
Bola.net - Italia gagal ke Piala Dunia lagi, dan kartu merah Alessandro Bastoni jadi momen yang sulit dilepaskan dari cerita ini. Kekalahan adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina menutup perjalanan yang sempat terlihat menjanjikan sejak awal laga.
Hasil di final playoff Piala Dunia 2026 ini terasa lebih berat. Bukan sekadar kalah, tapi karena Italia sempat memegang kendali sebelum semuanya berubah dalam hitungan menit.
Di Zenica, tepatnya di Bilino Polje Stadium, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB, laga play-off ini berjalan dengan tensi tinggi. Italia unggul cepat, lalu kehilangan arah setelah satu insiden krusial menjelang turun minum yang melibatkan Bastoni.
Dan dari situ, arah pertandingan bergeser total. Italia tidak lagi bermain untuk menang, tapi bertahan hidup.
Gol Moise Kean dan Harapan yang Sempat Rekah

Italia memulai laga dengan cukup meyakinkan di Zenica. Setelah penampilan yang kurang meyakinkan di semifinal melawan Irlandia Utara, Moise Kean tampil tajam dan efektif. Ia menyelesaikan peluang dengan sepakan first-time yang tak mampu dibendung kiper lawan.
Gol tersebut memberi energi baru bagi Italia. Meski tidak sepenuhnya dominan, mereka mampu menjaga struktur permainan dan mengatur tempo. Dalam 30 menit pertama, peluang untuk melaju ke Piala Dunia tampak terbuka lebar.
Namun, memasuki akhir babak pertama, kestabilan itu mulai terganggu. Koordinasi antarlini melemah, dan keunggulan satu gol terasa semakin rentan.
Petaka Menit 42 dan Deja Vu Clement Turpin

Bencana bermula dari tendangan gawang Gianluigi Donnarumma yang tidak maksimal. Bola jatuh ke kaki pemain Bosnia dan segera diarahkan kepada Amar Memic. Dalam situasi genting, Alessandro Bastoni melakukan tekel keras sebagai pemain terakhir.
Wasit Clement Turpin tanpa ragu mengeluarkan kartu merah. Keputusan ini seakan mengulang kenangan pahit, mengingat Turpin juga pernah memimpin laga saat Italia tersingkir oleh Makedonia Utara pada play-off 2018.
Insiden ini mencatatkan Bastoni sebagai pemain Italia pertama yang menerima kartu merah di kualifikasi Piala Dunia dalam hampir satu dekade. Sebelumnya, Giorgio Chiellini mengalami hal serupa pada 2016. Bagi Bastoni, kartu merah ini memperpanjang periode sulit dalam performanya.
Sorotan terhadapnya memang sudah meningkat sejak insiden di Derby d’Italia pada Februari lalu. Saat itu, aksinya memicu kontroversi yang berujung pada kartu merah untuk Pierre Kalulu. Kini, ia justru menjadi pusat kritik setelah kesalahannya berdampak langsung pada kegagalan tim.
Perjudian Gattuso dan Akhir Tragis di Adu Penalti

Bermain dengan 10 orang memaksa Gennaro Gattuso melakukan penyesuaian cepat. Ia menarik Mateo Retegui dan memasukkan Federico Gatti untuk memperkuat lini belakang. Dampaknya jelas: Italia kehilangan daya gedor dan sepenuhnya beralih ke strategi bertahan.
Sepanjang babak kedua, Italia bertahan dari tekanan intens Bosnia. Mereka sempat menjaga keseimbangan setelah lawan menyamakan skor. Namun, kelelahan fisik dan tekanan mental mulai terasa saat pertandingan berlanjut ke adu penalti.
Dalam situasi penentuan, pemain Bosnia tampil lebih tenang dan efektif. Sebaliknya, eksekutor Italia gagal menjaga ketenangan. Satu kegagalan sudah cukup untuk memastikan langkah mereka terhenti.
Kekalahan ini lebih dari sekadar hasil pertandingan. Ini mencerminkan krisis yang lebih dalam dalam sepak bola Italia. Kartu merah Bastoni memang menjadi pemicu, tetapi kegagalan beruntun selama tiga edisi Piala Dunia menunjukkan adanya persoalan struktural yang belum terselesaikan.
Malam di Zenica pun ditutup dengan kekecewaan mendalam bagi Gli Azzurri.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bosnia dan Herzegovina Mengubur Mimpi Italia dengan Ketenangan
Piala Dunia 1 April 2026, 08:48
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59






















KOMENTAR