
Bola.net - Gennaro Gattuso akan memulai memikul tugasnya sebagai pelatih kepala Timnas Italia, sebuah perubahan yang menandai era baru bagi Azzurri. Gattuso sudah dikenalkan secara resmi kepada publik pada Kamis, 19 Juni 2025, di Hotel Parco dei Principi di Roma.
Penunjukan ini dilakukan setelah Luciano Spalletti dipecat menyusul kekalahan telak 0-3 dari Norwegia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa. Gattuso, yang dikenal dengan julukan "Ringhio", diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dan mengembalikan kejayaan tim.
Debut Gattuso sebagai pelatih Timnas Italia akan menjadi sorotan utama, terutama mengingat misi berat untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Pertandingan-pertandingan awal di bawah kepemimpinannya akan sangat krusial dalam menentukan arah tim ke depan.
Filosofi Taktis dan Mentalitas Tim Gattuso
Gennaro Gattuso, yang memiliki rekam jejak sebagai pemain berenergi tinggi, diharapkan mampu menularkan intensitas dan tekad kepada skuad Italia. Sikap uletnya di lapangan saat masih aktif bermain akan menjadi inspirasi bagi para pemain.
Ia dikenal dengan julukan "Ringhio" atau "Growler" karena semangat juangnya yang tidak pernah padam. Motivasi tinggi ini diharapkan mampu membakar semangat para pemain, baik saat latihan maupun dalam pertandingan krusial.
Gattuso kemungkinan besar akan mengutamakan tim yang disiplin dan terstruktur, menekankan pentingnya skuad yang bersatu. Ia berjanji untuk memulihkan semangat dan menciptakan "keluarga" di dalam tim, sebuah fondasi penting untuk meraih kesuksesan.
Pelatih berusia 47 tahun ini juga tidak ragu untuk membuat perubahan signifikan dalam skuad. Ia mungkin akan mendatangkan beberapa pemain debutan baru, menunjukkan keinginannya untuk mencoba kombinasi pemain dan formasi berbeda guna menemukan perpaduan yang paling tepat.
Formasi Andalan dan Tujuan Utama

Di bawah kepemimpinan Gennaro Gattuso, Timnas Italia diprediksi akan beralih dari pertahanan tiga orang menjadi pertahanan empat orang. Perubahan ini diharapkan memberikan keseimbangan baru dalam lini belakang tim.
Formasi umum yang diantisipasi akan digunakan adalah 4-3-3 atau 4-2-3-1, yang merupakan formasi favoritnya di klub-klub sebelumnya. Fleksibilitas ini memungkinkan Gattuso untuk menyesuaikan taktik sesuai dengan lawan yang dihadapi.
Tujuan utama Gattuso sangat jelas: Membawa Italia kembali ke Piala Dunia 2026 setelah absen di dua edisi sebelumnya pada 2018 dan 2022. Misi ini menjadi prioritas utama dan tantangan terbesar bagi sang pelatih.
Ia juga bertujuan untuk mengubah pola pikir tim menjadi lebih berkorban dan berdedikasi untuk mencapai tujuan penting mereka. Mentalitas baru ini diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Azzurri di panggung internasional.
Tantangan Awal dan Agenda Penting
Debut Gennaro Gattuso akan segera diikuti oleh dua pertandingan penting dalam Kualifikasi Piala Dunia. Italia akan menghadapi Estonia pada 5 September 2025, dilanjutkan dengan Israel pada 8 September 2025.
Pertandingan melawan Israel akan diadakan di Debrecen, Hungaria, sebagai lokasi netral. Kedua laga ini sangat krusial untuk mengamankan posisi Italia dalam persaingan kualifikasi Piala Dunia.
Gattuso perlu segera membangun hubungan dan pemahaman yang kuat dengan para pemainnya, terutama dengan waktu persiapan yang terbatas. Tujuannya adalah agar setiap pemain datang ke tempat latihan dengan antusiasme besar dan merasa menjadi bagian dari keluarga.
Fokus pada skuad dan pembentukan mentalitas tim yang solid akan menjadi kunci keberhasilan Gattuso di awal kepemimpinannya. Ini adalah langkah awal yang vital dalam perjalanan panjang menuju Piala Dunia 2026.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gennaro Gattuso Akan Debut Sebagai Pelatih Timnas Italia: Apa yang Bisa Diharapkan?
Piala Dunia 4 September 2025, 11:57
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton AC Milan vs Como: Live Streaming Serie A di ANTV dan Vidio
Liga Italia 18 Februari 2026, 19:39
-
Tempat Menonton Wolves vs Arsenal: Live Streaming Premier League di Vidio
Liga Inggris 18 Februari 2026, 19:19
-
Jelang Milan vs Como, Fabregas Puji Mental Rossoneri dan Singgung Realita Scudetto
Liga Italia 18 Februari 2026, 18:57
-
Shin Guards Bikin Kagok Pemain Bola Tapi Perlu, Coba Takar Risikonya
Bola Indonesia 18 Februari 2026, 18:46
-
Liverpool Injak Rem Dalam Perburuan Penyerang Aston Villa Ini
Liga Inggris 18 Februari 2026, 18:40
-
Proliga 2026: Laga Hidup Mati di Sentul untuk Bandung BJB Tandamata
Voli 18 Februari 2026, 18:24
-
Live Streaming Qarabag FK vs Newcastle - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 18 Februari 2026, 17:45
-
Benteng Es Bodo/Glimt, Simbol Kejatuhan Lawan-lawan Elite
Liga Champions 18 Februari 2026, 17:04
-
Prediksi Brann vs Bologna 20 Februari 2026
Liga Eropa UEFA 18 Februari 2026, 17:03
-
Prediksi Fenerbahce vs Nottm Forest 20 Februari 2026
Liga Eropa UEFA 18 Februari 2026, 17:02
-
Prediksi PAOK vs Celta Vigo 20 Februari 2026
Liga Eropa UEFA 18 Februari 2026, 17:01
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48

























KOMENTAR