
Bola.net - Piala Dunia 2026 menghadirkan pengalaman berbeda terkait penggunaan video assistant referee (VAR). Meski teknologi yang digunakan serupa, banyak penggemar sepak bola merasa kontroversi VAR jauh lebih sedikit dibanding Premier League.
Menariknya, data menunjukkan jumlah intervensi VAR di Piala Dunia 2026 justru tidak jauh berbeda dengan kompetisi Inggris tersebut. Perbedaan persepsi muncul karena cara pertandingan dan tayangan televisi disajikan kepada publik.
Dalam atmosfer turnamen besar, kontroversi biasanya cepat berlalu karena pertandingan berlangsung hampir setiap hari. Situasi itu berbeda dengan Premier League yang menghadirkan pembahasan panjang terhadap satu insiden selama berhari-hari.
Faktor kecepatan pengambilan keputusan juga berperan penting dalam membentuk pandangan penonton. Semakin singkat proses peninjauan, semakin kecil peluang munculnya perdebatan yang berkepanjangan.
Standar Wasit Tertinggi di Turnamen Dunia
FIFA memilih 51 wasit terbaik dan 30 petugas video terbaik dari berbagai negara untuk bertugas di Piala Dunia 2026. Langkah tersebut bertujuan menghadirkan standar kepemimpinan pertandingan yang konsisten dan berkualitas tinggi.
Kepala Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menginginkan pertandingan berjalan lebih mengalir dengan kontak fisik yang wajar. Filosofi itu sejalan dengan pendekatan yang selama ini diterapkan di Premier League.
Data menunjukkan jumlah pelanggaran di Piala Dunia 2026 hanya 21,7 per pertandingan. Angka tersebut hampir identik dengan Premier League musim lalu yang berada di angka 21,6 pelanggaran per laga.
Intervensi VAR Justru Lebih Sedikit
Collina menginginkan batas toleransi yang lebih tinggi terhadap duel fisik di lapangan. Konsekuensinya, petugas VAR juga diminta tidak terlalu sering masuk dalam proses pengambilan keputusan.
Pada Piala Dunia 2026, rata-rata intervensi VAR mencapai 0,33 per pertandingan. Angka itu turun dibanding Piala Dunia 2022 yang mencapai 0,41 intervensi per laga.
Premier League bahkan memiliki rata-rata intervensi lebih rendah, yakni 0,29 per pertandingan. Fakta tersebut menunjukkan persepsi publik tidak selalu sejalan dengan data yang tersedia.
Kecepatan Jadi Kunci Utama
Salah satu alasan VAR terasa lebih baik di Piala Dunia 2026 adalah durasi pemeriksaan yang lebih singkat. FIFA mendorong petugas video untuk mengambil keputusan cepat tanpa terlalu lama menganalisis tayangan ulang.
Penundaan yang panjang sering memicu keraguan dan ketidakpuasan penonton. Karena itu, proses yang efisien membantu menjaga ritme pertandingan tetap berjalan dengan baik.
Teknologi semi-otomatis offside generasi terbaru juga membantu mempercepat keputusan. Asisten wasit menerima peringatan suara ketika pemain berada minimal 10 sentimeter dalam posisi offside.
Cara Tayangan Televisi Membentuk Persepsi
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana insiden ditampilkan kepada penonton. Dalam siaran Piala Dunia, tayangan ulang terhadap insiden kontroversial biasanya hanya diputar satu atau dua kali saat proses pemeriksaan berlangsung.
Pendekatan tersebut berbeda dengan Premier League yang kerap menampilkan berbagai sudut kamera secara berulang. Analisis mendalam dari komentator dan pundit membuat setiap keputusan lebih lama menjadi bahan perdebatan.
Akibatnya, VAR di Premier League sering terasa lebih mengganggu meski statistiknya tidak jauh berbeda. Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa kecepatan keputusan dan cara penyajian tayangan memiliki pengaruh besar terhadap penerimaan publik.
Dua pelajaran penting dapat diambil dari turnamen ini. Akurasi tetap menjadi prioritas utama, tetapi kecepatan dan penyajian informasi sama pentingnya dalam menjaga kepercayaan terhadap VAR.
Sumber: BBC Sport
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 2026: Mengapa VAR Terasa Lebih Baik Dibanding Premier League?
Piala Dunia 22 Juni 2026, 22:14
-
Manchester United Fix Beli Bek Kiri Baru, Ini Target Utamanya
Liga Inggris 22 Juni 2026, 22:13
-
Kabar Baik MU! Klub Inggris Ini Siap Tebus Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juni 2026, 21:01
LATEST UPDATE
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
-
Manchester United Catat Kerugian Transfer Terbesar di Eropa
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:41
-
Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:33
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
-
Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:51
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




















KOMENTAR