Menurut Prandelli, taktik yang kerap disebut sebagai catenaccio dalam bahasa Italia tersebut bukan berarti tidak bisa dinikmati oleh penggemar sepakbola. Menurutnya, bahkan tim yang tampil bertahan pun masih menyimpan keindahan di dalam permainannya.
"Ide akan sepakbola yang baik tidak seharusnya dipisah-pisahkan dan mengakibatkan adanya kritik terhadap catenaccio, filosofi, teknik, atau sepakbola menyerang. Sepakbola yang indah bisa hadir dalam berbagai macam bentuk yang berbeda," tuturnya pada AS.
"Kesalahan terbesar yang dibuat banyak orang adalah terlalu membeda-bedakan filosofi sepakbola," tutup Prandelli. [initial]
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ronaldo: Yang Penting Madrid Raih La Decima
Liga Champions 9 Mei 2014, 23:58
-
Cristiano Ronaldo: Atletico Madrid Tim Fantastis
Liga Champions 9 Mei 2014, 22:43
-
Musim Depan, Ajax Amsterdam Targetkan Liga Champions
Liga Champions 9 Mei 2014, 22:30
-
Ibrahimovic: PSG Ingin Jadi Yang Terbaik di Dunia
Liga Champions 9 Mei 2014, 20:53
-
Diego Costa Terancam Absen di Final Liga Champions
Liga Champions 9 Mei 2014, 20:40
LATEST UPDATE
-
Hansi Flick Ambil Risiko saat 0-1, dan Hasilnya Barcelona Kalah 0-2
Liga Champions 9 April 2026, 13:00
-
Urusan Remontada, Barcelona Pasti Bisa
Liga Champions 9 April 2026, 12:15
-
Julian Alvarez Membuktikan Kelasnya di Hadapan Barcelona
Liga Champions 9 April 2026, 11:48
-
3 Catatan Penting dari Kekalahan 0-2 Barcelona di Camp Nou
Liga Champions 9 April 2026, 11:30
-
Masihkah Ada Harapan untuk Barcelona?
Liga Champions 9 April 2026, 11:12
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
























KOMENTAR