
Bola.net - Ada cerita unik di balik perjuangan Timnas Italia menembus Piala Dunia 2026, yang melibatkan ikatan batin antara Riccardo Calafiori dan Gennaro Gattuso. Bek Arsenal tersebut berkelakar bahwa dalam beberapa bulan terakhir, intensitas komunikasinya dengan sang pelatih melampaui komunikasinya dengan sang ibu sendiri.
Kehangatan hubungan ini menjadi fondasi penting bagi kekuatan mental para pemain di tengah badai cedera dan jadwal padat. Gattuso tampaknya memahami betul bagaimana cara menyentuh sisi manusiawi dari para pemain muda yang ia asuh.
Sejak debutnya di bawah Luciano Spalletti, Calafiori telah berkembang menjadi pilar pertahanan yang tak tergantikan dengan 12 caps internasional. Namun, dukungan ekstra dari Gattuso-lah yang membuatnya tetap merasa dekat dengan tim meski sempat menepi.
Pendekatan personal seperti ini jarang terlihat di level kompetisi setinggi kancah internasional yang biasanya kaku. Gattuso berhasil menciptakan atmosfer kekeluargaan yang membuat para pemain merasa dilindungi dan dihargai.
Kini, ikatan emosional tersebut diharapkan mampu bertransformasi menjadi semangat juang di atas lapangan hijau. Calafiori merasa lebih dari siap untuk membalas kepercayaan sang pelatih dengan performa maksimal.
Perhatian Ekstra Gattuso di Masa Sulit

Riccardo Calafiori mengakui bahwa sikap proaktif Gattuso sangat membantunya, terutama saat ia sempat absen karena masalah kebugaran. Pelatih legendaris tersebut rajin menjalin komunikasi untuk memastikan kondisi mental anak asuhnya tetap terjaga.
"Saya sangat menghargai sikap pelatih. Saya berbicara lebih banyak dengannya daripada dengan ibu saya dalam beberapa bulan terakhir," kelakar Calafiori sembari tersenyum.
Sifat pemalu sang bek berhasil dicairkan oleh pendekatan Gattuso yang selalu hadir di saat-saat paling sulit. Kehadiran sang pelatih memberikan rasa aman bagi Calafiori untuk tetap fokus pada proses pemulihan dan peningkatan kualitasnya.
"Saya cukup pemalu, tetapi dia pandai menjaga jarak dekat dengan saya karena ada saat ketika saya absen," imbuhnya mengenai perhatian Gattuso.
Makan Malam dan Wejangan Para Legenda
Momen kebersamaan di luar lapangan menjadi kunci persatuan yang diagung-agungkan oleh skuad Italia saat ini. Calafiori mengenang sebuah makan malam santai yang diinisiasi oleh Gattuso, di mana suasana terasa sangat akrab seperti perkumpulan sahabat lama.
"Malam itu terasa seperti malam bersama teman-teman. Kami berbicara tentang sepak bola dan hal-hal lain," kenang mantan bek Roma tersebut.
Acara tersebut tidak hanya diisi oleh jajaran pelatih saat ini, tetapi juga dihadiri figur legendaris seperti Gianluigi Buffon dan Leonardo Bonucci. Kehadiran para senior ini memberikan perspektif baru bagi para pemain muda mengenai arti sebuah tanggung jawab besar.
"Buffon dan Leo ada di sana juga, dan mereka berbicara kepada kami tentang pengalaman mereka," katanya menceritakan momen berharga tersebut.
Persatuan sebagai Senjata Rahasia
Bagi Calafiori, taktik dan teknik memang krusial, namun persatuanlah yang akan membawa sebuah tim melangkah lebih jauh. Pesan persatuan inilah yang ingin ia sampaikan kepada seluruh pendukung Italia agar tetap memberikan energi positif.
"Pesan yang ingin kami sampaikan adalah bersatu, sedekat mungkin, dan sangat positif, karena saya pikir itu akan membantu kami," ungkap Calafiori dengan nada optimis.
Ia percaya bahwa ketika semua orang menginginkan hal yang sama, rintangan apa pun akan lebih mudah untuk dilewati. Kedekatan emosional dengan Gattuso menjadi bukti bahwa tim ini dibangun di atas landasan kepercayaan yang sangat kuat.
"Mengapa kita harus mempersulit hidup kita sendiri? Saya suka berpikir positif. Pada akhirnya, ketika seseorang memiliki pola pikir positif, ia mencapai apa yang diinginkannya," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Radar Transfer Arsenal: Tiga Pilar Newcastle Masuk Bidikan Arteta
Liga Inggris 25 Maret 2026, 04:42
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59























KOMENTAR