Karena itulah Portugal bisa mengirim dua wakil berdasarkan koefisien, sementara Prancis hanya satu wakil yaitu PSG.
Banyak Klub Besar yang Absen

Sistem pemilihan klub dan pembatasan slot ini menuai reaksi pro/kontra. Kerumitan alokasi slot, seperti satu negara wakil Champions pathway lebih dari dua, menambah polemik teknis FFP.
Meski demikian, UEFA dan FIFA menilai proses ini lebih transparan dan berbasis prestasi kontinental.
Aturan dua klub per negara memastikan keberagaman wakil Eropa, walau membuat klub besar lain seperti Liverpool, Arsenal, dan Barcelona terpaksa absen.
Sistem ini menegaskan bahwa konsistensi di kancah kontinental kini lebih dihargai daripada popularitas atau prestasi domestik saja.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bye Arsenal & Chelsea! Nico Williams Makin Dekat ke Bayern Munchen
Liga Spanyol 13 Juni 2025, 06:01
LATEST UPDATE
-
Dilema Xavi Espart bagi Barcelona: Bek Kanan dengan Jiwa Gelandang
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 13:10
-
Carlos Espi, 2 Gol dari 5 Tembakan
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 12:05
-
Arsenal dan Rekam Jejak Mereka Setelah Menjuarai Community Shield
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 11:16
-
Rodri Usung Target Juara Liga Champions di Barcelona, tapi Bisakah Ini Diwujudkan?
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 10:09
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR