
Bola.net - Jude Bellingham menjadi pusat perbincangan setelah laga imbang tanpa gol antara Inggris dan Ghana di Piala Dunia 2026. Gelandang Inggris itu tertangkap kamera menutupi mulut saat berbicara dengan Jordan Ayew.
Momen tersebut langsung memicu perdebatan karena FIFA kini memiliki regulasi baru terkait tindakan menutupi mulut saat berbicara di lapangan. Aturan itu bahkan dapat berujung kartu merah jika dianggap sebagai bagian dari konfrontasi.
Meski demikian, Jude Bellingham tetap melanjutkan pertandingan tanpa hukuman. Keputusan wasit ini menimbulkan pertanyaan dari banyak pihak mengenai konsistensi penerapan aturan baru tersebut.
Alasannya ternyata tidak sesederhana gestur menutupi mulut semata. FIFA menilai konteks percakapan menjadi faktor utama sebelum menjatuhkan sanksi.
Aturan Baru FIFA soal Menutupi Mulut

FIFA memperkenalkan aturan baru pada Piala Dunia 2026 yang memungkinkan pemain diusir jika sengaja menutupi mulut saat berbicara dengan lawan. Regulasi ini dibuat untuk meningkatkan akuntabilitas dan menjaga respek di lapangan.
Aturan tersebut mendapat dorongan dari Presiden FIFA, Gianni Infantino, setelah kasus yang melibatkan Gianluca Prestianni. Pemain Benfica itu menerima larangan bermain enam laga akibat tindakan homofobik pada awal tahun.
Infantino menjelaskan alasan di balik kebijakan itu. “Ini soal respek. Ini soal teladan yang harus kita berikan. Jika Anda tidak menyembunyikan apa pun, Anda tidak perlu menutupi mulut saat berbicara dengan seseorang.”
Mengapa Jude Bellingham Tidak Dihukum?
⁉️💥 ¿Cuándo se produce la polémica acción entre Bellingham y Ayew?
— Archivo VAR (@ArchivoVAR) June 24, 2026
▪️ En el 37', Bellingham retiene un balón y Ayew se acerca para pedirle explicaciones en un tono cordial.
❌ La retransmisión enfocó a la grada y la escena no fue captada.
🖥️ El VAR decidió no intervenir. pic.twitter.com/ShcLkl7lWb
Meski Jude Bellingham terlihat menutupi mulut saat berbicara dengan Ayew, tindakan itu tidak otomatis melanggar aturan. FIFA hanya menghukum gestur tersebut jika terjadi dalam situasi panas atau konfrontatif.
Kepala wasit FIFA, Pierluigi Collina, sudah memberi penjelasan sebelum turnamen dimulai. Ia menegaskan pemain tetap boleh menutupi mulut ketika berbicara dalam percakapan santai.
“Pemain tetap bisa menutupi mulut dengan lengan atau jersey karena mereka bisa saja berbicara dengan teman. Jika percakapannya bersifat ramah, itu tidak menjadi masalah.”
Dalam kasus Jude Bellingham dan Ayew, ofisial menilai tidak ada permusuhan yang terlihat. Percakapan mereka dianggap sebagai diskusi taktis biasa atau obrolan santai antarpemain.
Karena tidak ada indikasi konflik, VAR tidak memiliki dasar untuk melakukan intervensi. Situasi itu berbeda jauh dari kasus yang melibatkan Miguel Almiron.
Kontroversi Lain dan Ketegangan di Pinggir Lapangan

Almiron menjadi pemain pertama yang menerima kartu merah akibat pelanggaran aturan ini saat membela Paraguay melawan Turki. Ia menutupi mulut ketika berbicara dengan Mert Muldur di tengah keributan besar.
Wasit menilai gestur itu sebagai upaya menyembunyikan ucapan ofensif. Akibatnya, Almiron diganjar kartu merah dan hukuman larangan bermain satu pertandingan.
Did Carlos Queiroz actually say the F word to Bellingham? What exactly went wrong in that moment? pic.twitter.com/7OtTu2XYc1
— Petite mukiga😎 (@comfortakamumpa) June 24, 2026
Jude Bellingham juga terlibat ketegangan lain saat laga kontra Ghana berlangsung. Ia sempat beradu argumen dengan pelatih Ghana, Carlos Queiroz, pada jeda babak pertama.
Queiroz mengklaim Bellingham melontarkan kata-kata kasar setelah duel keras dengan Jerome Opoku. Setelah pertandingan, Queiroz juga mengkritik VAR dengan komentar pedas.
“Saya tidak yakin VAR masih bekerja di Piala Dunia. Mereka sangat beruntung. Sekali lagi, VAR pergi minum kopi. Itu penalti yang jelas, kartu merah.”
Sumber: GOAL
Klasemen Piala Dunia 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jude Bellingham Lolos dari Kartu Merah
Piala Dunia 24 Juni 2026, 16:33
-
Trump Bakal Hadir di Final Piala Dunia 2026, Serahkan Trofi Juara
Piala Dunia 23 Juni 2026, 22:38
LATEST UPDATE
-
7 Pemain AC Milan yang Bisa Isi Berbagai Posisi dalam Skema 3-4-2-1 Amorim
Liga Italia 13 Agustus 2026, 09:14
-
Desire Doue Bidik Semua Trofi usai Bawa PSG Juara Piala Super Eropa
Liga Champions 13 Agustus 2026, 08:16
-
Arsenal vs Como, 3 Catatan Penting Jelang Community Shield
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 07:45
-
Manchester United Juara Boyle Sports Cup, Mbeumo dan Zirkzee Tampil Menjanjikan
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 07:07
-
PSG Jadi Tim Ketiga yang Mampu Pertahankan Gelar Piala Super Eropa
Liga Champions 13 Agustus 2026, 06:35
-
Real Madrid Menang Tipis atas Deportivo, Brahim Diaz Jadi Penentu
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 06:22
-
Tinggalkan Napoli, Romelu Lukaku Resmi Gabung Fenerbahce
Liga Eropa Lain 13 Agustus 2026, 05:35
-
Xavi Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030
Piala Dunia 13 Agustus 2026, 05:18
-
Selamat! PSG Juara Piala Super Eropa 2026
Liga Champions 13 Agustus 2026, 04:58
-
Man of the Match PSG vs Aston Villa: Desire Doue
Liga Champions 13 Agustus 2026, 04:29
-
Hasil Uji Coba: Manchester United Menang Adu Penalti atas Leeds United
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 04:07
-
Hasil PSG vs Aston Villa: Les Parisiens Pertahankan Gelar Piala Super Eropa
Liga Champions 13 Agustus 2026, 04:02
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59






















KOMENTAR