
Bola.net - Alessandro Buongiorno memperingatkan Timnas Italia soal sulitnya babak play-off Piala Dunia 2026. Azzurri dipastikan harus kembali melewati babak neraka tersebut.
Nasib ini ironis, mengingat Italia sebenarnya mencatatkan rekor enam kemenangan di grup kualifikasi. Namun, jumlah itu tetap tidak cukup untuk lolos langsung.
Italia gagal mengejar Norwegia yang tampil sempurna di puncak Grup I. Kemenangan 2-0 atas Moldova pun terasa hambar.
Kenyataan ini sangat mengecewakan bagi sang juara Eropa. Apalagi, Italia punya trauma mendalam gagal lolos di dua edisi Piala Dunia sebelumnya lewat jalur play-off.
Perjuangan Italia di Menit Akhir

Kemenangan Italia atas Moldova di Chisinau tidak diraih dengan mudah. Mereka harus menunggu hingga menit ke-88 untuk memecah kebuntuan.
Mentalitas Italia mungkin terpengaruh karena tahu laga ini tak lagi menentukan. Dua sundulan dari Gianluca Mancini dan Francesco Pio Esposito akhirnya menjadi pembeda.
"Kami menciptakan banyak peluang dan banyak percobaan ke gawang," kata Buongiorno.
"Jadi meskipun kami baru mencetak gol di akhir, kami senang dengan performanya. Kami tidak menyerah dan kemenangan akhirnya tiba," katanya.
Rotasi dan Kepercayaan Pelatih Italia

Gennaro Gattuso melakukan rotasi besar-besaran di laga ini. Hanya tiga pemain sisa dari starting XI laga melawan Israel bulan lalu.
Ini menunjukkan sang pelatih menaruh kepercayaan pada seluruh anggota skuad. Para pemain pelapis pun dinilai mampu menjawab tantangan.
"Pelatih percaya pada semua orang, dan kami semua bekerja sama dalam latihan," ujar Buongiorno.
"Moldova bertahan sangat dalam dan kami menyerang dari awal hingga akhir, pantas mendapatkan kemenangan," lanjutnya.
Ironi Enam Kemenangan Azzurri
Kenyataan bahwa Italia harus melalui play-off terasa sangat pahit. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah, Azzurri memenangkan enam laga di grup kualifikasi Piala Dunia namun gagal lolos langsung.
Mereka tak mampu mengejar Norwegia yang punya rekor 100 persen dan selisih gol superior. Buongiorno mengakui fakta ini sangat mengecewakan.
"Ini benar-benar mengecewakan, tapi sekarang kami harus fokus pada diri kami sendiri," tambah Buongiorno.
"Dimulai dengan NorwegIA pada hari Minggu dan kemudian siapa pun yang kami dapatkan berikutnya," imbuhnya.
Peringatan Keras Buongiorno
Babak play-off dijadwalkan pada Maret 2026. Italia harus memenangkan laga semifinal dan final jika ingin terbang ke turnamen musim panas mendatang.
Ini adalah tahap di mana Italia falter di edisi 2018 dan 2022. Buongiorno sadar betul tekanan besar yang akan mereka hadapi.
"Itu (laga play-off) pastinya akan menjadi pertandingan yang sulit," tegas Buongiorno.
"Jadi kami harus siap dan memberikan yang terbaik," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kenapa Italia Susah Payah Kalahkan Moldova? Ini Penjelasan Gianluca Mancini
Piala Dunia 14 November 2025, 16:13
-
Trauma 2018 dan 2022 Menghantui: Playoff Piala Dunia itu Sulit, Italia!
Piala Dunia 14 November 2025, 11:01
LATEST UPDATE
-
Manchester City vs Chelsea: Siapa Unggul di Catatan Head to Head?
Liga Inggris 3 Januari 2026, 16:05
-
Nonton Live Streaming Borneo FC vs PSM Makassar Hari Ini di BRI Super League
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 16:01
-
John Herdman Unggul dari Shin Tae-yong dan Kluivert dalam Rataan Kemenangan
Tim Nasional 3 Januari 2026, 15:57
-
Mengapa Chelsea Pertimbangkan Liam Rosenior sebagai Pelatih Baru
Liga Inggris 3 Januari 2026, 15:35
-
Breaking News! John Herdman Resmi Menjadi Pelatih Timnas Indonesia
Tim Nasional 3 Januari 2026, 15:24
-
Daftar Pemain Voli Putra Medan Falcons Tirta Bhagasasi di Proliga 2026
Voli 3 Januari 2026, 14:58
-
Reaksi Manajer Premier League atas Kepergian Mendadak Enzo Maresca dari Chelsea
Liga Inggris 3 Januari 2026, 14:17
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43























KOMENTAR