
Bola.net - Timnas Italia sempat dibuat kewalahan oleh Timnas Turki dalam laga perdana Euro 2020 yang digelar di Stadio Olimpico, Sabtu (12/6/2021) dinihari tadi. Namun semua berubah ketika memasuki babak kedua.
Pada menit ke-53, Gli Azzurri melancarkan serangan dari sisi kanan lewat Domenico Berardi. Pemain Sassuolo itu kemudian mengirimkan umpan silang ke kotak penalti. Bola menyentuh bek Turki, Merih Demiral, sebelum akhirnya masuk ke gawang.
Satu gol saja tidak membuat Italia puas. Pada menit ke-66, mereka kembali mendapatkan gol setelah Ciro Immobile mampu memanfaatkan bola muntah tembakan Leonardo Spinazzola yang sempat ditepis kiper Turki.
Lorenzo Insigne menutup kemenangan Italia pada menit ke-79 dengan tembakannya yang terukur. Jasa Immobile tidak boleh sampai terlupakan, karena bomber Lazio tersebut menemukan Insigne yang lepas dari pengawalan bek Turki.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Instruksi Roberto Mancini
Kemenangan ini didapatkan berkat jerih payah para pemain Italia yang terus menggempur pertahanan Turki sejak menit awal. Mereka pun sebenarnya bisa mencetak gol pertama di babak pertama.
Ada beberapa momen di mana Italia seharusnya mendapatkan penalti karena pemain Turki melakukan handsball. Namun regulasi terbaru membuat wasit tidak meniupkan peluit dan menunjuk titik putih.
Momen tersebut rupanya sempat membuat isi kepala pemain Italia berantakan. Tetapi, berkat kata-kata dari Roberto Mancini di ruang ganti, mental Gli Azzurri bisa tetap terjaga.
"Mancini memberitahu kami untuk tetap tenang, dia berkata kalau sesuatu bisa terjadi dan meminta kami untuk terus fokus pada permainan. Jadi, itulah yang kami lakukan dan kami bisa mendapatkan gol kami," ucap Insigne kepada Rai Sport.
Kekuatan Italia
Kalau dilihat-lihat, Italia tidak punya sosok bintang seperti negara lainnya. Contohnya Prancis dengan Paul Pogba dan Kylian Mbappe atau Portugal yang memiliki Cristiano Ronaldo. Namun tak disangka, itu justru menjadi keuntungan tersendiri.
"Kekuatan kami terletak pada tim. Pelatih membentuk tim hebat di mana tidak ada starter dan setiap orang bertujuan memberi pelayanan kepada tim," lanjut Insigne yang masih memperkuat Napoli sampai sekarang.
"Saya selalu mencoba untuk tersedia buat tim dan menciptakan aksi-aksi berbahaya. Namun, kemenanganlah yang terpenting. Akan lebih baik kalau saya mampu mencetak gol. Ini adalah malam yang spesial," pungkasnya.
Pertandingan Italia berikutnya akan digelar pada hari Kamis (17/6/2021) mendatang, dengan Swiss sebagai lawannya. Laga tersebut akan kembali dilangsungkan di Stadio Olimpico.
(Rai Sport - via Football Italia)
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Roberto Mancini: Final Euro 2020 di Wembley? Masih Sangat Jauh
Piala Eropa 12 Juni 2021, 09:43
-
Kata-kata Roberto Mancini Jadi Kunci Kemenangan Italia atas Turki
Piala Eropa 12 Juni 2021, 05:44
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton PSIM vs Bali United: Tayang Di Mana dan Main Jam Berapa?
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 17:44
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV, MOJI, dan Vidio, 21-24 Februari 2026
Liga Inggris 23 Februari 2026, 17:21
-
Tewasnya Bos Kartel Meksiko Picu Masalah Keamanan, Piala Dunia 2026 Terancam?
Piala Dunia 23 Februari 2026, 17:17
-
Leverkusen vs Olympiacos: Di Ambang Kelolosan
Liga Champions 23 Februari 2026, 17:04
-
Newcastle vs Qarabag FK: Posisi Hampir Tak Tergoyahkan
Liga Champions 23 Februari 2026, 17:03
-
Inter vs Bodo/Glimt: Nerazzurri Mengejar Mukjizat
Liga Champions 23 Februari 2026, 17:02
-
Atletico Madrid vs Club Brugge: Penentuan di Metropolitano
Liga Champions 23 Februari 2026, 17:01
-
Arsenal Memang Terlalu Tangguh! Melihat Rahasia Kemenangan Telak di Derby London
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:45
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

















KOMENTAR