Kekacauan Tiket Piala Dunia 2026: Server Eror, Antrean Sampai 90 Menit, Sampai Ada Tiket Bekas

Kekacauan Tiket Piala Dunia 2026: Server Eror, Antrean Sampai 90 Menit, Sampai Ada Tiket Bekas
Seorang fan Irak mencium replika trofi Piala Dunia di laga playoff antara Irak vs Meksiko, 1 April 2026 di Monterrey. (c) AP Photo/Fernando Llano

Bola.net - Penjualan tiket Piala Dunia 2026 kembali dibuka pada Rabu 1 April 2026, namun prosesnya langsung diwarnai gangguan teknis. Banyak suporter mengalami antrean virtual panjang tanpa kepastian, bahkan sebagian tertahan lebih dari 90 menit.

Selain itu, masalah teknis juga terjadi pada sistem daring FIFA. Sejumlah pembeli justru diarahkan ke tautan antrean yang tidak sesuai, yakni jalur khusus suporter dari enam negara yang telah lolos kualifikasi.

FIFA awalnya tidak memberikan penjelasan rinci, sebelum kemudian menyatakan sistem kembali normal menjelang siang hari.

Setelah kendala teknis mereda, perhatian publik beralih pada mekanisme penjualan dan harga tiket yang memicu kontroversi.

1 dari 3 halaman

Skema Penjualan dan Tiket Berkala

Fans Irak ketika mendukung timnya tampil di playoff Piala Dunia 2026 melawan Bolivia di Monterrey, Meksiko, 1 April 2026. (c) AP Photo/Fernando Llano

Fans Irak ketika mendukung timnya tampil di playoff Piala Dunia 2026 melawan Bolivia di Monterrey, Meksiko, 1 April 2026. (c) AP Photo/Fernando Llano

Pada fase penjualan kelima ini, FIFA memperkenalkan sistem baru yang memungkinkan suporter memilih lokasi kursi secara langsung di stadion. Sebelumnya, pembelian hanya berbasis kategori tanpa informasi posisi tempat duduk.

Kebijakan ini akan diterapkan hingga turnamen berlangsung, yang mencakup total 104 pertandingan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Namun demikian, FIFA tidak merilis seluruh tiket secara bersamaan.

Sebaliknya, tiket akan didistribusikan secara bertahap dalam beberapa gelombang. Hingga kini, belum ada rincian pasti mengenai ketersediaan tiket untuk setiap pertandingan maupun kategori harga yang tersisa.

2 dari 3 halaman

Kontroversi Harga Dinamis dan Protes Kongres

Trofi Piala Dunia FIFA dipajang saat proses undian playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Zurich, Swiss, Kamis, 20 November 2025. (c) Claudio Thoma/Keystone via AP

Trofi Piala Dunia FIFA dipajang saat proses undian playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Zurich, Swiss, Kamis, 20 November 2025. (c) Claudio Thoma/Keystone via AP

Isu utama muncul dari penerapan sistem harga dinamis oleh FIFA. Kebijakan ini memungkinkan harga tiket berubah sesuai permintaan, sehingga memicu kritik luas dari publik.

Pada penjualan Desember lalu, harga tiket tercatat berkisar antara 140 hingga 8.680 dolar AS. Kenaikan ini dinilai memberatkan suporter dan berpotensi membatasi akses masyarakat.

Sebanyak 69 anggota parlemen Partai Demokrat AS kemudian mengirim surat kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebagai bentuk protes resmi. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak sejalan dengan prinsip inklusivitas yang selama ini dikampanyekan FIFA.

"Konsekuensi dari harga dinamis ini akan membuat Piala Dunia 2026 menjadi turnamen paling eksklusif, serta sangat sulit diakses secara finansial," tegas perwakilan anggota kongres dalam surat tersebut.

Menanggapi tekanan tersebut, FIFA menyatakan akan menyediakan tiket dengan harga lebih terjangkau, yakni sekitar 60 dolar AS untuk kelompok suporter tertentu. Kuota tiket ini diperkirakan berkisar antara 400 hingga 700 lembar per negara di setiap pertandingan.

3 dari 3 halaman

Sengkarut Tiket Bekas dan Klaim Infantino

Di sisi lain, pasar tiket jual kembali juga menjadi sorotan. FIFA mengelola secara langsung platform resmi resale dan menerapkan potongan biaya administrasi sebesar 15 persen bagi penjual dan pembeli.

Kondisi ini memicu kritik karena dianggap memberikan keuntungan tambahan bagi penyelenggara. Selain itu, suporter dari negara yang gagal lolos, seperti Italia, Polandia, Denmark, Jamaika, dan Bolivia, mulai menjual kembali tiket mereka di pasar sekunder.

Lonjakan harga di pasar ini bahkan mendorong kelompok suporter melapor ke Komisi Eropa. Namun demikian, Gianni Infantino menegaskan bahwa mekanisme tersebut sah secara hukum di Amerika Serikat.

"Ini setara dengan permintaan untuk 1.000 tahun Piala Dunia sekaligus, ini unik dan luar biasa," puji Infantino.

Sebelumnya, Infantino juga menyatakan tingginya minat publik terhadap Piala Dunia 2026. Ia menyebut jumlah permintaan tiket yang masuk sangat besar, bahkan melampaui kapasitas normal penyelenggaraan.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL