
Bola.net - Piala Dunia 2026 kembali jadi pembahasan panas, terutama terkait harga tiket yang dinilai sangat tinggi. Banyak penggemar mengaku kesulitan menjangkau biaya untuk menyaksikan langsung turnamen terbesar sepak bola dunia ini.
Gelombang penjualan tiket terbaru justru memicu kekecewaan di kalangan penggemar global. Alih-alih antusias, banyak yang mempertanyakan kebijakan harga yang dianggap melampaui ekspektasi awal.
FIFA membuka fase penjualan tambahan mendekati hari pertandingan. Tiket untuk seluruh 104 laga tersedia dengan sistem siapa cepat dia dapat.
Namun, harga yang ditawarkan tetap menjadi hambatan utama. Tiket paling mahal untuk final bahkan mencapai hampir $11.000 (sekitar Rp187 juta), angka yang jauh dari jangkauan mayoritas penonton.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar tentang strategi penjualan tiket. Banyak pihak mulai menilai pendekatan FIFA tidak sepenuhnya berpihak pada penggemar.
Harga Tiket Melonjak Jauh dari Janji Awal

Pada tahap awal, tiket dijanjikan mulai dari $21 (sekitar Rp357 ribu). Kenyataannya, tiket termurah yang tersedia justru berada di kisaran $60 (sekitar Rp1,02 juta) dan jumlahnya sangat terbatas.
Harga tiket kategori lain bahkan jauh lebih tinggi dari rencana awal. Untuk partai final, harga naik dari $8.680 menjadi $10.990 (sekitar Rp187 juta).
Kenaikan ini memicu kritik dari berbagai kelompok penggemar. Mereka menilai harga tersebut tidak sesuai dengan janji awal saat proses bidding tuan rumah.
Faktor Amerika Serikat dalam Penentuan Harga

Sebagian besar pertandingan Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Serikat. Kondisi ini memengaruhi struktur harga karena pasar olahraga di negara tersebut tergolong matang dan kompetitif.
Penggemar di Amerika Serikat terbiasa dengan harga tinggi untuk acara olahraga premium. Hal ini membuat FIFA melihat peluang besar untuk memaksimalkan pendapatan.
Strategi ini berdampak pada kenaikan harga secara keseluruhan. Penonton dari negara lain pun ikut terdampak oleh standar harga tersebut.
Peran Dynamic Pricing dalam Kenaikan Harga

FIFA menerapkan sistem dynamic pricing atau harga dinamis dalam penjualan tiket. Harga bisa berubah secara real-time tergantung permintaan, ketersediaan, dan waktu pembelian.
Model ini umum digunakan di industri olahraga Amerika Serikat. Namun, penerapannya di ajang global memicu perdebatan karena dianggap tidak ramah bagi penggemar biasa.
Beberapa pihak menilai pendekatan ini lebih berfokus pada keuntungan. Akibatnya, akses bagi penonton dengan anggaran terbatas menjadi semakin sempit.
Risiko Tiket Tidak Terjual dan Reaksi Penggemar

Meski harga tinggi, FIFA tetap optimistis tiket akan habis terjual. Berdasarkan logika pasar, harga bisa turun jika permintaan melemah.
Namun, kenyataan tidak selalu berjalan sesuai teori. Ada kemungkinan sebagian penggemar memilih mundur karena kecewa dengan strategi harga yang diterapkan.
Data penjualan awal menunjukkan beberapa pertandingan belum mencapai target. Hal ini menjadi sinyal bahwa harga bisa memengaruhi minat secara signifikan.
Pada akhirnya, Piala Dunia 2026 menghadapi tantangan menjaga keseimbangan antara keuntungan dan aksesibilitas. Jika tidak dikelola dengan tepat, pengalaman menonton langsung bisa semakin eksklusif dan jauh dari jangkauan banyak penggemar.
Sumber: Al Jazeera
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
FIFA Pastikan Tak Ada Rencana Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 24 April 2026, 13:33
-
Piala Dunia 2026: Kenapa Harga Tiket Sangat Mahal dan Apa Dampaknya?
Piala Dunia 24 April 2026, 00:49
-
Utusan Donald Trump Ingin Timnas Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 April 2026, 12:03
LATEST UPDATE
-
Marcus Rashford Kembali, Michael Carrick Tegaskan Statusnya di Manchester United
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 13:17
-
Bradley Barcola ke Liverpool Makin Terbuka, PSG Belum Tutup Pintu
Liga Eropa Lain 13 Agustus 2026, 13:00
-
Formasi Pertahanan Terbaik Liverpool dengan Ronald Araujo
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 12:14
-
Djed Spence Segera Gabung Inter Milan, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Liga Italia 13 Agustus 2026, 12:08
-
Chelsea Tetapkan Batas Waktu Transfer Enzo Fernandez, Manchester City Harus Bergerak
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 11:38
-
4 Talenta Akademi Real Madrid yang Bisa Masuk Rencana Jose Mourinho
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 11:16
-
Senne Lammens Ganti Nomor Punggung di Manchester United
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 11:08
-
La Liga 2026/27: Superkomputer Prediksi Barcelona Juara, Real Madrid Runner-up
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 10:42
-
Ayah Lionel Messi Meninggal, Cristiano Ronaldo Kirim Pesan Penuh Dukungan
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026, 10:38
-
Manchester United Menang atas Leeds, 3 Catatan Penting dari Laga Pramusim
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 10:10
-
Cristian Romero Menuju Atletico Madrid, Tottenham Perlu Cari Pengganti Sang Kapten
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 10:06
-
Paul Pogba Menuju MLS? Deretan Klub Ini Punya Alasan untuk Merekrutnya
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026, 09:59
-
7 Pemain AC Milan yang Bisa Isi Berbagai Posisi dalam Skema 3-4-2-1 Amorim
Liga Italia 13 Agustus 2026, 09:14
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR