
Bola.net - Aaron Mooy punya misi besar untuk bawa timnas Australia lolos ke fase knock-out Piala Dunia 2022. Berbekal pengalamannya, Mooy siap menjadikan Australia kuda hitam di Piala Dunia 2022.
Prancis, Denmark, dan Tunisia harus bersiap dengan kejutan yang akan dibawa Moy bersama timnas Australia. Di bawah asuhan Graham Arnold, Mooy akan menjadi tumpuan di lini tengah timnas Australia melawan para gelandang bintang tim-tim Grup D.
Di skuat Australia saat ini, Mooy menjadi salah satu pemain senior yang masih bermain. Usia Mooy yang sudah menginjak 32 tahun membuatnya dipercaya untuk memimpin Riley McGree dan para gelandang muda Australia lainnya di Piala Dunia.
Penasaran dengan rekam jejak jenderal lapangan tengah Australia di Piala Dunia 2022? Berikut profil lengkap Aaron Mooy yang menjadi tumpuan lini tengah Australia di Qatar.
Pengalaman Bermain di Liga Top Eropa
Aaron Mooy menjadi salah satu pemain tersukses yang akan memperkuat Australia di Piala Dunia 2022. Pengalamannya bermain di tim-tim Eropa akan memberikan daya lebih di lini tengah Australia.
Mooy mengawali kariernya di Eropa saat bergabung dengan klub Skotlandia, St. Mirren pada musim 2010/11. Setelah dua musim di St. Mirren, Mooy kembali ke Liga Australia selama empat musim.
Namun siapa sangka kembalinya Mooy ke Australia menarik perhatian tim top Inggris, Manchester City. Alhasil Mooy direkrut The Citizen pada musim 2016/17.
Mooy yang hanya bertahan satu musim di Etihad Stadium, sebelum memutuskan hengkang ke Huddersfield lalu ke Brighton & Hove Albion. Pasca dari Premier League, Mooy akhirnya pindah ke Liga China, di mana ia membela Shanghai Port selama dua musim.
Saat ini Mooy bermain bagi tim Liga Skotlandia, Celtic. Bersama Celtic, Mooy juga mengikuti kompetisi tertinggi di Eropa, Liga Champions musim 2022.
Pengalaman Bermain di Piala Dunia 2018
Kelebihan lain yang dimiliki Aaron Mooy selain bermain di liga top Eropa adalah pengalaman di Piala Dunia. Mooy masuk dalam daftar pemain yang ikut berjuang di Piala Dunia 2018 bersama timnas Australia.
Disana Mooy selalu tampil penuh selama 90 menit di tiga laga Australia. Walaupun Australia harus gugur sebagai juru kunci Grup C, tapi Mooy pulang membawa pengalaman berharga bagi timnya.
Di Piala Dunia 2018, Mooy melawan dua tim yang akan mereka hadapi di Qatar nanti. Dua tim itu yakni Prancis dan Denmark yang berhasil menyingkirkan mereka di Fase Grup C Piala Dunia 2018.
Namun Mooy yang kala itu bermain penuh selalu tampil sebagai pemain terbaik timnas Australia. Di dua laga itu, Mooy berhasil meraih rating tertinggi dengan nilai 7.3 versi Whoscored.
Bawa Australia Lolos ke Qatar
Mooy sekali lagi membuktikan kontribusinya bagi timnas Australia. Mooy berhasil membawa Australia kembali berlaga di turnamen terakbar Piala Dunia setelah mampu lolos babak Kualifikasi zona Asia.
Perjuangan Mooy tidaklah mudah bersama timnas Australia untuk kembali berlaga di Piala Dunia. Pasalnya, Australia harus melewati babak Play-Off setelah hanya finish di posisi tiga Grup B Kualifikasi. Mereka harus berada di bawah Arab Saudi dan Jepang yang langsung lolos ke Piala Dunia 2022.
Sementara Mooy harus bertarung dengan Uni Emirate Arab yang juga lolos di posisi tiga untuk memperebutkan satu tiket sebagai perwakilan Asia di babak Play-Off. Mooy yang bermain penuh mampu membawa Australia menang tipis 2-1 atas UAE.
Perjuangan Mooy membawa Australia ke Piala Dunia 2022 berakhir sempurna. Melawan Peru di babak Play-Off, Mooy berhasil memastikan satu tiket ditangan Australia setelah menang penalti 5-4. Mooy yang menjadi salah satu eksekutor berhasil mencetak gol.
(Bola.net/Ahmad Daerobby)
Baca Juga:
- Prancis vs Argentina di Piala Dunia 2018, ketika 2 Assist Lionel Messi Terasa Hambar
- Yuk Berburu La'eeb Maskot Piala Dunia 2022 di Surabaya Akhir Pekan Ini
- Semua Bermain di Eropa! 4 Calon Mesin Gol Korea Selatan di Piala Dunia 2022
- Piala Dunia, Panggung Akbar Saksi Lahirnya Teknik Cruyff Turn yang Melegenda
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Profil Aaron Mooy: Tumpuan Lini Tengah Timnas Australia di Piala Dunia 2022
Piala Dunia 19 Oktober 2022, 20:40
-
Wakil Asia Tenggara Nih! Yuk Intip Jersey Australia untuk Piala Dunia 2022
Piala Dunia 16 September 2022, 08:52
-
Piala Dunia 2014: Tim Cahill Bersinar, Tetapi Australia Tenggelam
Piala Dunia 12 September 2022, 17:08
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Parma vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 8 Januari 2026, 07:30
-
Man of the Match Man City vs Brighton: Erling Haaland
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:16
-
Man of the Match Barcelona vs Athletic Club: Raphinha
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 07:04
-
Hasil Parma vs Inter: Chivu Taklukkan Mantan Klub, Nerazzurri Melesat di Puncak
Liga Italia 8 Januari 2026, 06:32
-
Man of the Match Burnley vs Manchester United: Benjamin Sesko
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:12
-
Hasil Man City vs Brighton: Gol Bersejarah Haaland Terasa Hambar
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:08
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Harry Wilson
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:01
-
Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 05:38
-
Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
Liga Inggris 8 Januari 2026, 05:31
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58



















KOMENTAR