
Bola.net - Sontje Hansen lahir di Hoorn, sebuah kota di bagian barat laut Belanda. Pemain bernama lengkap Misjonne Juniffer Naigelino Hansen ini lahir pada 18 Mei 2002 dari seorang ibu bernama Sonaida.
Masa kecil Hansen tak bisa dikatakan mudah. Sang ibu, yang merupakan orang tua tunggal harus banting tulang untuk menghidupi Sontje dan saudaranya Ricky. Ia juga harus mengandalkan bantuan dari Stichting Leergeld, untuk membelikan putra-putranya itu perlengkapan sepak bola yang mereka butuhkan.
"Saya merupakan seorang orang tua tunggal. Saya selalu harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan anak-anak saya," ucap Sonaida.
"Masa itu sangatlah sulit bagi saya, terutama dari segi keuangan," sambungnya.
Namun, di tengah kesulitan ekonomi tersebut, Sonaida melihat bakat putranya tersebut dalam bermain sepak bola. Walhasil, ketika Sontje berusia 5 tahun, ia dimasukkan ke salah satu klub sepak bola di kota mereka, HSV Sport 1889.
Keputusan Sonaida tepat. Bersama klub tersebut, bakatnya kian moncer. Setelah dua tahun bersama HSV, Sontje bergabung dengan Zwaluwen '30, klub lain di kota Hoorn.
Bersama Zwaluwen, penampilan Sontje makin mengkilap. Penampilannya ini memikat pemandu bakat klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam. Walhasil, pada 2013, setelah empat tahun bersama Zwaluwen, Sontje pindah ke Ajax.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Matang Bersama Ajax
Bergabung dengan Ajax, berarti Sontje harus menempuh tiap jenjang usia di akademi terbaik Belanda tersebut. Dan, dasar berbakat, ia mampu melakukannya dengan apik.
Hansen menjadi salah satu pemain andalan di akademi klub tersebut. Hal ini yang membuatnya juga menjadi salah satu langganan untuk dipanggil ke tim kelompok umur Belanda.
Hansen mengawali perjalanannya bersama Belanda dengan memperkuat tim Belanda U-15 pada 2017. Terakhir, pada 2019, ia memperkuat tim Belanda U-18. Sejauh ini, ia belum pernah dipanggil memperkuat Timnas Belanda.
Ke Titik Zenith Bersama Belanda U-17
Kala memperkuat tim Belanda U-17, masa-masa terbaik Sontje datang. Ia terpilih untuk memperkuat tim tersebut pada Piala Dunia U-17 2019, yang dihelat di Brasil.
Sebelumnya, Hansen ikut membawa Belanda U-17 pada Piala Eropa U-17 2019. Dalam ajang ini, ia mencetak tiga gol.
Sontje, yang menjadi pilihan utama lini depan Belanda pada ajang ini memulai perjalannya dengan lambat. Ia tak mencetak gol dalam dua laga pertamanya pada ajang ini, lawan Jepang dan Senegal. Namun, pada tiga laga setelahnya, kontra Amerika Serikat, Nigeria, dan Paraguay, Sontje terus mencetak gol.
Dengan catatan enam gol ini, Sontje menjadi pencetak gol terbanyak pada ajang Piala Dunia U-17 2019. Selain itu, dalam 528 menit bermain pada ajang tersebut, ia juga mencatatkan tiga assist.
Apiknya penampilan Sontje mendapat pujian khusus dari bintang Prancis, Antoine Griezmann. Pemain Atletico Madrid ini terang-terangan mengaku kagum dengan pemain yang disebutnya 'bos kecil' tersebut.
Pikat Erik Ten Hag
Apiknya penampilan Sontje bersama Belanda U-17 membuatnya naik kelas di level klub. Tak hanya naik ke Jong Ajax, ia juga sempat mencicipi tampil bersama tim utama Ajax Amsterdam.
Soantje mendapat kesempatan oleh manajer Ajax waktu itu, Erik Ten Hag, untuk bermain dalam KNVB Cup, kontra ADO Den Haag. Tampil sebelas menit pada laga itu, ia mampu memikat Ten Hag.
"Sontje bermain sangat bagus. Hal yang bagus baginya akan segera tiba," kata Ten Hag. Namun, hal bagus bagi Sontje tak segera tiba. Merebaknya pandemi Covid-19 membuat kompetisi harus terganggu. Selain itu, ketika kompetisi sudah mulai bergulir, Sontje dibekap cedera.
Diminati Klub Raksasa, Hengkang ke NEC Nijmegen
Sontje sempat dibidik oleh sejumlah klub raksasa. Manchester City, Inter Milan, Juventus, dan RB Leipzig disebut tertarik menggunakan jasanya.
Namun, rumor hanyalah rumor. Ketika kontraknya bersama Ajax habis, pada awal bursa transfer musim panas 2023/2024, ia bergabung dengan NEC Nijmegen. Waktu itu, nilai pasarnya ditaksir sebesar 750 ribu euro.
Bersama NEC, Sontje menjadi pilihan utama di sektor sayap. Ia selalu bermain dalam tujuh pekan pertama Eredivisie sejauh ini. Dalam 423 menit bermain tersebut, ia mencetak satu gol.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Juga:
- Jangan Lewatkan! Trofi Piala Dunia U-17 2023 Dipamerkan di Empat Kota Penyelenggara
- Erick Thohir Targetkan Timnas Indonesia U-17 Tembus 16 Besar Piala Dunia U-17 2023
- Bisik-Bisik Erick Thohir: Timnas Indonesia U-17 Punya Dua Formasi Unggulan, Saya Tidak Boleh Bocorin
- Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2023: Target Minimal Runner-up Grup, Waspada Maroko
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ibrahimovic Tak Yakin Ten Hag Orang yang Tepat untuk Memimpin MU
Liga Inggris 3 Oktober 2023, 11:39
-
Cetak Brace Lagi, Ketajaman Pierre-Emerick Aubameyang Perlahan Kembali Bersama Marseille
Liga Eropa UEFA 22 September 2023, 13:20
-
Jadwal Siaran Langsung Liga Europa di SCTV dan Vidio Hari Ini, Kamis 21 September 2023
Liga Eropa UEFA 21 September 2023, 09:15
LATEST UPDATE
-
Menyala Bersama Kanada, John Herdman Dinilai Cocok Nahkodai Timnas Indonesia
Tim Nasional 6 Januari 2026, 18:07
-
Resmi! Chelsea Perkenalkan Liam Rosenior Sebagai Manajer Baru
Liga Inggris 6 Januari 2026, 17:42
-
Live Streaming Lecce vs Roma - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 6 Januari 2026, 17:00
-
AC Milan Cari Bek Baru, Nathan Ake Jadi Peluang atau Sekadar Mimpi?
Liga Italia 6 Januari 2026, 15:28
-
Prediksi West Ham vs Nottingham Forest 7 Januari 2026
Liga Inggris 6 Januari 2026, 15:19
-
Luapan Emosi Gonzalo Garcia Usai Cetak Hattrick di Laga Madrid vs Betis
Liga Spanyol 6 Januari 2026, 14:57
-
Prediksi Pisa vs Como 6 Januari 2026
Liga Italia 6 Januari 2026, 14:43
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40























KOMENTAR