Piala Dunia dan Dukungan Warga Gaza kepada Spanyol yang Berakar dari Solidaritas

Piala Dunia dan Dukungan Warga Gaza kepada Spanyol yang Berakar dari Solidaritas
Warga Palestina menyaksikan siaran langsung pertandingan Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Arab Saudi melalui sebuah layar di Khan Younis, Jalur Gaza tengah, Minggu, 21 Juni 2026 (c) AP Photo/Abdel Kareem Hana

Bola.net - Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan di lapangan, tetapi juga cerita tentang hubungan kemanusiaan yang melampaui batas negara. Salah satu kisah menarik muncul dari Gaza saat Spanyol menghadapi Arab Saudi pada laga kedua Grup H.

Pertandingan yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Minggu (21/6/2026) malam WIB, berakhir dengan kemenangan telak Spanyol 4-0. Hasil itu disambut meriah oleh banyak penggemar sepak bola di Gaza.

Di sebuah kafe sederhana di Kota Gaza, para pengunjung berkumpul mengelilingi layar kecil untuk menyaksikan pertandingan tersebut. Mereka bersorak ketika Lamine Yamal membuka keunggulan Spanyol pada menit ke-10.

Dukungan kepada Spanyol menarik perhatian karena Arab Saudi memiliki hubungan dekat dengan Palestina. Namun, bagi banyak warga Gaza, pilihan mereka tidak hanya didasarkan pada sepak bola semata.

1 dari 4 halaman

Dukungan yang Berakar dari Solidaritas

Pemain Spanyol Lamine Yamal merayakan gol bersama rekan setimnya Rodri, kiri, setelah mencetak gol dalam laga Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Arab Saudi di Atlanta, Minggu, 21 Juni 2026 (c) AP Photo/Erik S.Lesser

Pemain Spanyol Lamine Yamal merayakan gol bersama rekan setimnya Rodri, kiri, setelah mencetak gol dalam laga Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Arab Saudi di Atlanta, Minggu, 21 Juni 2026 (c) AP Photo/Erik S.Lesser

Bagi sebagian warga Gaza, Spanyol telah lama menjadi tim favorit karena popularitas La Liga dan kualitas permainan La Roja. Akan tetapi, perang yang berlangsung sejak Oktober 2023 membuat kedekatan emosional itu semakin kuat.

Pengacara asal Kota Gaza, Mohammad Attallah, mengaku telah mengikuti sepak bola Spanyol selama bertahun-tahun. Menurutnya, dukungan pemerintah Spanyol terhadap warga Gaza memberikan makna baru terhadap kecintaannya kepada tim nasional tersebut.

"Kami adalah masyarakat yang mencintai kehidupan dan mencintai sepak bola. Banyak orang di sini telah mengikuti La Liga dan tim nasional Spanyol selama bertahun-tahun, tetapi sikap Spanyol selama perang membuat masyarakat merasa jauh lebih dekat dengan negara itu."

Attallah menilai sejumlah langkah Spanyol mendapat perhatian luas di Palestina. Di antaranya pengakuan terhadap Negara Palestina pada 2024 dan aksi solidaritas yang ditunjukkan bintang muda Barcelona, Lamine Yamal.

2 dari 4 halaman

Lamine Yamal Jadi Simbol Kedekatan

Pemain Spanyol Lamine Yamal merayakan gol dalam laga Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Arab Saudi di Atlanta, Minggu, 21 Juni 2026 (c) AP Photo/Erik S.Lesser

Pemain Spanyol Lamine Yamal merayakan gol dalam laga Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Arab Saudi di Atlanta, Minggu, 21 Juni 2026 (c) AP Photo/Erik S.Lesser

Nama Lamine Yamal memiliki tempat tersendiri di hati banyak warga Gaza. Aksi pemain berusia 18 tahun itu mengangkat bendera Palestina saat perayaan gelar La Liga Barcelona menjadi momen yang terus diingat.

Menurut warga Gaza, tindakan tersebut menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Palestina yang terdampak perang. Dukungan dari figur olahraga internasional dianggap memiliki arti penting bagi mereka.

"Kami bangga kepada semua pihak yang berdiri bersama rakyat Palestina dalam situasi ini. Karena itulah banyak orang di sini mendukung Spanyol, bukan hanya karena sepak bola, tetapi juga karena sikap kemanusiaan tersebut."

Kemenangan 4-0 atas Arab Saudi pun semakin mempertegas status Spanyol sebagai salah satu favorit di Piala Dunia 2026. Performa impresif La Roja membuat optimisme pendukung mereka semakin tinggi.

3 dari 4 halaman

Sepak Bola Menjadi Ruang Pelarian

Opening ceremony Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Eduardo Verdugo

Opening ceremony Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Eduardo Verdugo

Di tengah kondisi sulit akibat perang dan keterbatasan infrastruktur, sepak bola menjadi hiburan yang sangat berharga bagi warga Gaza. Mereka tetap berusaha berkumpul untuk menikmati pertandingan besar meski sering menghadapi gangguan listrik dan internet.

Hani Abu Rizq menilai sepak bola memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk merasakan kehidupan yang lebih normal. Pada saat yang sama, olahraga juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan kepada dunia.

"Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa masyarakat Gaza mencintai kehidupan dan mencintai olahraga, meskipun dikelilingi kehancuran dan kesulitan."

Bagi banyak warga Palestina, Piala Dunia 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola. Ajang ini juga menjadi ruang untuk mengingatkan dunia tentang perjuangan mereka sekaligus menghargai pihak-pihak yang menunjukkan solidaritas selama masa perang.

Sumber: Al Jazeera

4 dari 4 halaman

Klasemen Piala Dunia 2026


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL