Kedua tim bermain dengan tempo cukup tinggi. Nigeria memang tampil dominan di laga tersebut, namun serangan-serangan mereka kurang terkoordinasi dengan baik. Iran bermain solid dalam bertahan, namun tak cukup berani untuk bermain terbuka menghadapi lawannya tersebut.
Laga berjalan dengan tempo cukup cepat. Kedua tim mencoba untuk saling melancarkan serangan mematikan ke gawang lawan.
Namun, serangan-serangan Iran kerap patah di lini tengah. Sebaliknya, walau juga tak terlalu terancang dengan apik, Nigeria bisa membangun serangan hingga ke depan gawang Haghighi. Akan tetapi, sepakan para pemain Elang Super lebih banyak tak menemui sasaran.
Skuat Iran mendapat kesempatan emas pada menit ke-34. Ghoochannejhad berhasil menanduk bola hasil sepak pojok Ashkan Dejagah. Akan tetapi, si kulit bundar bisa ditepis dengan sempurna oleh Enyeama.
Setelah itu, kedua tim seperti kesulitan untuk menerobos pertahanan lawannya masing-masing. Alhasil, tak ada gol yang tercipta hingga wasit mengakhiri laga babak pertama.
Di babak kedua, tempo permainan tetap sama seperti di 45 menit pertama. Namun kali ini Iran bermain sedikit lebih terbuka. Skuat asuhan Carlos Queiroz kini tak hanya bermain pasif, menunggu di area permainannya sendiri.
Walau demikian, belum ada serangan berarti yang bisa dihasilkan Iran, maupun Nigeria. Hasilnya, bola pun lebih banyak bergulir di lini tengah.
Kedua tim mulai bisa menciptakan beberapa peluang setelah laga memasuki menit ke 70. Salah satunya diperoleh oleh Dejagah pada menit ke-76. Ia berdiri di tiang jauh tanpa pengawalan bek lawan. Sayangnya, ia tak bisa menyundul bola umpan crossing dari sisi kiri dengan sempurna. Si kulit bundar pun bisa dengan mudah diamankan barisan pertahanan Nigeria.
Menit ke-81, Peter Odemwingie melepas sepakan voli keras dari jarak 15 meter. Akan tetapi bola masih menyamping. Walau demikian, ia sebenarnya dianggap melakukan pelanggaran handsball terlebih dahulu oleh wasit.
Nigeria lebih banyak menguasai pertandingan di 10 menit terakhir. Mereka pun kerap membangun serangan dari sisi sayap kirinya. Peluang pun mereka dapatkan di menit ke-90. Sepak pojok John Obi Mikel ditanduk sempurna oleh Shola Ameobi. Akan tetapi, bola masih bisa dihalau oleh Pooladi tepat di atas garis gawang.
Setelah itu, wasit pun mengakhiri laga babak kedua. Tak ada gol yang tercipta. Kedua tim harus puas mengakhiri laga dengan skor kacamata alias 0-0 dan berbagi poin 1. Iran kini menempati posisi kedua dan Nigeria di posisi ketiga klasemen grup F.
Hasil tersebut merupakan hasil seri pertama yang tercipta di Piala Dunia 2014 ini. Selain itu, laga ini juga menjadi laga pertama yang berakhir tanpa ada satu golpun yang tercipta.
Susunan Pemain:
Iran: Haghighi; Montazeri, Hosseini, Sadeghi, Pouladi; Heydari (Shojaei), Nekounam, Teymourian, Hajsafi; Dejagah (Reza Jahanbakhsh); Ghoochannejhad.
Cadangan: Ahmadi, Shojaei, Haghighi, Reza Jahanbakhsh, Ansarifard, Haddadifa, Mahini, Alenemeh, Rahmani, Beikzadeh, Beitashour, Davari.
Nigeria: Enyeama; Ambrose, Omeruo, Oboabona (Yobo), Oshaniwa; Onazi, Mikel; Musa, Azeez (Odemwingie), Moses (Ameobi); Emenike.
Cadangan: Yobo, Uzoenyi, Gabriel, Egwuekwe, Odemwingie, Odunlami, Ejide, Babatunde, Nwofor, Uchebo, Agbim, Ameobi. (bola/dim)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Review: Gol Super Cepat Dempsey Turut Hempaskan Ghana
Piala Dunia 17 Juni 2014, 06:55
-
Review: Skor Kacamata di Laga Iran Versus Nigeria
Piala Dunia 17 Juni 2014, 03:57
-
Review: Hattrick Muller Pecundangi Portugal
Piala Dunia 17 Juni 2014, 00:44
-
Review: Dramatis, Swiss Bekuk Ekuador 2-1
Piala Dunia 16 Juni 2014, 00:57
-
Review: Italia Jinakkan Tiga Singa
Piala Dunia 15 Juni 2014, 07:00
LATEST UPDATE
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR