
Bola.net - Timnas Inggris meraih kemenangan tipis 1-0 atas Andorra dalam laga kualifikasi Piala Dunia di Barcelona, Sabtu (7/6/2025) malam WIB. Satu-satunya gol dicetak Harry Kane di babak kedua, namun performa The Three Lions jauh dari memuaskan.
Thomas Tuchel sendiri mengaku tidak puas dengan penampilan timnya melawan tim peringkat 173 dunia tersebut. Mantan kapten Manchester United, Roy Keane, bahkan lebih keras lagi mengkritik sikap pemain Inggris.
"Kekhawatiran saya adalah ketika melihat pemain terlihat bosan. Beberapa pemain terlihat seperti kehilangan motivasi di 30 menit terakhir," ujar Keane dalam analisisnya di ITV.
Padahal, sebagai tim besar, Inggris diharapkan bisa mencetak lebih banyak gol melawan tim selevel Andorra. Keane menegaskan pemain seharusnya tetap menunjukkan semangat untuk mengesankan pelatih baru mereka.
Performa Inggris yang Mengecewakan

Meski meraih kemenangan, Inggris tampil tanpa greget melawan Andorra. Tuchel mengakui bahwa penampilan timnya jauh dari harapan, terutama dalam menciptakan peluang.
Roy Keane lebih tegas lagi dengan menyebut para pemain terlihat bosan dan tidak bersemangat. Dia menilai mentalitas mereka turun drastis setelah Kane mencetak gol.
"Saya khawatir ketika melihat pemain seperti kehilangan motivasi. Beberapa pemain terlihat bosan di 30 menit terakhir, dan itu... Saya tidak suka melihatnya," kata Keane.
"Begitu gol tercipta, mereka seperti bilang, 'Ah, pekerjaan selesai'. Padahal lawannya Andorra, seharusnya bisa cetak lebih banyak gol," tambahnya.
Kritik Tajam untuk Pemain Depan Inggris

Keane menyoroti ketergantungan berlebihan pada Harry Kane sebagai satu-satunya pencetak gol. Dia menuntut pemain depan lain seperti Cole Palmer, Morgan Rodgers, hingga Noni Madueke memberikan dampak lebih dalam tim.
Menurutnya, para pemain muda harus menunjukkan dampak lebih besar dalam laga-laga semacam ini. Keane juga mempertanyakan sikap mereka yang seolah puas dengan satu gol.
"Pemain-pemain ini harus mengesankan pelatih baru. Mereka harus tunjukkan itu lewat sikap di atas lapangan," tegas Keane.
"Kane memang andalan, tapi pemain serang lain harus berpikir, 'Saya harus membuat perbedaan di sini'," lanjutnya.
Performa Buruk Inggris, Kenapa?
Keane mencoba memahami faktor kelelahan di akhir musim sebagai salah satu penyebab. Namun, dia menegaskan bahwa alasan itu tidak bisa dijadikan pembenaran untuk sikap yang buruk.
Tuchel sendiri tampak frustrasi di pinggir lapangan melihat timnya kesulitan menekan Andorra. Keane menilai masalah mentalitas ini harus segera diperbaiki.
"Kami sering mencoba mencari alasan untuk Inggris. Musim memang panjang, tapi itu bukan pembenaran," ujar Keane.
"Saya sangat kecewa dengan sikap Inggris setelah gol tercipta. Pelatih pasti tidak senang dengan performa di 30 menit terakhir," tandasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ruben Amorim Tak Masalah MU Dikritik Legenda: Ya Wajar Sih
Liga Italia 10 Mei 2025, 08:19
LATEST UPDATE
-
Prediksi Susunan Pemain Milan vs Como: Siapa Gantikan Rabiot? Rafael Leao Starter
Liga Italia 18 Februari 2026, 20:29
-
Live Streaming Wolves vs Arsenal - Link Nonton Premier League/Liga Inggris di Vidio
Liga Inggris 18 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Olympiacos vs Leverkusen - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 18 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Bodo/Glimt vs Inter - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 18 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Milan vs Como - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 18 Februari 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48























KOMENTAR