Italia Terancam Tak Lolos Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso Geram Dicemooh Suporter Sendiri, Kesal dengan Aturan Kualifikasi yang Janggal

Bola.net - Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, bereaksi keras terhadap cemoohan suporter meski Gli Azzurri berhasil membawa pulang kemenangan 2-0 dari markas Moldova pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026, Jumat (14/11/2025) dini hari WIB. Kemenangan itu diraih lewat perjuangan panjang, dengan gol baru hadir di menit-menit akhir laga.
Pertandingan di Chisinau memang berlangsung tanpa euforia. Kabar kemenangan 4-1 Norwegia atas Estonia yang keluar lebih dulu membuat Italia dipastikan gagal menyalip rivalnya di puncak klasemen Grup I. Kondisi itu menurunkan tensi laga, diperparah dengan sejumlah rotasi dan formasi 4-4-2 yang belum sepenuhnya padu.
Italia sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan, namun penyelesaian akhir mandek hingga Gattuso melakukan perubahan. Masuknya para pemain pengganti menjadi titik balik. Gianluca Mancini mencetak gol lewat sundulan terbang pada menit ke-88, disusul sepakan Francesco Pio Esposito di masa tambahan waktu yang mengunci kemenangan.
Gattuso Geram Disebut Italia Bermain Buruk

Gattuso tak terima ketika performa anak asuhnya dianggap tidak meyakinkan.
“Apa maksudnya ini bukan penampilan terbaik? Kami mengontrol pertandingan, Moldova bahkan tidak punya satu pun tembakan tepat sasaran,” ujar Gattuso kepada RAI Sport.
“Kalau ada yang berharap skor 11-1 seperti Norwegia, itu bukan urusan saya. Tidak ada pertandingan yang mudah.”
Meski jumlah suporter di stadion tidak banyak, segelintir fans Italia tetap melontarkan teriakan bernada protes ketika laga masih tanpa gol. Hal itu membuat Gattuso naik pitam.
“Saya sedih mendengar teriakan itu. Mereka menyuruh kami ‘kerja yang benar’. Datang ke laga tandang lalu mendapatkan cemoohan dari sekitar 500 fans sendiri, saya tidak bisa menerima itu,” tegasnya.
Rotasi Besar Italia dan Aturan Kualifikasi yang Dinilai Janggal

Pergantian besar yang dilakukan Gattuso sejak awal membuat permainan kurang hidup. Namun ia tetap memberikan kredit kepada timnya yang menurutnya bisa saja kalah dengan kondisi tersebut.
“Memasang 11 pemain berbeda itu tidak mudah. Saya bahkan sempat merasa kami bisa kalah. Tapi mereka tampil lebih baik dari ekspektasi saya,” katanya.
Meski mengukir rekor baru sebagai kemenangan keenam Italia dalam satu fase grup kualifikasi Piala Dunia, prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, Azzurri tetap gagal menggeser Norwegia yang menyapu bersih tujuh laga dengan selisih gol jauh lebih besar (+29 berbanding +12).
Gattuso menganggap format kualifikasi kali ini terasa aneh. “Ini pertanyaan untuk yang membuat aturan. Di zaman saya, juara grup lolos otomatis, ditambah beberapa runner-up terbaik. Sekarang kami punya 18 poin, memenangkan enam pertandingan, tapi tetap harus masuk jalur play-off. Rasanya tidak masuk akal.”
Fokus ke Play-off

Italia akan menjamu Norwegia di San Siro akhir pekan ini. Namun meski menang dan menyamakan poin, hampir mustahil mengejar selisih gol fantastis milik Norwegia.
Artinya, Gattuso dan tim sudah mulai mengarahkan fokus ke babak play-off yang akan dimulai pada Maret 2026.
Azzurri masih harus melewati dua pertandingan hidup-mati untuk bisa mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026, sebuah perjalanan yang jauh dari kata ideal bagi tim sebesar Italia.
Sumber: RAI
Jangan Lewatkan!
- Update Daftar Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026: Prancis Ikuti Jejak Inggris, Italia Menunggu Nasib
- Kartu Merah Cristiano Ronaldo, Pertama dalam 226 Laga Bareng Timnas Portugal: Ironi Si 'Good Boy'
- Syarat Timnas Italia Lolos Otomatis ke Piala Dunia 2026: Harus Menang dengan Selisih 9 Gol?
- Skenario Horor: Portugal Lolos, Tapi Cristiano Ronaldo Malah Absen di Laga Pertama Piala Dunia 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kenapa Italia Susah Payah Kalahkan Moldova? Ini Penjelasan Gianluca Mancini
Piala Dunia 14 November 2025, 16:13
-
Trauma 2018 dan 2022 Menghantui: Playoff Piala Dunia itu Sulit, Italia!
Piala Dunia 14 November 2025, 11:01
LATEST UPDATE
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR