Austria Bisa Diuntungkan Jika Kalah dari Aljazair, Kok Bisa?

Austria Bisa Diuntungkan Jika Kalah dari Aljazair, Kok Bisa?
Pemain Argentina Cristian Romero berusaha menekel pemain Austria Konrad Laimer dalam laga Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Austria di Arlington, Texas, dekat Dallas, Senin, 22 Juni 2026 (c) AP Photo/Julio Cortez

Bola.net - Austria menghadapi situasi tidak biasa jelang laga terakhir Grup J Piala Dunia 2026 melawan Aljazair. Alih-alih mengejar kemenangan, Austria justru punya alasan kuat untuk mempertimbangkan kekalahan.

Situasi ini muncul akibat format baru Piala Dunia 48 tim yang menghadirkan jalur berbeda menuju fase gugur. Dengan bagan lawan yang sudah hampir terbentuk, hasil pertandingan terakhir dapat menentukan lawan yang lebih berat atau lebih ringan.

Laga Aljazair kontra Austria akan berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026 pukul 09.00 WIB. Pertandingan ini berpotensi menghadirkan akhir kontroversial karena kedua tim sama-sama bisa memperoleh keuntungan jika gagal menang.

1 dari 4 halaman

Jalur Fase Gugur Jadi Penentu

Argentina sudah memastikan diri sebagai juara Grup J. Austria saat ini berada di posisi kedua dengan poin yang sama seperti Aljazair, tetapi unggul selisih gol.

Peringkat kedua Grup J akan lolos ke babak 32 besar dan menghadapi juara Grup H. Saat ini, posisi tersebut mengarah pada Spanyol, juara Eropa sekaligus salah satu favorit juara dunia.

Menghadapi Spanyol jelas bukan skenario ideal bagi Austria. Tim peringkat satu dunia itu secara kualitas di atas banyak kontestan lain di turnamen ini.

Sebaliknya, tim peringkat ketiga terbaik masih memiliki peluang lolos ke 32 besar. Jika Aljazair finis ketiga dan masuk delapan peringkat ketiga terbaik, lawan mereka saat ini diproyeksikan adalah Amerika Serikat.

Amerika Serikat tampil impresif sebagai tuan rumah bersama, tetapi di atas kertas masih lebih ringan dibanding Spanyol. Ranking FIFA mereka juga berada di posisi 14 dunia.

2 dari 4 halaman

Austria dan Aljazair Sama-sama Punya Insentif untuk Kalah

Inilah yang membuat laga ini terasa janggal. Austria bisa saja memperoleh jalur lebih bersahabat jika turun ke posisi ketiga ketimbang bertahan di posisi runner-up.

Aljazair pun berada dalam situasi serupa. Bahkan hasil imbang juga cukup menjaga mereka di peringkat ketiga berdasarkan selisih gol.

Kondisi ini akan sangat jelas sebelum kick-off dimulai. Penyebabnya, duel Grup J menjadi pertandingan terakhir fase grup sehingga semua hasil grup lain sudah diketahui.

Artinya, Austria dan Aljazair akan tahu persis lawan yang menunggu mereka di fase gugur. Faktor ini bisa memengaruhi pendekatan taktik kedua tim sepanjang pertandingan.

3 dari 4 halaman

Bayang-bayang Tragedi Gijon 1982

Austria pernah terlibat dalam salah satu laga paling kontroversial di sejarah Piala Dunia. Peristiwa itu terjadi pada Piala Dunia 1982.

Saat itu, Jerman Barat menang 1-0 atas Austria dalam laga yang tempo permainannya sangat pasif setelah gol tercipta. Hasil tersebut membuat kedua tim lolos dan menyingkirkan Aljazair.

Pertandingan itu kemudian dikenal sebagai Disgrace of Gijon. Nama tersebut diambil dari kota Gijon di Spanyol tempat laga berlangsung.

Insiden tersebut mendorong FIFA mengubah aturan. Sejak saat itu, laga terakhir fase grup dimainkan secara bersamaan untuk mencegah manipulasi hasil.

Meski begitu, keuntungan dari jalur fase gugur tetap bisa terjadi. Pada Piala Dunia 2018, Inggris justru diuntungkan setelah kalah dari Belgia dan finis sebagai runner-up grup.

Inggris kemudian menghadapi lawan yang relatif lebih bersahabat hingga mencapai semifinal. Sebaliknya, Belgia harus melalui jalur berat dengan menghadapi Brasil dan Prancis.

Sumber: Sky Sports

4 dari 4 halaman

Klasemen Piala Dunia 2026


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL