Bukan Timnas Italia: Begini Skenario Jika Iran Mundur dari Piala Dunia 2026

Bukan Timnas Italia: Begini Skenario Jika Iran Mundur dari Piala Dunia 2026
Selebrasi gol pemain Timnas Italia, Giacomo Raspadori, dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Timnas Estonia di Bergamo, Italia, 5 September 2025. (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Bola.net - Spekulasi mengenai absennya Timnas Iran pada Piala Dunia 2026 di Amerika Utara kini tengah menjadi pembicaraan hangat di seantero Eropa. Ketegangan geopolitik yang memuncak di Timur Tengah menjadi pemicu utama keraguan atas partisipasi mereka.

Situasi ini memicu pertanyaan besar bagi publik sepak bola Italia yang masih berjuang di babak penentuan. Banyak yang berharap ada "keajaiban" administratif bagi Gli Azzurri jika satu slot kontestan mendadak kosong.

Eskalasi konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran membuat kehadiran tim tersebut di tanah Amerika menjadi sangat pelik. Hubungan yang kian memanas pasca-serangan balasan di wilayah tersebut dianggap merusak jaminan keamanan olahraga.

Pihak otoritas sepak bola Iran sendiri mulai menyuarakan pesimisme mereka terhadap prospek keberangkatan ke turnamen tersebut. Keputusan krusial kini sepenuhnya bergantung pada pertimbangan para petinggi olahraga.

“Dengan apa yang terjadi… dan serangan Amerika Serikat itu, kecil kemungkinan bagi kami untuk menantikan Piala Dunia, namun para pemimpin olahragalah yang harus memutuskan hal tersebut,” tegas Mehdi Taj, Kepala Federasi Sepak Bola Iran.

1 dari 3 halaman

Harapan Kosong Jatah Undangan

Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso. (c) AP Photo/Luca Bruno

Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso. (c) AP Photo/Luca Bruno

Meskipun FIFA dikabarkan masih berharap Iran tetap berpartisipasi, rumor boikot terus menguat di balik layar. Iran sebenarnya sudah mengamankan tempat di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Italia justru berada dalam posisi yang jauh lebih sulit secara teknis. Tim asuhan Gennaro Gattuso saat ini memegang predikat sebagai negara peringkat FIFA tertinggi (posisi 13) yang belum lolos ke putaran final.

Kekosongan slot akibat boikot secara regulasi tidak akan menguntungkan Italia secara langsung. FIFA diprediksi akan tetap mengutamakan keadilan zona kualifikasi untuk mengisi tempat yang ditinggalkan.

Nasib Gli Azzurri tetap harus ditentukan lewat tetesan keringat di lapangan hijau.

2 dari 3 halaman

Jalur Terjal Play-off Menuju Amerika Utara

Trofi Piala Dunia 2026 dipajang di kantor FIFA di Zurich, Swiss pada 13 Desember 2024 lalu. (c) Til Buergy/Keystone via AP, File

Trofi Piala Dunia 2026 dipajang di kantor FIFA di Zurich, Swiss pada 13 Desember 2024 lalu. (c) Til Buergy/Keystone via AP, File

Gennaro Gattuso kini sedang mempersiapkan pasukannya untuk menghadapi babak semifinal play-off. Mereka dijadwalkan menjamu Irlandia Utara di Bergamo pada 26 Maret mendatang.

Kemenangan dalam laga tunggal tersebut menjadi syarat mutlak untuk melaju ke partai final. Jika lolos, Italia harus menjalani partai penentuan di markas Wales atau Bosnia-Herzegovina.

Sejarah mencatat bahwa Italia seringkali kesulitan saat harus melewati fase kualifikasi yang kritis. Tekanan publik kini sangat besar agar mereka tidak absen untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Gattuso memikul beban berat untuk membuktikan bahwa peringkat 13 dunia bukan sekadar angka di atas kertas.

3 dari 3 halaman

Irak Lebih Dekat ke Putaran Final

Jika Iran benar-benar mundur, jatah mereka kemungkinan besar akan jatuh ke tangan tim terbaik berikutnya dari zona Asia (AFC). Irak berada di posisi terdepan untuk menerima "hadiah" tiket langsung ke fase grup tersebut.

Irak sendiri saat ini masih berjuang di babak play-off antarkonfederasi yang dijadwalkan akhir Maret. Perubahan status Irak akan memicu pergeseran posisi bagi tim Asia lainnya.

Uni Emirat Arab (UAE) dikabarkan bakal naik menggantikan posisi Irak di babak play-off antarkonfederasi jika skenario tersebut terjadi. Hal ini mempertegas bahwa tidak ada ruang bagi tim Eropa untuk menyalip jatah zona lain.

Italia tidak punya pilihan selain memenangkan laga sisa kualifikasi mereka sendiri demi lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL