
Bola.net - - Eks pemain depan Fulham Pavel Pogrebnyak mengaku tidak setuju timnas Rusia diperkuat pemain naturalisasi berkulit hitam.
Pemain berkulit hitam yang dimaksud adalah Ariclenes da Silva Ferreira atau lebih akrab disapa Ari. Ia adalah pemain kulit hitam pertama yang pernah memperkuat timnas Rusia.
Ia adalah pemain kelahiran Brasil. Saat ini pemain berusia 33 tahun itu memperkuat klub FC Krasnodar.
Ari ini mendapatkan status sebagai warga negara Rusia pada Juli 2018. Ia kemudian menjalani laga pertamanya bersama timnas Rusia pada November 2018.
Dipermasalahkan
Ternyata Pogrebnyak tidak rela jika Ari diajak gabung timnas Rusia. Ia berkilah bahwa sebenarnya timnas masih punya stok penyerang bagus lain selain Ari.
"Saya tidak mengerti maksudnya. Saya sama sekali tidak mengerti mengapa Ari menerima paspor Rusia," ujarnya dalam sebuah wawancara bersama media lokal, Ural.kp.ru.
"Itu menggelikan ketika seorang pemain kulit hitam mewakili tim nasional Rusia. Mario Fernandes adalah pemain top," ujarnya.
"Tapi kita juga memiliki Igor Smolnikov di posisinya. Kita bisa sukses tanpa orang asing juga," klaim Pogrebnyak.
Direspon Pemerintahan Putin
Komentar ini ternyata dinilai negatif oleh pemerintahan Vladimir Putin. Mereka akhirnya merespon ucapan pemegang 33 caps bagi timnas Rusia tersebut.
Mikhail Fedotov, penasihat hak asasi untuk Presiden Putin, mengatakan bahwa ia mencium aroma rasisme dari ucapan Pogrebnyak tersebut. Ia menyerang balik pemain Ural Yekaterinburg itu dengan mengatakan bahwa memperkuat timnas adalah hak semua warga negara Rusia, tanpa terkecuali.
"Saya percaya bahwa setiap pemain sepakbola yang bermain bagus dan memiliki kewarganegaraan Rusia memiliki hak untuk mewakili tim nasional Rusia," tegasnya pada stasiun televisi Moscow 360.
"Warna kulit, mata, rambut, dan yang lainnya tidak ada artinya. Ini harus jelas bagi siapa pun," tegas Fedotov lagi.
Terancam Sanksi
Ucapan Pogrebnyak itu juga memicu reaksi dari PSSI-nya sepakbola Rusia. Mereka telah mengatakan bermaksud untuk menyelidiki pernyataan Pogrebnyak sebelum memutuskan apakah akan mengambil tindakan terhadap sang pemain.
Striker itu bisa menghadapi denda. Ia juga bisa saja mendapat larangan bermain jika terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran.
Rusia sendiri sebelumnya sempat tersangkut masalah rasisme beberapa kali. Salah satunya menimpa mantan penyerang Madura United Peter Odemwingie.
Pada tahun 2011, penggemar klub Liga Premier Rusia Lokomotiv Moscow menampilkan spanduk yang bergambar pisang dengan bertuliskan 'Terima kasih, West Brom'. Mereka seperti merasa senang setelah melihat Odemwingie memutuskan pergi bergabung dengan West Bromwich Albion.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Statistik Fulham vs Liverpool, Bukti Pentingnya James Milner untuk The Reds
Liga Inggris 18 Maret 2019, 10:06
-
Van Dijk Sayangkan Kegagalan Liverpool Habisi Fulham Dengan Cepat
Liga Inggris 18 Maret 2019, 05:50
-
Jebol Gawang Fulham, Mane Cetak Rekor
Liga Inggris 18 Maret 2019, 05:05
-
Liverpool Tidak Panik Saat Fulham Cetak Gol
Liga Inggris 18 Maret 2019, 02:46
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Bologna vs Inter Milan: Federico Bernardeschi
Liga Italia 24 Mei 2026, 01:44
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 23 Mei 2026, 23:41
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 23 Mei 2026, 23:41
-
Bruno Fernandes jadi Pemain Terbaik Premier League 2025/2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 22:43
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25



















KOMENTAR