
Bola.net - Pelatih legendaris asal Prancis, Arsene Wenger mendukung rencana badan sepak bola dunia FIFA untuk menggelar turnamen akbar Piala Dunia setiap dua tahun sekali.
Saat ini, FIFA memang tengah mengkaji dan menggodog kemungkinan untuk menghelat Piala Dunia Pria dan Wanita setiap dua tahun sekali, ketimbang empat tahun sekali seperti saat ini.
Ketika ide ini mencuat, banyak pihak yang menentang karena dianggap bakal menambah beban para pemain. Namun, Wenger memiliki solusi atas kekhawatiran tersebut.
Penilaian Wenger
Sebagai kepala pengembangan sepak bola global FIFA, salah satu agenda utama Wenger adalah melakukan restrukturisasi laga-laga internasional. Bagi Wenger, jadwal jeda internasional yang ada saat ini sudah ketinggalan zaman.
"Saya selalu merasa bahwa banyak istirahat pendek agak tidak menguntungkan bagi para pemain. Itu selalu merupakan momen ketidakpastian. Bagaimana perasaan para pemain secara mental setelah itu? Apakah Anda kembali dengan cedera?" ujar Wenger kepada Kicker.
“Inilah yang terjadi pada Robert Lewandowski, yang cedera bersama timnas Polandia saat melawan Andorra. Itu menghancurkan seluruh musim Liga Champions Bayern.” tambahnya.
Solusi dari Wenger
Wenger pun mencoba memberi solusi, yakni memampatkan jadwal jeda internasional menjadi satu kali dalam setahun dengan durasi satu bulan lamanya.
"Tim nasional dapat bertemu pada Oktober, memainkan tujuh pertandingan kualifikasi selama sebulan dan kemudian memainkan final turnamen pada Juni," tutur Wenger.
"Kami ingin mengurangi jumlah pertandingan, itu sangat penting karena kami bisa melihat kondisi para pemain." tukasnya.
Manjakan Fans
Akibat dari perubahan tersebut, Wenger menyebut bahwa turnamen akbar bisa digelar lebih sering, karena kini penggemar sepak bola pasti lebih memiliki turnamen knock out ketimbang laga kualifikasi.
"Kami menjamin masa istirahat setelah setiap turnamen. Pikirkan seperti ini: Piala Dunia 2026 di AS, Meksiko, dan Kanada; Kejuaraan Eropa 2027 dan turnamen kontinental lainnya; Piala Dunia 2028 lainnya; dan seterusnya," kata Wenger.
"Semua kompetisi akan tetap berlangsung hingga 2024, dan perubahan hanya dapat dilakukan setelah itu," lanjutnya.
"Lebih banyak pertandingan sistem gugur, lebih sedikit pertandingan kualifikasi. Itulah yang diinginkan para penggemar." tandasnya.
Sumber: Kicker
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Final Euro 2020 di Depan Mata, Siapa yang Bisa Hentikan Laju Inggris?
Piala Eropa 4 Juli 2021, 09:03
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR