Javier Tebas Tegas: Pembajakan Bukan Kebebasan, Ancaman Nyata bagi Masa Depan LALIGA

Javier Tebas Tegas: Pembajakan Bukan Kebebasan, Ancaman Nyata bagi Masa Depan LALIGA
Presiden LALIGA, Javier Tebas (c) Dok. LALIGA

Bola.net - LALIGA kembali menunjukkan sikap tegas dalam perang melawan pembajakan konten digital. Isu ini dinilai kian serius, terutama di era distribusi siaran olahraga berbasis media sosial.

Presiden LALIGA, Javier Tebas, menegaskan bahwa pembajakan bukan bagian dari kebebasan berekspresi. Aktivitas tersebut disebut sebagai kejahatan terorganisir yang merugikan industri olahraga secara sistemik.

Sikap LALIGA sejalan dengan pandangan para pemimpin industri teknologi global. Salah satunya datang dari CEO Akamai, Tom Leighton, yang menyoroti risiko keamanan siber dari pembajakan digital.

Bagi LALIGA, pembajakan bukan sekadar isu hak cipta. Dampaknya merambah pada keberlangsungan klub, lapangan kerja, hingga masa depan pengembangan sepak bola akar rumput.

1 dari 2 halaman

Pembajakan Digital dan Ancaman Keamanan Siber

Penyerang Real Madrid, Rodrygo saat melawan Atletico Madrid di Piala Super Spanyol 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Penyerang Real Madrid, Rodrygo saat melawan Atletico Madrid di Piala Super Spanyol 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

LALIGA menempatkan pembajakan digital sebagai ancaman keamanan siber yang serius. Praktik ilegal ini kerap disertai malware, penipuan, hingga pencurian data pengguna.

Javier Tebas menegaskan bahwa teknologi untuk menanggulangi pembajakan sebenarnya sudah tersedia. Tantangannya bukan pada aspek teknis, melainkan pada desain dan kemauan infrastruktur digital.

“Pembajakan juga merupakan masalah keamanan siber (malware, penipuan, dan pencurian kredensial). Teknologinya sudah ada untuk bertindak cepat tanpa mengorbankan kinerja maupun proses hukum. Pertanyaannya, apakah Anda merancang infrastruktur untuk mencegah kejahatan atau justru menutup mata,” ujar Javier Tebas lewat unggahan X.

Dalam konteks ini, Tebas bahkan menyebut @elonmusk sebagai simbol pentingnya keseriusan platform besar dalam memerangi pembajakan di dunia olahraga.

2 dari 2 halaman

Javier Tebas Singgung Tanggung Jawab Platform

Pemain Real Betis, Antony (ketiga dari kanan), merayakan gol bersama rekan-rekannya pada laga La Liga antara Real Betis vs Barcelona, 6 Desember 2025 (c) AP Photo/Manu Reino

Pemain Real Betis, Antony (ketiga dari kanan), merayakan gol bersama rekan-rekannya pada laga La Liga antara Real Betis vs Barcelona, 6 Desember 2025 (c) AP Photo/Manu Reino

LALIGA juga menyoroti persoalan persaingan tidak adil yang jarang dibahas. Di Spanyol, lebih dari 35 persen konten LALIGA yang dibajak masih beredar melalui infrastruktur tertentu.

Hal ini terjadi meski ribuan pemberitahuan resmi dan putusan pengadilan telah diterapkan. LALIGA menilai sebagian perantara teknologi masih enggan bertindak tegas.

Beberapa perusahaan berlindung di balik narasi kebebasan internet. Padahal, putusan hukum yang jelas telah ada di berbagai negara, termasuk Spanyol, Italia, dan Jepang.

“Jika pembajakan dibiarkan memiliki keunggulan bawaan ‘by design’, maka harga yang harus dibayar akan ditanggung oleh kreator, industri, lapangan kerja, dan pada akhirnya oleh konsumen yang taat hukum,” lanjut Javier Tebas di LinkedIn.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL