Bola.net - Uruguay berada di posisi yang sangat nyaman menyusul kemenangan telak 5-0 atas tuan rumah Yordania pada inter-confederation play-off Piala Dunia 2014 leg pertama. Ganti bertindak sebagai tuan rumah leg kedua, Kamis (21/11), tim Amerika Latin itu tetap bertekad mengincar kemenangan. Kabar buruk bagi sang wakil Asia yang mengharap keajaiban demi lolos ke Piala Dunia perdananya.
Setelah hancur lima gol tanpa balas di rumah sendiri, pasukan Hossam Hassan bertandang ke Estadio Centenario, Montevideo, di mana sang juara dunia dua kali belum pernah tersentuh kekalahan dalam laga kompetitif sejak Oktober 2009 silam.
Dilihat dari sisi mana pun, Uruguay sudah hampir pasti lolos ke Brasil. Terlebih lagi, pelatih Oscar Tabarez telah menegaskan bahwa dia ingin anak-anak asuhnya tetap fokus walau berada di atas angin.
Tabarez juga mengatakan bahwa dia takkan merombak starting line-up Uruguay habis-habisan. Artinya, pemain-pemain seperti mesin gol Liverpool Luis Suarez, predator PSG Edinson Cavani dan pilar Atletico Madrid Diego Godin bakal tetap turun di Montevidieo nanti.
Cavani menyumbang satu gol pada leg pertama, sedangkan Suarez nol. Suarez pasti bertekad membobol gawang Yordania di kesempatan keduanya. Motivasi Suarez bisa menjadi salah satu sumber ancaman bagi barisan pertahanan Yordania.
Padahal, Yordania butuh menang minimal enam gol tanpa kebobolan kalau mereka memang ingin lolos ke Brasil. Mustahil? Banyak pihak yang beranggapan demikian, bahkan mungkin para penggawa Yordania juga berpikir sama.
Hanya dengan salah satu aksi comeback paling fenomenal dalam sejarah sepak bola internasional, Yordania baru dapat menyingkirkan Uruguay. Peluang itu sangat tipis, tapi sama sekali tidak mustahil.
Oleh karena itulah, Tabarez mengingatkan pasukannya agar tidak lengah sedikit pun. Dengan begitu, mereka bisa melewati Yordania secara sempurna dan berpesta di akhir laga. (bola/gia)
Setelah hancur lima gol tanpa balas di rumah sendiri, pasukan Hossam Hassan bertandang ke Estadio Centenario, Montevideo, di mana sang juara dunia dua kali belum pernah tersentuh kekalahan dalam laga kompetitif sejak Oktober 2009 silam.
Dilihat dari sisi mana pun, Uruguay sudah hampir pasti lolos ke Brasil. Terlebih lagi, pelatih Oscar Tabarez telah menegaskan bahwa dia ingin anak-anak asuhnya tetap fokus walau berada di atas angin.
Tabarez juga mengatakan bahwa dia takkan merombak starting line-up Uruguay habis-habisan. Artinya, pemain-pemain seperti mesin gol Liverpool Luis Suarez, predator PSG Edinson Cavani dan pilar Atletico Madrid Diego Godin bakal tetap turun di Montevidieo nanti.
Cavani menyumbang satu gol pada leg pertama, sedangkan Suarez nol. Suarez pasti bertekad membobol gawang Yordania di kesempatan keduanya. Motivasi Suarez bisa menjadi salah satu sumber ancaman bagi barisan pertahanan Yordania.
Padahal, Yordania butuh menang minimal enam gol tanpa kebobolan kalau mereka memang ingin lolos ke Brasil. Mustahil? Banyak pihak yang beranggapan demikian, bahkan mungkin para penggawa Yordania juga berpikir sama.
Hanya dengan salah satu aksi comeback paling fenomenal dalam sejarah sepak bola internasional, Yordania baru dapat menyingkirkan Uruguay. Peluang itu sangat tipis, tapi sama sekali tidak mustahil.
Oleh karena itulah, Tabarez mengingatkan pasukannya agar tidak lengah sedikit pun. Dengan begitu, mereka bisa melewati Yordania secara sempurna dan berpesta di akhir laga. (bola/gia)
1 dari 6 halaman
Perkiraan Susunan Pemain

Silva; Caceres, Godin, Lugano, M Pereira; Rodriguez, Arevalo, Perez, Stuani, Cavani, Suarez.
Yordania (4-4-2):
Shatnawi; Nassar, Khattab, Aqel, Al Bashir; Al Murjan, Alsaify, Ahmad Ibrahim, Bani Ateyah; Hasan, Ibrahim.
2 dari 6 halaman
Data dan Fakta

- Top scorer Uruguay di babak kualifikasi zona Amerika Selatan adalah Luis Suarez dengan 11 gol dalam 15 penampilan.
- Di urutan kedua, Edinson Cavani dengan 6 gol dalam 17 penampilan.
- Pemain Uruguay dengan menit bermain terbanyak selama kualifikasi adalah Fernando Muslera (1440 menit).
- Di urutan kedua adalah Edinson Cavani (1430 menit).
- Uruguay sudah 11 kali tampil di putaran utama Piala Dunia dan dua kali menjadi juara, yaitu pada edisi perdana di rumah sendiri pada 1930 serta Brasil 1950.
- Top scorer Yordania di babak kualifikasi zona Asia adalah Hassan Mahmoud dan Ahmad Ibrahim dengan 7 gol dalam 10 dan 18 penampilan.
- Di urutan kedua, Amer Khalil dengan 5 gol dalam 17 penampilan.
- Pemain Yordania dengan menit bermain terbanyak selama kualifikasi adalah Ahmad Ibrahim (1506 menit).
- Di urutan kedua adalah Amer Sabbah (1469 menit).
- Yordania belum pernah lolos ke putaran utama Piala Dunia.
3 dari 6 halaman
Head to Head Kedua Tim

- 13-11-2013 Yordania 0-5 Uruguay (WCQ)
22' 0-1 Maxi Pereira
42' 0-2 Christian Stuani
70' 0-3 Nicolas Lodeiro
75' 0-4 Cristian Rodriguez
90' 0-5 Edinson Cavani
4 dari 6 halaman
Performa di Kualifikasi Piala Dunia 2014

- 15/10/13 Uruguay 3-2 Argentina
- 11/10/13 Ekuador 1-0 Uruguay
- 10/09/13 Uruguay 2-0 Kolombia
- 06/09/13 Peru 1-2 Uruguay
- 11/06/13 Venezuela 0-1 Uruguay
- 26/03/13 Chile 2-0 Uruguay
- 22/03/13 Uruguay 1-1 Paraguay
- 16/10/12 Bolivia 4-1 Uruguay
- 12/10/12 Argentina 3-0 Uruguay
- 11/09/12 Uruguay 1-1 Ekuador
- 07/09/12 Kolombia 4-0 Uruguay
- 10/06/12 Uruguay 4-2 Peru
- 02/06/12 Uruguay 1-1 Venezuela
- 11/11/11 Uruguay 4-0 Chile
- 11/10/11 Paraguay 1-1 Uruguay
- 07/10/11 Uruguay 4-2 Bolivia
Yordania (Asia)
- 10/09/13 Uzbekistan 1-1 (penalti 8-9) Yordania
- 06/09/13 Yordania 1-1 Uzbekistan
- 18/06/13 Yordania 1-0 Oman
- 11/06/13 Australia 4-0 Yordania
- 26/03/13 Yordania 2-1 Jepang
- 14/11/12 Irak 1-0 Yordania
- 16/10/12 Oman 2-1 Yordania
- 11/09/12 Yordania 2-1 Australia
- 08/06/12 Jepang 6-0 Yordania
- 03/06/12 Yordania 1-1 Irak
- 29/02/12 China 3-1 Yordania
- 15/11/11 Yordania 1-3 Irak
- 11/11/11 Yordania 2-0 Singapura
- 11/10/11 Singapura 0-3 Yordania
- 06/09/11 Yordania 2-1 China
- 02/09/11 Irak 0-2 Yordania
- 28/07/11 Nepal 1-1 Yordania
- 23/07/11 Yordania 9-0 Nepal
5 dari 6 halaman
Komparasi Skuat

- Rata-rata umur skuat: 28,2
- Termuda: 18 (Jose Maria Gimenez)
- Tertua: 37 (Andres Scotti)
- Pemain di bawah 21 tahun: 1
- Pemain asing: -
- Pemain non-Eropa: 24
Yordania
- Rata-rata umur skuat: 26,0
- Termuda: 21 (Tareq Zeyad)
- Tertua: 35 (Lo'ai Elamaireh)
- Pemain di bawah 21 tahun: 2
- Pemain asing: -
- Pemain non-Eropa: 30
6 dari 6 halaman
Prediksi

Faktor kandang juga menjadi kunci.
Prediksi skor akhir: Uruguay 3-0 Yordania.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Preview: Uruguay vs Yordania, Incar Kesempurnaan
Piala Dunia 19 November 2013, 18:00
-
Preview: Brasil vs Chile, Sama-sama Panas
Piala Dunia 19 November 2013, 15:13
-
Preview: Swedia vs Portugal, Asa Terakhir Zlatan
Piala Dunia 18 November 2013, 17:46
-
Preview: Indonesia vs Irak, Hindari Juru Kunci
Tim Nasional 18 November 2013, 16:10
-
Preview: Prancis vs Ukraina, Berat Untuk Les Bleus
Piala Dunia 18 November 2013, 15:50
LATEST UPDATE
-
Luka Modric Akui AC Milan Layak Kalah dari Bologna: Kami Tidak Menduganya
Liga Italia 29 Oktober 2026, 13:10
-
Menang Berkat Dua Gol Bunuh Diri, Cristian Chivu Akui Inter Milan Beruntung
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:45
-
Kalah dari Genoa, Statistik Lini Serang Juventus Kian Mengkhawatirkan
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:23
-
Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 10:23
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 29 Oktober 2026, 10:18
-
Rapor Pemain Juventus saat Kalah dari Genoa: Kesalahan Pierre Kalulu Berujung Petaka
Liga Italia 29 Oktober 2026, 09:18
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 07:38
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


























KOMENTAR