
Bola.net - Barcelona hampir selalu mendatangkan pemain baru setiap musimnya. Selain membeli pemain, Blaugrana juga tidak anti merekrut pemain dengan status bebas transfer.
Meski berstatus transfer gratis, pemain-pemain yang datang ke Camp Nou justru tampil kinclong alias tak malu-maluin. Beberapa di antaranya masih dikenang hingga kini dan sukses menjadi pelatih Barcelona dan Tim Nasional (Timnas) Spanyol.
Penasaran siapa saja mereka? Yuk simak informasinya di bawah, seperti dilansir Footballtransfers.
Phillip Cocu (PSV)
🎉Happy Birthday, Phillip #Cocu! 🎁 🇳🇱#UCL @PSV @FCBarcelona @OnsOranje pic.twitter.com/6HGbQMGrew
— UEFA.com DE (@UEFAcom_de) October 29, 2018
Cocu dianggap sebagai satu di antara gelandang terbaik di Eropa ketika bergabung ke Barcelona dengan status bebas transfer dari PSV pada tahun 1998. Cocu mencetak 31 gol selama enam musim di Spanyol.
Sayang, ia hanya hanya memenangkan satu trofi La Liga, sebelum kembali ke PSV pada 2004. Pemain asal Belanda itu dianugerahi plakat atas kesetiaannya berkat 291 pertandingan, yang saat itu menjadi rekor bagi pemain asing.
Mark van Bommel (PSV)

Van Bommel hanya menghabiskan masa setahun bersama Barcelona. Tapi, gelandang Belanda itu masih meninggalkan warisan penting di klub, yakni memenangkan treble dalam satu musim.
Dianggap sebagai pemenang, van Bommel tiba dari PSV pada tahun 2005. Namun, waktu bermainnya di Spanyol direcoki cedera.
Klub menjualnya ke Bayern Munchen pada 2006 dengan bayaran 6 juta euro. Ia menghabiskan lima tahun di sana, lalu pensiun pada 2013 setelah beberapa waktu di AC Milan dan musim terakhir di PSV.
Henrik Larsson (Celtic)

Dua tahun Henrik Larsson di Barcelona diwarnai dengan cedera. Namun pemain Swedia itu membuat dampak penting meski hanya membuat 40 penampilan liga dengan koleksi 13 gol.
Larsson hanya memainkan 16 pertandingan di musim pertamanya setelah bergabung dari Celtic pada 2004. Tapi, pengaruh terbesarnya datang pada pertandingan terakhir untuk Barca di final Liga Champions 2006.
Striker itu keluar dari bangku cadangan untuk membantu kedua gol Barcelona dalam kemenangan 2-1 atas Arsenal. Dia meninggalkan klub meskipun mereka ingin mempertahankannya, lalu kembali ke Swedia.
Giovanni van Bronckhorst (Arsenal)

Van Bronckhorst awalnya bergabung dengan Barcelona dari Arsenal berstatus pinjaman pada 2003. Setelah itu, ia menyelesaikan transfer gratis pada musim berikutnya.
Pemain asal Belanda itu tiba sebagai gelandang tetapi unggul dalam peran bek kiri di bawah asuhan Frank Rijkaard. Giovanni van Bronckhorst memenangkan lima trofi dalam empat tahun, termasuk gelar liga berturut-turut.
Van Bronckhorst juga memenangkan Liga Champions. lalu, ia memutuskan kembali ke klub masa kecil, Feyenoord dengan status bebas transfer pada 2007.
Luis Enrique (Real Madrid)

Bisa dibilang transfer gratis klub terbaik namun paling kontroversial. Luis Enrique datang dari Real Madrid, dan bergabung ke Barcelona pada 1996.
Enrique mencetak 109 gol dalam 300 pertandingan di semua kompetisi dalam delapan musim. ia sanggup memenangkan tujuh trofi, dan pensiun pada 2004 karena cedera.
Dia mendapat kepercayaan sebagai pelatih pada 2014 dan memenangkan sembilan trofi dalam tiga musim. Performa itu memantapkan dirinya sebagai legenda Barcelona, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Enrique juga pernah menukangi Timnas Spanyol selama dua periode, 2018-2019 dan 2019-2022.
Klasemen La Liga
Sumber : Footballtransfers
Disadur dari: Bola.com/Penulis Choki Sihotang/Editor Nurfahmi Budi
Published: 30/3/2023
Baca Juga:
- Deretan Fakta Menarik dari 102 Gol Lionel Messi Bersama Timnas Argentina
- GOAT! Lionel Messi Borong 4 Rekor Baru Bersama Timnas Argentina Usai Hattrick ke Gawang Curacao
- Rapor Pemain Timnas Indonesia saat Bermain Imbang Lawan Burundi: Lini Tengah Butuh Kreativitas Tamba
- 20 Pemain Berlabel Mahal di Premier League: MU Setor 2 Nama
- 5 Tim Berlabel Raja Gol dari Bola Mati di Premier League Musim Ini: Jangan Cari MU!
- Starting XI Arsenal saat Debut Mesut Ozil, Ada yang Masih Ingat?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Karir yang Baru untuk Ansu Fati
Liga Inggris 30 Maret 2023, 16:01
-
Ketika Ansu Fati Berseberangan dengan Ayahnya
Liga Spanyol 30 Maret 2023, 13:58
-
Jarang Dimainkan Xavi, Sang Ayah Ancam Bakal Bawa Pergi Ansu Fati
Liga Spanyol 29 Maret 2023, 18:10
LATEST UPDATE
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 12:58
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 1 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 21 Februari 2026, 12:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09























KOMENTAR