
Bola.net - Real Madrid menutup final Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana 2026 dengan kekalahan dari Barcelona. Namun, hasil itu tidak menggoyahkan posisi Xabi Alonso sebagai pelatih kepala.
Klub menilai kekalahan tersebut sebagai bagian dari proses evaluasi, bukan alasan untuk mengambil langkah ekstrem. Pendekatan yang diambil manajemen lebih mengarah pada analisis dan perbaikan.
Perasaan internal tim juga dinilai tidak berubah ke arah negatif. Oleh karena itu, kepercayaan terhadap proyek Xabi Alonso tetap terjaga.
Evaluasi Tanpa Kepanikan di Internal Real Madrid

Laporan media Spanyol menyatakan tidak ada ultimatum yang diberikan kepada Xabi Alonso pascalaga final. Atmosfer di klub lebih fokus pada pembelajaran dari pertandingan ketimbang mencari pihak yang harus bertanggung jawab.
Manajemen menilai performa di laga tersebut memperlihatkan fondasi yang bisa dikembangkan. Kekalahan dianggap membuka ruang peningkatan, bukan menandakan arah yang keliru.
Dalam pertandingan melawan Barcelona, Alonso melakukan penyesuaian taktik dibanding laga sebelumnya. Perubahan itu menghadirkan peningkatan pada fase-fase penting permainan.
Komitmen para pemain terhadap proyek pelatih juga kembali terlihat. Mereka menunjukkan kesiapan untuk bekerja maksimal meski kondisi fisik tim terbatas.
Dukungan Manajemen dan Presiden Real Madrid

Sebelum final, tim mencatat lima kemenangan beruntun yang mengembalikan rasa percaya diri. Hasil final memang menyakitkan, tetapi tidak menghapus progres dari periode tersebut.
Kritik eksternal sempat meningkat terkait hasil, cedera, dan kestabilan lini belakang. Namun, sikap klub berbeda dari narasi yang berkembang di luar.
Presiden Florentino Perez bahkan memberikan penegasan langsung kepada figur senior di internal klub. Ia mengatakan, “Dia akan bertahan dan dia akan membantu kita meraih gelar.”
Pernyataan tersebut mempertegas tidak adanya keraguan serius terhadap Alonso. Keyakinan itu juga menegaskan kesinambungan proyek jangka panjang.
Masalah Fisik Skuad Real Madrid dan Tantangan Ke Depan

Fokus utama saat ini tertuju pada kondisi fisik skuad. Cedera terus berulang dan hampir selalu muncul di setiap pertandingan.
Menghentikan siklus tersebut menjadi prioritas tertinggi. Tanpa perbaikan kebugaran, konsistensi performa akan sulit diraih.
Final Supercopa de Espana berlangsung ketat sejak awal. Barcelona akhirnya menang 3-2 di King Abdullah Sports City, Jeddah, Senin, 12 Januari 2026.
Raphinha mencetak dua gol, dengan satu di antaranya tercipta setelah bola membentur Raul Asensio dan mengecoh Thibaut Courtois. Real Madrid sempat dua kali menyamakan skor melalui Vinicius Junior dan Gonzalo Garcia.
Meski kalah, penampilan tim dinilai kompetitif dan penuh daya juang. Faktor konteks inilah yang menjadi dasar dukungan berkelanjutan kepada Xabi Alonso.
Dengan dukungan tersebut, Real Madrid kini mengarahkan pandangan ke fase berikutnya musim ini. Evaluasi detail diharapkan membawa perbaikan nyata dalam waktu dekat.
Sumber: Madrid Universal
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Beda Nasib Marcus Rashford dan Manchester United: Satu Baru Juara, Satunya Justru Tersingkir dari Piala FA
- Kesempurnaan Hansi Flick di Partai Puncak: 8 Final, 8 Menang, 8 Juara
- Blunder Pergantian dan Miskin Taktik: Biang Kerok Kekalahan Real Madrid di El Clasico?
- Barcelona Bungkam Real Madrid di Final Piala Super Spanyol, Lamine Yamal dkk. Langsung Joget TikTok
- Kylian Mbappe Cegah Pemain Real Madrid Beri Guard of Honour ke Barcelona Usai Final Piala Super Spanyol 2026
- 5 Pelajaran dari El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Final Piala Super Spanyol: Dominasi Blaugrana atas Sang Rival Abadi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Trofi Juara yang Terasa Indah buat Barcelona
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 20:49
-
Raphinha, Pembeda di Panggung Besar
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 20:41
-
Sedikit Rasa Pahit dari Kemenangan Manis Barcelona
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 20:30
-
Barcelona: Laga yang Dilewatkan Frenkie de Jong usai Kartu Merah di Final Supercopa
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 19:16
LATEST UPDATE
-
Ketika Ketajaman Lautaro Martinez Sama Sekali Tak Terlihat
Liga Italia 12 Januari 2026, 22:12
-
Inter di Puncak Klasemen, Tapi Tumpul Saat Big Match: Alarm Scudetto Mulai Berbunyi?
Liga Italia 12 Januari 2026, 22:06
-
Bek Inter Milan Tampil di Bawah Standar pada Laga Krusial
Liga Italia 12 Januari 2026, 22:03
-
AC Milan dan Pentingnya Fleksibilitas Taktik
Liga Italia 12 Januari 2026, 21:56
-
2 Fondasi Utama AC Milan Mulai Goyah
Liga Italia 12 Januari 2026, 21:44
-
Pep Guardiola Tak Bisa Tidur Jelang Duel Panas Newcastle vs Man City di Carabao Cup
Liga Inggris 12 Januari 2026, 21:13
-
Trofi Juara yang Terasa Indah buat Barcelona
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 20:49
-
Raphinha, Pembeda di Panggung Besar
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 20:41
-
Sedikit Rasa Pahit dari Kemenangan Manis Barcelona
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 20:30
-
Live Streaming Juventus vs Cremonese - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 12 Januari 2026, 19:45
-
Live Streaming Liverpool vs Barnsley - Link Nonton FA Cup/Piala FA di Vidio
Liga Inggris 12 Januari 2026, 19:45
-
Barcelona: Laga yang Dilewatkan Frenkie de Jong usai Kartu Merah di Final Supercopa
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 19:16
LATEST EDITORIAL
-
Warisan Terakhir Ruben Amorim: 4 Nama Target yang Masih Bisa Direkrut MU
Editorial 12 Januari 2026, 15:17
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55



















KOMENTAR