Barcelona Bangun Fondasi, Real Madrid Justru Kehilangan Arah

Barcelona Bangun Fondasi, Real Madrid Justru Kehilangan Arah
Pemain Real Madrid Vinicius Junior (kanan) beradu argumen dengan para pemain Barcelona pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Barcelona vs Madrid di Barcelona, Minggu, 10 Mei 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Dua tahun lalu, situasinya terasa sangat berbeda bagi dua raksasa Spanyol, Barcelona dan Real Madrid. Di penghujung musim 2023/2024, Madrid berpesta.

Gelar La Liga dan Liga Champions berhasil diamankan, sementara kedatangan Kylian Mbappe semakin memperkuat keyakinan bahwa Los Blancos sedang memasuki era dominasi baru di Eropa. Publik Santiago Bernabeu percaya mereka memiliki skuad nyaris sempurna untuk menguasai sepak bola dalam waktu lama.

Sebaliknya, Barcelona justru berada dalam situasi sulit. Musim tanpa trofi, pemecatan Xavi Hernandez, hingga masalah finansial yang membatasi aktivitas transfer membuat banyak pihak meragukan masa depan Blaugrana.

Dengan kondisi ekonomi yang belum stabil, Barcelona diperkirakan membutuhkan waktu panjang untuk kembali bersaing di level tertinggi.

Namun, dua tahun berselang, arah kedua klub berubah drastis.

1 dari 6 halaman

Barcelona Bangkit Lewat Perencanaan Matang

Dua pemain Barcelona, Gavi dan Lamine Yamal, merayakan kemenangan atas Real Madrid yang memastikan gelar juara La Liga/Liga Spanyol, 10 Mei 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Dua pemain Barcelona, Gavi dan Lamine Yamal, merayakan kemenangan atas Real Madrid yang memastikan gelar juara La Liga/Liga Spanyol, 10 Mei 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Barcelona perlahan membangun ulang fondasi tim tanpa banyak sorotan. Di tengah keterbatasan finansial, klub memilih memaksimalkan akademi La Masia sebagai solusi utama.

Hasilnya mulai terlihat lewat kemunculan pemain-pemain muda seperti Alejandro Balde, Gavi, dan Fermin Lopez. Setelah itu, muncul generasi baru yang lebih menjanjikan lewat nama-nama seperti Lamine Yamal, Pau Cubarsi, Marc Bernal, hingga Marc Casado.

Para pemain muda tersebut menjadi aset berharga dengan biaya nyaris nol, tetapi kini memiliki nilai pasar yang sangat tinggi. Strategi memaksimalkan pemain akademi terbukti menjadi keputusan vital di tengah keterbatasan keuangan klub.

2 dari 6 halaman

Transfer Tepat Sasaran Jadi Pembeda

Selebrasi Barcelona usai dipastikan menjadi juara La Liga 2025/2026. (c) AP Photo/Joan Monfort

Selebrasi Barcelona usai dipastikan menjadi juara La Liga 2025/2026. (c) AP Photo/Joan Monfort

Selain memanfaatkan talenta internal, Barcelona juga cukup cermat di bursa transfer. Direktur olahraga Deco dinilai berhasil menghadirkan pemain yang benar-benar sesuai kebutuhan tim.

Kedatangan Dani Olmo memberi warna baru di lini serang berkat karakter permainan yang cocok dengan filosofi Barcelona. Sementara itu, Joan García tampil solid di bawah mistar dan beberapa kali menjadi penyelamat tim dalam laga-laga penting.

Menariknya, investasi untuk kedua pemain tersebut tidak sampai menyentuh angka 75 juta euro. Efektivitas transfer inilah yang membuat Barcelona tetap kompetitif tanpa harus menghamburkan uang besar.

3 dari 6 halaman

Hansi Flick Ubah Mentalitas Tim

Pelatih Barcelona Hansi Flick diangkat oleh para pemainnya setelah memenangi laga La Liga/Liga Spanyol antara Barcelona vs Madrid yang memastikan mereka menjadi juara, Minggu, 10 Mei 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Pelatih Barcelona Hansi Flick diangkat oleh para pemainnya setelah memenangi laga La Liga/Liga Spanyol antara Barcelona vs Madrid yang memastikan mereka menjadi juara, Minggu, 10 Mei 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Keputusan menunjuk Hansi Flick sebagai pelatih juga menjadi titik balik penting. Pelatih asal Jerman itu dinilai cepat memahami dinamika ruang ganti Barcelona.

Flick berhasil membangun keseimbangan antara pemain muda dan senior, sekaligus menanamkan identitas permainan yang jelas. Ia memberi kepercayaan penuh kepada para talenta muda dan menciptakan atmosfer tim yang solid.

Hasilnya, Barcelona kini kembali menjadi tim yang kompetitif, stabil, dan memiliki masa depan cerah. Dalam dua tahun terakhir, Blaugrana berhasil mengoleksi lima trofi, termasuk dua gelar La Liga.

4 dari 6 halaman

Real Madrid Kehilangan Stabilitas

Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, dalam pertandingan La Liga melawan Barcelona, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, dalam pertandingan La Liga melawan Barcelona, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Di sisi lain, Real Madrid justru mengalami kemunduran yang perlahan mulai terlihat. Kepergian Toni Kroos dan Luka Modrić meninggalkan lubang besar, baik dari sisi kualitas permainan maupun kepemimpinan di ruang ganti.

Madrid memang mengeluarkan dana besar untuk merekrut pemain muda seperti Endrick, Dean Huijsen, Franco Mastantuono, hingga Álvaro Carreras. Namun, investasi besar tersebut belum memberikan dampak instan yang dibutuhkan klub sebesar Real Madrid.

Masalah lain muncul di kursi pelatih. Dalam dua musim terakhir, Madrid mengalami pergantian tiga pelatih. Musim terakhir Carlo Ancelotti dianggap menunjukkan tanda-tanda penurunan kontrol terhadap skuad.

Eksperimen bersama Xabi Alonso juga tidak berjalan sesuai harapan, sementara upaya Álvaro Arbeloa belum mampu memperbaiki situasi tim secara signifikan.

5 dari 6 halaman

Dari Tim Tak Terkalahkan Menjadi Proyek Penuh Tanda Tanya

Pemain Real Madrid, Aurelien Tchouameni, berebut bola dengan pemain Barcelona, Eric Garcia, dalam pertandingan La Liga, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Pemain Real Madrid, Aurelien Tchouameni, berebut bola dengan pemain Barcelona, Eric Garcia, dalam pertandingan La Liga, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Ketegangan internal mulai terlihat di tubuh Real Madrid. Perselisihan antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde disebut menjadi simbol retaknya harmoni skuad yang sebelumnya dianggap terbaik di Eropa.

Kini, Madrid menghadapi tantangan besar untuk membangun ulang tim. Klub yang dua tahun lalu diprediksi mendominasi Eropa justru berada dalam fase penuh ketidakpastian.

Sebaliknya, Barcelona membuktikan bahwa perencanaan matang, keberanian memberi ruang kepada pemain muda, dan kestabilan proyek jauh lebih penting dibanding sekadar belanja besar di bursa transfer.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL