Bola.net - Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19 Indra Sjafri memberikan pandangan seputar kiprah Jerman di pentas Piala Dunia 2014.
Der Panzer Jerman dinilai Indra Sjafri cukup perkasa untuk meraih gelar juara ketika bertemu Argentina dalam partai final di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Senin (14/7).
Koleksi 17 gol sepanjang turnamen menjadi salah satu alasan utamanya. Sementara itu, Argentina sendiri hanya mengoleksi tujuh gol. Menariknya, gol-gol Jerman dicetak para pemain di semua lini, bahkan bek Mats Hummels pun berhasil memasukkan namanya dalam daftar pencetak gol.
"Kesimpulan sederhana dari fakta ini adalah pasukan Jerman jauh lebih variatif dalam melakukan taktik penyerangan. Modifikasi total football begitu fasih diterapkan oleh timnas Jerman," ujar Indra Sjafri.
"Mereka begitu nyaman menyerang dari sayap ataupun dari tengah. Set piece pun menjadi senjata yang cukup mematikan," kata Indra Sjafri.
Jerman terakhir merengkuh gelar juara pada tahun 1990 di Italia, sedangkan Argentina jauh lebih lama lagi yaitu tahun 1986 di Meksiko. Kala itu, Diego Maradona menjelma menjadi aktor tunggal kemenangan Argentina.
Lamanya kedua tim tidak merengkuh gelar akan mendorong mereka untuk berjuang mati-matian. [initial]
(esa/gia)
Der Panzer Jerman dinilai Indra Sjafri cukup perkasa untuk meraih gelar juara ketika bertemu Argentina dalam partai final di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Senin (14/7).
Koleksi 17 gol sepanjang turnamen menjadi salah satu alasan utamanya. Sementara itu, Argentina sendiri hanya mengoleksi tujuh gol. Menariknya, gol-gol Jerman dicetak para pemain di semua lini, bahkan bek Mats Hummels pun berhasil memasukkan namanya dalam daftar pencetak gol.
"Kesimpulan sederhana dari fakta ini adalah pasukan Jerman jauh lebih variatif dalam melakukan taktik penyerangan. Modifikasi total football begitu fasih diterapkan oleh timnas Jerman," ujar Indra Sjafri.
"Mereka begitu nyaman menyerang dari sayap ataupun dari tengah. Set piece pun menjadi senjata yang cukup mematikan," kata Indra Sjafri.
Jerman terakhir merengkuh gelar juara pada tahun 1990 di Italia, sedangkan Argentina jauh lebih lama lagi yaitu tahun 1986 di Meksiko. Kala itu, Diego Maradona menjelma menjadi aktor tunggal kemenangan Argentina.
Lamanya kedua tim tidak merengkuh gelar akan mendorong mereka untuk berjuang mati-matian. [initial]
Klik Juga:
- Ingin Juara, Mourinho Sarankan Jerman Kuasai Lini Tengah
- Indra Sjafri: Jerman Jangan Terbuai Euforia Semifinal
- Penampilan Messi Buat Legenda Inggris Kecewa Berat
- Muller: 12 Tahun Terlalu Lama untuk Jerman
- Tumpulnya Para Pemain Pengganti Argentina
- Muller Sudah Lewati Baggio, Villa, Eusebio, Vieri
- Galeri Suporter: Belanda vs Argentina
- Galeri Suporter: Brasil vs Jerman
- Preview: Jerman vs Argentina, Laga Final Klasik
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mertesacker: Jerman Ingin Raih Sesuatu yang Spesial
Piala Dunia 12 Juli 2014, 23:53
-
Indra Sjafri: Waktu Recovery, Keuntungan Jerman
Piala Dunia 12 Juli 2014, 23:03
-
Menakar Final Jerman vs Argentina
Editorial 12 Juli 2014, 22:54
-
Indra Sjafri Kagumi Skema 4-3-3 Jerman
Piala Dunia 12 Juli 2014, 22:50
-
Barton: Hanya Masalah Waktu Sebelum Muller Lewati Klose
Piala Dunia 12 Juli 2014, 22:39
LATEST UPDATE
-
Gregor Kobel Berdiri Tegak di Bawah Mistar
Piala Dunia 8 Juli 2026, 11:48
-
Swiss Membuktikan Keberuntungan Memang Bagian dari Sepak Bola
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:52
-
Gol Ke-3000 Piala Dunia Antar Argentina ke Perempat Final
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:27
-
Man of the Match Swiss vs Kolombia: Gregor Kobel
Piala Dunia 8 Juli 2026, 05:59
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
-
Man of the Match Argentina vs Mesir: Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:21
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR