
Bola.net - Timnas Prancis total sudah mengemas dua trofi Piala Dunia. Les Bleus pertama kali merengkuh trofi Piala Dunia pada 1998, kemudian yang kedua pada 2018.
Piala Dunia 1998 di Prancis menjadi Piala Dunia pertama dengan peserta berjumlah 32 tim dan dibagi dalam delapan grup. Format tersebut bertahan hingga saat ini. Pada perhelatan sebelumnya, 1994, Piala Dunia hanya diikuti 24 negara.
Sebagai tuan rumah, Prancis menjadi tim underdog karena saat itu materi para pemain begitu 'hijau'. Namun, tak ada yang menyangka Zinedine Zidane dkk. bisa melangkah jauh. Faktanya, pasukan Aime Jacquet mampu melenggang hingga ke partai puncak.
Di final, Prancis mesti berhadapan dengan juara bertahan, Brasil, yang tentunya lebih difavoritkan menjadi kampiun lantaran bertabur bintang, seperti Roberto Carlos, Dunga, Rivaldo, Bebeto, serta Sang Fenomena, Ronaldo.
Namun, pemandangan yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Prancis lebih mendominasi pertandingan dan menggasak tim Samba dengan skor telak 3-0.
Ritual Unik
Ada kisah unik ketika kepala botak mantan kiper Manchester United, Fabien Barthez kerap dicium Laurent Blanc. Blanc yang saat itu menjabat sebagai kapten Les Bleus di Piala Dunia 1998 memang kerap mencium kepala plontos rekannya tersebut.
Mereka melakukan aksi yang terkesan konyol itu sebelum atau saat bertanding, khususnya ketika Prancis berhasil mencetak gol. Setidaknya Barthez, Blanc, maupun skuad Les Bleus saat itu percaya ciuman tersebut membawa mereka menjadi kampiun saat bertindak sebagai tuan rumah Piala Dunia kala itu.
Diperkuat Bintang-bintang saat Berada di Top Performa
Selain itu, skuad Prancis memang berada dalam masa keemasan. Saat itu, mereka diperkuat pemain-pemain top macam Lilian Thuram, Zinedine Zidane, Bixente Lizarazu, Fabien Barthez, Thierry Henry, hingga Emmanuel Petit. Dari lini depan hingga belakang, semuanya menyandang status bintang.
Perjalanan Prancis hingga babak final begitu mulus. Mereka sangat dominan ketika berjumpa Paraguay, Italia, Kroasia, hingga menaklukkan Brasil di partai pamungkas. Tak hanya itu, Barthez juga hanya kebobolan dua gol sepanjang turnamen.
Fakta itu membuat pria berusia 48 tahun tersebut sempat didapuk sebagai kiper terbaik Piala Dunia 1998.
"Brasil adalah tanah sepak bola. Mereka punya banyak gairah. Namun, ketika segala sesuatunya sulit, pemain Prancis cenderung menunjukkan kinerja yang hebat" ujar Deschamps saat usai meraih trofi Piala Dunia dilansir L’Equipe.
Kejeniusan Seorang Aime Jacquet
Jacquet mulai memimpin timnya pada gelaran Piala Eropa 1996 di Inggris. Ia sempat mengangkat Eric Cantona menjadi kapten. Pemain yang sedang bersinar bersama Manchester United itu diproyeksikan oleh Jacquet untuk menjadi pemimpin Prancis dalam gelaran Piala Eropa 1996 dan Piala Dunia 1998.
Namun, insiden tendangan kung-fu Cantona kepada seorang suporter pada Januari 1995 membuat ia harus absen selama setahun dari sepakbola internasional. Jacquet bingung. Ia harus segera menentukan tim untuk pergi ke Inggris pada 1996.
Akhirnya ia membuat keputusan yang cukup berani. Ia mengesampingkan nama-nama senior macam Jean-Pierre Papin, Cantona, dan David Ginola. Sebagai gantinya ia membawa darah baru seperti Zinedine Zidane.
Dan terbukti pada Piala Dunia 1998, insting dan racikan strateginya mampu mengantarkan Prancis meraih gelar Piala Dunia pertamanya.
(Bola.net/Yoga Radyan)
Baca Juga:
- Mengenang Gol Istimewa Dennis Bergkamp yang Buyarkan Mimpi Argentina di Piala Dunia 1998
- Michael Owen, Si Bocah Ajaib Inggris di Piala Dunia 1998
- Jadwal Resmi Dimajukan Sehari, Qatar vs Ekuador Jadi Laga Pembuka Piala Dunia 2022
- Piala Dunia 2014: Pergantian Kiper yang Jenius dari Louis van Gaal di Perempat Final
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kecupan Blanc di Kepala Barthez, Jimat Prancis di Piala Dunia 1998
Piala Dunia 12 Agustus 2022, 20:01
-
5 Anggota Timnas Prancis yang Tenggelam Usai Juara Piala Dunia 2018
Piala Dunia 3 Agustus 2022, 15:59
-
Final Piala Dunia 1998: Magis Zinedine Zidane dan Misteri 'Sakit' Ronaldo
Piala Dunia 3 Agustus 2022, 09:11
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Man City vs Bournemouth: Marc Guehi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 22:12
-
Hasil Man City vs Bournemouth: Dua Bek Bawa City Epic Comeback di Laga Perdana EPL!
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:58
-
Al-Hilal Goda Gabriel Martinelli untuk Cabut dari Arsenal
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:25
-
Here We Go! Man City Keluarkan Rp 2 Triliun untuk Datangkan Ayyoub Bouaddi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:07
-
Wow! Barcelona Bakal Lepas Alejandro Balde ke Manchester United?
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 20:00
-
Dipermalukan Tim Promosi, Luke Shaw Yakin MU Bakal Bersinar di Musim 2026/2027
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 19:30
-
Peringatan Inter Milan untuk Barcelona: Lautaro Martinez Tidak Dijual, Titik!
Liga Italia 23 Agustus 2026, 19:00
-
Mantap! Como Segera Datangkan Mantan Bek Manchester United
Liga Italia 23 Agustus 2026, 18:30
-
Absen Lawan Hull City, Seberapa Parah Cedera Amad Diallo?
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 18:00
-
Bawa Real Madrid Bekuk Espanyol, Jose Mourinho Sanjung Habis Carlos Espi
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 17:30
-
Gabung MU, Ini Nomor Punggung yang Bisa Dikenakan Carlos Baleba
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 17:00
-
Kabar Baik MU! Carlos Baleba Sudah Lolos Tes Medis dan Teken Kontrak!
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 16:37
-
Link Streaming Torino vs Milan - Senin 24 Agustus 2026
Liga Italia 23 Agustus 2026, 14:54
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR