Akhir dari Perjalanan Bersejarah Afrika Selatan

Akhir dari Perjalanan Bersejarah Afrika Selatan
Para pemain Afrika Selatan bereaksi di akhir laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Afrika Selatan vs Kanada di Inglewood, Calif., dekat Los Angeles, Minggu, 28 Juni 2026 (c) AP Photo/Andre Penner

Bola.net - Afrika Selatan harus mengubur mimpi melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 setelah kalah tipis 0-1 dari Kanada pada babak 32 besar. Gol pada masa stoppage time menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung di Los Angeles.

Afrika Selatan sebenarnya tampil kompetitif sepanjang pertandingan dan mampu bertahan dari berbagai tekanan tuan rumah. Namun, konsentrasi yang terlepas pada menit-menit akhir membuat mereka gagal mempertahankan hasil imbang.

Kekalahan ini memang menyakitkan, tetapi perjalanan Afrika Selatan tetap layak mendapat apresiasi. Tim asuhan Hugo Broos berhasil mencatat sejarah dengan menembus fase gugur untuk pertama kalinya di ajang Piala Dunia.

1 dari 2 halaman

Gol Stephen Eustaquio Hancurkan Harapan Bafana Bafana

Pemain Kanada Stephen Eustaquio (7) mencetak gol dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Afrika Selatan vs Kanada di Inglewood, Calif., dekat Los Angeles, Minggu, 28 Juni 2026 (c) AP Photo/Mark J. Terrill

Pemain Kanada Stephen Eustaquio (7) mencetak gol dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Afrika Selatan vs Kanada di Inglewood, Calif., dekat Los Angeles, Minggu, 28 Juni 2026 (c) AP Photo/Mark J. Terrill

Pertandingan berjalan hati-hati sejak menit awal dengan kedua tim kesulitan menciptakan peluang bersih. Afrika Selatan sempat memberikan ancaman melalui tendangan jarak jauh Teboho Mokoena yang mampu diamankan kiper Kanada, Maxime Crepeau.

Mokoena yang kembali bermain setelah menjalani skorsing tidak tampil seefektif biasanya. Gelandang berusia 29 tahun itu beberapa kali kehilangan bola sehingga lini belakang harus bekerja ekstra keras.

Kanada hampir membuka keunggulan menjelang turun minum. Sundulan Moise Bombito disapu Aubrey Modiba tepat di garis gawang sebelum Ronwen Williams menggagalkan peluang lanjutan Tajon Buchanan.

Memasuki babak kedua, Hugo Broos melakukan penyesuaian di lini tengah dengan memasukkan Thalente Mbatha. Langkah itu membuat Afrika Selatan lebih solid meski peluang berbahaya tetap minim.

Bek tengah Mbekezeli Mbokazi tampil sebagai pemain paling menonjol di kubu Afrika Selatan. Ia berkali-kali melakukan blok dan sapuan penting untuk meredam ancaman Jonathan David maupun Liam Millar.

2 dari 2 halaman

Perjalanan Bersejarah Berakhir dengan Kepala Tegak

Pemandangan umum saat upacara sebelum laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Afrika Selatan vs Kanada di Inglewood, Calif., dekat Los Angeles, Minggu, 28 Juni 2026 (c) AP Photo/Marcio Sanchez

Pemandangan umum saat upacara sebelum laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Afrika Selatan vs Kanada di Inglewood, Calif., dekat Los Angeles, Minggu, 28 Juni 2026 (c) AP Photo/Marcio Sanchez

Kanada meningkatkan intensitas serangan pada fase akhir pertandingan. Masuknya kapten Alphonso Davies yang baru pulih dari cedera memberikan energi tambahan bagi tim Amerika Utara tersebut.

Ronwen Williams masih mampu menjaga gawangnya dari peluang Jonathan David dan Promise David. Namun, tekanan yang terus datang akhirnya membuahkan hasil pada masa stoppage time.

Bola liar jatuh ke kaki Stephen Eustaquio. Gelandang Kanada itu langsung melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan Williams dan membawa negaranya menang 1-0.

Gol tersebut memastikan Kanada melaju ke babak 16 besar dan melanjutkan pencapaian terbaik mereka di turnamen ini. Di sisi lain, Afrika Selatan harus mengakhiri petualangan yang berkesan meski gagal mencetak sejarah yang lebih besar.

Laga ini juga berpotensi menjadi pertandingan terakhir Hugo Broos bersama tim nasional Afrika Selatan. Pelatih asal Belgia itu menutup periode lima tahun yang sukses dengan membawa Bafana Bafana menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Sumber: IOL


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL