Bola.net - Di Piala Dunia 2014, Timnas Italia diperhitungkan sebagai kandidat juara turnamen empat tahunan tersebut. Namun pada prakteknya, nasib Gli Azzurri kandas dengan mengenaskan.
Timnas Italia gagal lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2014. Ini disebabkan mereka kalah dari wakil Amerika Selatan, Uruguay 0-1 pada pertandingan terakhir Grup D. Tim asuhan Cesare Prandelli itu pun hanya menempati peringkat ketiga pada klasemen akhir Grup D dengan raihan tiga poin.
Dengan pencapaian tersebut, Gli Azzurri mengulang pencapaian pada Piala Dunia 2010 yang pada saat itu mereka juga gagal lolos dari fase grup penyisihan. Saat itu berstatus juara bertahan, Italia malah secara tragis menempati posisi buncit di bawah Paraguay, Slovakia, dan Selandia Baru.
Italia sebenarnya mengawali turnamen dengan cemerlang, menumbangkan Inggris 2-1, lewat gol Claudio Marchisio dan Mario Balotelli. Namun, pada partai kedua melawan Kosta Rika, mereka secara mengejutkan takluk dengan skor tipis 0-1.
Dan, hal tersebut membuat Gli Azzurri mau tidak mau harus raih kemenangan melawan Uruguay pada laga terakhir. Sialnya, malah hasil kekalahan yang diraih Gianluigi Buffon dkk. dan membuat Italia pulang lebih dini.
Presiden FIGC Mundur
Usai mendapatkan hasil buruk pada gelaran Piala Dunia 2014, Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Giancarlo Abate langsung mengumumkan mundur dari jabatanya.
"Saya ingin mengumumkan pengunduran diri saya. Ketika kami kembali ke Italia, saya akan melakukan pertemuan dengan federasi dan berharap (Prandelli) bisa menarik kembali pengunduran dirinya. Saya sudah membuat keputusan ini sebelum Piala Dunia," ungkap Abete dilansir dari Football Italia.
Prandelli Lakukan Banyak Kesalahan
Penilaian ini hadir dari legenda hidup Italia, Salvatore Schillaci yang menilai Cesare Prandelli begitu banyak melakukan kesalahan besar dalam memilih skuat Gli Azzurri yang dibawanya untuk turnamen Piala Dunia 2014.
Penilaian Schillaci ini disampaikan setelah Italia dipastikan tersingkir dari Piala Dunia. Kekalahan atas Uruguay telah memaksa anak asuh Prandelli ini tersisih dari fase penyisihan grup.
''Prandelli telah melakukan pemanggilan yang keliru karena dia telah memboyong terlalu banyak pemain yang sebelumnya tidak pernah bermain di timnas. Mereka menjadi miskin pengalaman,'' kata pria yang pernah menjadi pahlawan bagi Italia pada Piala Dunia 1990 ini kepada Rai Radio 2.
''Kesalahan lainnya dia hanya mengambil dua striker saja. Ini membuatnya keliru menyusun skuat dari awal,'' tambahnya.
Balotelli Dituduh Biang Kerok
Balotelli tak terima dengan tuduhan banyak suporter timnas Italia yang menyebut dirinya sebagai penyebab utama kegagalan tim nasional di Piala Dunia 2014. Striker berdarah Ghana ini malah menganggap tuduhan fans itu sebagai tindakan rasis.
Kritikan tak cuma melayang kepada penampilan Gli Azzurri. Balotelli disebut-sebut sebagai biang kegagalan. Salah satu fans lewat video yang diunggah di instagram menyebut: "Mario bukan orang Italia'.
"Saya Mario Balotelli, 23 tahun, dan saya tak memilih untuk jadi orang Italia. Saya benar-benar punya keinginan kuat karena saya lahir di Italia dan hidup di Italia," kata Balotelli membalas dan dikutip Football Italia.
"Saya sangat ingin tampil oke di Piala Dunia kali ini. Saya sedih, marah dan kecewa dengan diri saya sendiri." tutup Balotelli.
(Bola.net/Yoga Radyan)
Baca Juga:
- Piala Dunia 2010: Langkah Mengejutkan Korea Selatan Lolos dari Fase Grup
- Mengenang Kesaktian Korea Selatan, Tim Asia Pertama yang Melaju ke Semifinal Piala Dunia 2002
- Fabio Grosso, Bek yang Hancurkan Jerman di Semifinal Piala Dunia 2006
- Kisah Turki, Kuda Hitam yang Mampu Menembus Semifinal Piala Dunia 2002
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kisah Sedih Timnas Italia di Piala Dunia 2014
Piala Dunia 24 Agustus 2022, 19:48
-
Fabio Grosso, Bek yang Hancurkan Jerman di Semifinal Piala Dunia 2006
Piala Dunia 23 Agustus 2022, 18:54
-
Gianluigi Buffon dan Performa Apiknya di Piala Dunia 2006
Tim Nasional 18 Agustus 2022, 19:41
-
5 Pemain asal Italia yang Bermain di Premier League Saat Ini
Editorial 15 Agustus 2022, 14:55
LATEST UPDATE
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
-
Barcelona Siapkan Manuver Kejutan: Viktor Gyokeres Masuk Radar Transfer
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 21:23
-
Here We Go! AC Milan Gelontorkan Rp 1 Triliun untuk Boyong Pemain Timnas Belgia Ini
Liga Italia 17 Agustus 2026, 20:57
-
Tidak Ada yang Gratis Bagi Marcus Rashford di MU: Dia Harus Berjuang!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 20:30
-
3 Tahun Deco di Barcelona: Sang Arsitek Era Baru Blaugrana
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 20:16
-
Juventus Incar 2 Pemain AC Milan Sekaligus: Youssouf Fofana dan Fikayo Tomori
Liga Italia 17 Agustus 2026, 19:18
-
Juventus Resmikan Transfer John Lucumi dari Bologna
Liga Italia 17 Agustus 2026, 19:04
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR