
Bola.net - Mantan arsitek Real Madrid, Carlos Queiroz bakal kembali memimpin timnas Iran selama berjibaku di Piala Dunia 2022 Qatar. Pelatih asal Portugal itu akan membawa tim berjuluk Team Melli ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya setelah juga menjadi pelatih Iran pada edisi Piala Dunia 2014 dan 2018.
Sebelumnya, Queiroz menggantikan Dragan Skocic, pelatih yang memimpin Iran melalui babak penyisihan zona Asia. Sedangkan Queiroz datang ke Iran dengan status dipecat oleh timnas Mesir, setelah dirinya gagal membawa Mohamed Salah dan kolega lolos ke Piala Dunia 2022 plus kalah di final Piala Afrika 2021 dari Senegal.
Eks tangan kanan Sir Alex Ferguson ini terpilih menjadi pelatih timnas Iran tak lepas dari naiknya Mehdi Taj sebagai presiden baru FFIRI (PSSI Iran). Mehdi Taj menjadikan Carlos Queiroz sebagai kandidat utama pelatih Team Melli untuk Piala Dunia 2022.
Iran sendiri akan memulai kampanye Piala Dunia 2022 mereka melawan Inggris di Grup B pada 21 November 2022. Setelah itu, mereka akan menghadapi timnas Wales dan Amerika Serikat.
Awal Karier Jadi Pelatih
Queiroz pernah menjadi pemain sepak bola amatir sebelum ia memulai karier kepelatihannya bersama timnas Portugal U-20 pada 1989. Setelah dua tahun berkecimpung di tim nasional kelompok umur, ia didapuk menangani timnas senior Portugal pada 1991 hingga 1993.
Selanjutnya, pelatih berusia 69 tahun ini di tahun 1994 dipercaya menangani klub Sporting CP. Queiroz juga pernah menangangi tim besar, Real Madrid pada 2003 hingga 2004. Adapun negara yang pernah diarsitekinya yaitu Afrika Selatan, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Kolombia, dan Portugal.
Selain itu, dia juga pernah menjadi asisten pelatih Manchester United mendampingi Alex Ferguson.
Lepas dari Bayang-Bayang Ferguson
Carlos Queiroz berhasil mengangkat performa timnas Iran kembali menjadi kekuatan yang menakutkan di Asia. Meskipun, ia tidak berhasil menyumbangkan piala untuk Iran dalam delapan tahun menjabat sebagai kepala pelatih. Semi-final Piala Asia menjadi pencapaian terbaik dia selama menangani Team Melli.
Berkat kapabilitias serta kemampuannya meracik strategi yang ia raih bersama Ferguson, Queiroz tidak akan lagi diingat sebagai pelatih yang pernah menjadi tangan kanan Sir Alex Ferguson. Kini Queiroz dikenal sebagai pelatih yang sukses menjadikan Iran sebagai penguasa Asia.
Terobosannya Bersama Timnas Iran
Selama melatih Iran, Queiroz melakukan terobosan yang tidak pernah digunakan oleh pelatih timnas Iran sebelum-sebelumnya, yakni memanggil pemain keturunan selain mengandalkan pemain liga domestik maupun liga luar.
Nama-nama seperti Ashkan Dejagah, Reza Ghoochannejhad, Alireza Jahanbakhsh, hingga Serdar Azmoun muncul dari pencarian bakat Queiroz. Bahkan, ketika itu Dejagah sempat dimonitor oleh Jerman untuk ditawari memperkuat skuat Der Panzer.
Formasi Andalan
Carlos Queiroz dikenal memuja taktik ofensif yaitu 4-3-3 dan ketika bertahan ia menggunakan pakem 4-5-1. Dia menganut strategi serangan balik yang amat kreatif. Namun, lepas dari segala taktik dan strategi, menurutnya semangat dan keutuhan tim lebih penting.
Namun, mengingat susunan pemainnya pun sering berubah. Ia juga bisa mengubahnya menjadi 4-2-3-1 dan mengandalkan serangan balik.
Torehan Prestasi
Selama berkecimpung di dunia kepelatihan, Queiroz telah meraih dua gelar Piala Eropa (1989 dan 1991)di kelompok timnas umur bersama Portugal U-20. Dia berandil besar dalam mengorbitkan beberapa pemain termasuk Luis Figo dan Rui Costa hingga dikenal dunia.
Queiroz juga pernah merasakan gelar ketika melatih klub yaitu saat ia berhasil mengantarkan Sporting CP meraih trofi Piala Portugal (1995) dan Piala Super Portugal (1996). Kemudian ia juga berhasil mempersembahkan satu trofi ketika membesut Real Madrid, yaitu Piala Super Spanyol (2004).
(Bola.net/Yoga Radyan)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Secercah Harapan Eden Hazard yang Redup Kembali
Liga Spanyol 5 Oktober 2022, 00:16
-
Segera Gantung Sepatu, Ini Sederet Prestasi yang Pernah Diukir Gonzalo Higuain
Liga Champions 4 Oktober 2022, 21:46
-
Pilih Mana nih? Tielemans Jadi Rebutan Madrid, Liverpool, dan Juventus
Liga Inggris 4 Oktober 2022, 17:00
LATEST UPDATE
-
Apa Rahasia Kebangkitan Manchester United, Benarkah Carrick Lebih Baik dari Amorim?
Liga Inggris 20 Februari 2026, 08:21
-
Pulang Kerja Langsung Tarawih? Grooming Sat-Set Ini Bikin Cowok Tetap Rapi
Lain Lain 20 Februari 2026, 08:00
-
Fenerbahce vs Nottingham Forest: Debut Indah Vitor Pereira, Pesta Gol di Istanbul
Liga Eropa UEFA 20 Februari 2026, 07:51
-
Nama Harry Kane Dibawa-bawa Jelang Pemilihan Presiden Barcelona
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 07:38
-
Pengakuan Deco: Barcelona Nyaris Dapatkan Jonathan Tah Sebelum Disalip Bayern Munich
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 06:25
-
Setelah Piala Dunia 2026, Julian Alvarez Gabung Barcelona
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 06:16
-
Drama Belum Berakhir! Benfica Laporkan Fede Valverde ke UEFA, Bakal Absen di Bernabeu?
Liga Champions 20 Februari 2026, 06:00
-
Bukan Rudiger, Real Madrid Mantap Tendang Bintang Ini Keluar dari Bernabeu
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 05:37
-
Lautaro Martinez Cedera Betis, Inter Milan Terancam Tanpa Sang Kapten Selama Sebulan
Liga Champions 20 Februari 2026, 04:14
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39

























KOMENTAR