
Bola.net - Penjualan tiket Piala Dunia 2026 kembali dibuka pada Rabu 1 April 2026, namun prosesnya langsung diwarnai gangguan teknis. Banyak suporter mengalami antrean virtual panjang tanpa kepastian, bahkan sebagian tertahan lebih dari 90 menit.
Selain itu, masalah teknis juga terjadi pada sistem daring FIFA. Sejumlah pembeli justru diarahkan ke tautan antrean yang tidak sesuai, yakni jalur khusus suporter dari enam negara yang telah lolos kualifikasi.
FIFA awalnya tidak memberikan penjelasan rinci, sebelum kemudian menyatakan sistem kembali normal menjelang siang hari.
Setelah kendala teknis mereda, perhatian publik beralih pada mekanisme penjualan dan harga tiket yang memicu kontroversi.
Skema Penjualan dan Tiket Berkala

Pada fase penjualan kelima ini, FIFA memperkenalkan sistem baru yang memungkinkan suporter memilih lokasi kursi secara langsung di stadion. Sebelumnya, pembelian hanya berbasis kategori tanpa informasi posisi tempat duduk.
Kebijakan ini akan diterapkan hingga turnamen berlangsung, yang mencakup total 104 pertandingan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Namun demikian, FIFA tidak merilis seluruh tiket secara bersamaan.
Sebaliknya, tiket akan didistribusikan secara bertahap dalam beberapa gelombang. Hingga kini, belum ada rincian pasti mengenai ketersediaan tiket untuk setiap pertandingan maupun kategori harga yang tersisa.
Kontroversi Harga Dinamis dan Protes Kongres

Isu utama muncul dari penerapan sistem harga dinamis oleh FIFA. Kebijakan ini memungkinkan harga tiket berubah sesuai permintaan, sehingga memicu kritik luas dari publik.
Pada penjualan Desember lalu, harga tiket tercatat berkisar antara 140 hingga 8.680 dolar AS. Kenaikan ini dinilai memberatkan suporter dan berpotensi membatasi akses masyarakat.
Sebanyak 69 anggota parlemen Partai Demokrat AS kemudian mengirim surat kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebagai bentuk protes resmi. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak sejalan dengan prinsip inklusivitas yang selama ini dikampanyekan FIFA.
"Konsekuensi dari harga dinamis ini akan membuat Piala Dunia 2026 menjadi turnamen paling eksklusif, serta sangat sulit diakses secara finansial," tegas perwakilan anggota kongres dalam surat tersebut.
Menanggapi tekanan tersebut, FIFA menyatakan akan menyediakan tiket dengan harga lebih terjangkau, yakni sekitar 60 dolar AS untuk kelompok suporter tertentu. Kuota tiket ini diperkirakan berkisar antara 400 hingga 700 lembar per negara di setiap pertandingan.
Sengkarut Tiket Bekas dan Klaim Infantino
Di sisi lain, pasar tiket jual kembali juga menjadi sorotan. FIFA mengelola secara langsung platform resmi resale dan menerapkan potongan biaya administrasi sebesar 15 persen bagi penjual dan pembeli.
Kondisi ini memicu kritik karena dianggap memberikan keuntungan tambahan bagi penyelenggara. Selain itu, suporter dari negara yang gagal lolos, seperti Italia, Polandia, Denmark, Jamaika, dan Bolivia, mulai menjual kembali tiket mereka di pasar sekunder.
Lonjakan harga di pasar ini bahkan mendorong kelompok suporter melapor ke Komisi Eropa. Namun demikian, Gianni Infantino menegaskan bahwa mekanisme tersebut sah secara hukum di Amerika Serikat.
"Ini setara dengan permintaan untuk 1.000 tahun Piala Dunia sekaligus, ini unik dan luar biasa," puji Infantino.
Sebelumnya, Infantino juga menyatakan tingginya minat publik terhadap Piala Dunia 2026. Ia menyebut jumlah permintaan tiket yang masuk sangat besar, bahkan melampaui kapasitas normal penyelenggaraan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR