
Bola.net - Spanyol meraih kemenangan meyakinkan 4-0 atas Arab Saudi pada matchday kedua Grup H Piala Dunia 2026. Laga yang digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Minggu (21/6/2026) malam WIB, mengantar La Roja ke puncak klasemen sementara.
Sorotan utama pertandingan tertuju pada Lamine Yamal yang tampil sebagai starter. Pemain muda Barcelona itu menjadi pusat perhatian bahkan sebelum laga dimulai.
Atmosfer stadion langsung terasa berbeda setiap kali nama Yamal disebut. Ribuan suporter yang mengenakan namanya membuat kehadirannya terasa dominan sejak awal pertandingan.
Pemain berusia 18 tahun itu tidak butuh waktu lama untuk membuktikan kualitasnya. Gol pembuka yang ia cetak menjadi titik awal dominasi Spanyol atas Arab Saudi.
Lamine Yamal Ubah Ritme Permainan Spanyol Sejak Awal

Lamine Yamal menunjukkan dampak langsung sejak menit pertama pertandingan. Kepercayaan dirinya membuat Spanyol tampil lebih berani dalam membangun serangan.
Gol yang ia cetak membuka jalan bagi dominasi total La Roja. Setelah itu, Spanyol bermain lebih lepas dan mampu mengontrol tempo permainan.
Arab Saudi kesulitan mengantisipasi pergerakan Yamal di sisi sayap. Kreativitasnya membuat lini pertahanan lawan terus berada dalam tekanan.
Spanyol sebelumnya hanya bermain imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde. Namun kehadiran Yamal sebagai starter membuat perbedaan signifikan dalam intensitas serangan.
Ketika Yamal ditarik keluar pada awal babak kedua, serangan Spanyol sedikit lebih berubah. Ada penurunan intensitas pada area yang sebelumnya ditempati oleh pemain Barcelona itu.
Energi Baru La Roja Lewat Kepercayaan Diri Yamal

Spanyol tampil jauh lebih agresif dibanding laga sebelumnya. Kecepatan dan keberanian Yamal menjadi faktor penting dalam perubahan tersebut.
Kombinasi serangan Spanyol terlihat lebih hidup dengan Yamal sebagai penggerak utama. Ia tidak hanya mencetak gol, tetapi juga membuka ruang bagi rekan setim.
"Anda bisa memberikan sedikit nasihat, tetapi ketika Anda melihat pemain seperti ini dengan kepercayaan diri dan kebebasan, dia dapat menciptakan banyak hal yang tidak dapat saya ajarkan," kata mantan pemain Timnas Spanyol, Cesar Azpilicueta, dikutip dari BBC Sport.
"Ketika dia berada di lapangan, dia tahu bagaimana menciptakan peluang, melewati bek, dan ke mana harus mendapatkan bola. Dari situ, dia terus berkembang di setiap pertandingan," sambung Azpilicueta.
Sumber: BBC Sport
Baca Ini Juga
- 2 Laga, 2 Hasil Imbang: Ada Apa dengan Belgia?
- Catatan Menarik Uruguay vs Cape Verde: Debutan Piala Dunia Ini Belum Terkalahkan
- Portugal Tak Punya Kewajiban Selalu Manjakan dan Mengumpan Cristiano Ronaldo
- Catatan Menarik Belgia vs Iran: Setan Merah Kembali Seret Gol di Piala Dunia
- Pelatih Iran Sebut Timnya Tampil Indah vs Belgia Meski Hadapi Situasi Terburuk di Piala Dunia 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lamine Yamal Samai Rekor Pele di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juni 2026, 10:15
-
Man of the Match Spanyol vs Arab Saudi: Mikel Oyarzabal
Piala Dunia 22 Juni 2026, 01:51
LATEST UPDATE
-
Lamine Yamal Samai Rekor Pele di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juni 2026, 10:15
-
Bukti Nyata Ketangguhan Iran di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juni 2026, 09:56
-
2 Laga, 2 Hasil Imbang: Ada Apa dengan Belgia?
Piala Dunia 22 Juni 2026, 09:46
-
Man of the Match Uruguay vs Cape Verde: Kevin Pina
Piala Dunia 22 Juni 2026, 07:20
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28




















KOMENTAR