Sevilla menjamu Barcelona di jornada 7 La Liga 2015/16, Sabtu (03/10). Pada laga sebelumnya, Sevilla dihajar Juventus 0-2 di Liga Champions, sedangkan Barcelona menang 2-1 atas Bayer Leverkusen di kompetisi yang sama. Saling bentrok di Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla sukses melukai Barca 2-1 dan memaksa sang juara bertahan pulang dengan tangan hampa.
Semua gol tercipta di babak kedua. Sevilla unggul 2-0 terlebih dahulu melalui Michael Krohn-Dehli dan Vicente Iborra. Dua gol itu tercipta itu dalam rentang waktu hanya enam menit. Barcelona, yang kembali tak diperkuat Lionel Messi yang cedera, hanya bisa menipiskan selisih skor lewat penalti Neymar.
Dengan 15 poin, Barcelona gagal ke puncak. Sementara itu, Sevilla memperbaiki posisi di papan tengah dengan delapan angka dari tujuh laga.
Sevilla tak diperkuat sejumlah pemain kuncinya. Adil Rami, Ever Banega, Gael Kakuta, Dani Carrico dan Nico Pareja masih absen dari skuat. Pelatih Unai Emery melakukan dua perubahan pada starting lineup dari ketika dikalahkan Juventus, yaitu Iborra dan Vitolo untuk Jose Antonio Reyes serta Yevhen Konoplyanka.
Sementara itu, Luis Enrique di kubu Barcelona memasang Munir El Haddadi di posisi Messi untuk menemani Luis Suarez dan Neymar. Claudio Bravo kembali mengawal gawang, menggantikan Marc-Andre ter Stegen.
Permainan di babak pertama berjalan cukup seimbang. Barcelona tak terlalu dominan dalam penguasaan bola. Kedua tim sama-sama memiliki sederet peluang untuk memecah kebuntuan. Ada setidaknya dua kesempatan Barcelona lewat Suarez dan Neymar yang cuma menerpa mistar Sevilla. Tak ada gol tercipta hingga jeda.
Setelah turun minum, Sevilla menggebrak dan mencetak dua gol dalam kurun waktu enam menit. Gol pembuka diciptakan oleh Krohn-Dehli menit 52 dengan diawali aksi Kevin Gameiro dalam mengacak-acak sektor kiri pertahanan Barcelona sebelum melepas crossing yang menjadi assist.
Di menit 58, Krohn-Dehli ganti berperan jadi perancang assist. Operan chip-nya ke jantung pertahanan dituntaskan Iborra dengan sundulan tipis usai lepas dari jebakan offside Barcelona.
Enrique langsung mengganti Jeremy Mathieu dan Munir dengan Dani Alves dan Sandro Ramirez. Barcelona kemudian coba mengejar lewat tembakan Neymar, tapi Sergio Rico masih sangat sigap di bawah mistar Sevilla.
Iborra dan Gameiro kemudian ditarik keluar. Skema Sevilla berubah dengan masuknya Reyes dan Fernando Llorente. Tak lama berselang, Sevilla justru dihukum penalti setelah Benoit Tremoulinas divonis handball di area terlarang. Neymar maju sebagai algojo dan menipiskan selisih skor jadi 1-2 pada menit 74.
Gol penalti Neymar memicu gelombang serangan Barcelona. Di sisa waktu yang ada, Barcelona mengurung wilayah pertahanan Sevilla. Suarez mendapatkan peluang, tapi kembali gagal oleh tiang gawang. Serangan Barcelona terus mengalir, tapi tetap tak sangguh meruntuhkan Sevilla yang bertahan dengan baik hingga peluit panjang dibunyikan.
Tanpa Messi, serangan Barcelona tak seganas biasanya. Luka di Pizjuan ini adalah salah satu buktinya.
Sevilla (4-2-3-1): Rico; Tremoulinas (kuning 73) (Mariano 89), Kolodziecjczak (kuning 33), Andreolli (kuning 22), Coke; N'Zonzi, Krychowiak (kuning 19); Krohn-Dehli, Iborra (Reyes 70), Vitolo; Gameiro (Llorente - kuning 75).
Barcelona (4-3-3): Bravo; Sergi Roberto, Pique, Mathieu (kuning 48) (Alves 60), Alba (kuning 60); Rakitic, Busquets (kuning 28), Mascherano; Munir (Sandro 60), Suarez, Neymar.
Statistik Sevilla - Barcelona
Ball possession: 37% - 63%
Shots: 12 - 28
Shots on target: 5 - 9
Kartu kuning: 5 - 3
Kartu merah: 0-0. (bola/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Pertandingan Sevilla vs Barcelona: Skor 2-1
Liga Spanyol 3 Oktober 2015, 23:02
-
Hasil Pertandingan Manchester City vs Newcastle: Skor 6-1
Liga Inggris 3 Oktober 2015, 22:59
-
Jamu Sriwijaya FC, Arema Cronus Tertahan
Bola Indonesia 3 Oktober 2015, 20:13
-
Hasil Pertandingan Liverpool vs Sion: Skor 1-1
Liga Eropa UEFA 2 Oktober 2015, 04:34
-
Hasil Pertandingan Atletico Madrid vs Benfica: Skor 1-2
Liga Champions 1 Oktober 2015, 04:28
LATEST UPDATE
-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
-
Nottm Forest Membangun Momentum, Liverpool Menjaga Posisi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:28
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR