
Bola.net - Carlo Ancelotti merupakan salah satu pelatih yang memiliki pengaruh besar dalam karir peraih lima trofi Ballon d'Or, Cristiano Ronaldo. Keduanya pernah membawa Real Madrid juara Liga Champions di musim 2013/14.
Trofi bergengsi tersebut didapatkan pada musim perdana Ancelotti sejak didatangkan dari PSG. Sayangnya, ia tidak bertahan lama di Santiago Bernabeu. Real Madrid dengan terpaksa memecatnya di tahun 2015 lalu.
Sementara itu, karir Ronaldo di Real Madrid berlangsung lebih panjang. Pria berkebangsaan Portugal tersebut mendarat di Santiago Bernabeu pada tahun 2009, dan meninggalkannya sembilan musim kemudian untuk memperkuat Juventus.
Meski perjalanan keduanya berlangsung singkat, namun Ancelotti memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap karir Ronaldo. Ia merupakan sosok yang mengubah Ronaldo dari seorang winger menjadi penyerang sentral.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Cara Ancelotti Meyakinkan Ronaldo
Paul Clement, yang menjadi asisten pelatih bersama nahkoda Real Madrid sekarang, Zinedine Zidane, pada saat itu menjadi saksi kejeniusan Ancelotti. Ia masih mengingat jelas apa yang dikatakan Ancelotti kepada Ronaldo kala itu.
"Saat kami tiba di klub, dia [Ronaldo] sudah bermain sebagai No.9 namun Carlo memiliki rencana lain untuknya di musim 2013/14, bahwa dia akan menjadi striker penuh waktu agar dirinya tidak harus mengejar bek sayap lawan," kata Clement kepada Goal International.
"Dia berbicara kepada Carlo dan meminta dimainkan di sisi kiri, menusuk ke tengah, melepaskan tembakan, melakukan umpan silang dan menghasilkan operan kunci. Carlo hanya berkata: 'Penting buat anda untuk merasa nyaman, dan kami tidak ingin anda merasa tidak nyaman'," lanjutnya.
Cara Ancelotti Menangani Pemain Bintang
Pernyataan Ancelotti sendiri terdengar aneh. Pasalnya, ia tidak menyuruh Ronaldo secara tegas untuk mematuhi apa yang diinginkan. Namun kata Clement, begitulah cara pria berdarah Italia tersebut meyakinkan sang penyerang.
"Begitulah contoh bagaimana Carlo menangani pemain papan atas; dia tidak bersikap tegas dan berkata bahwa anda adalah seorang striker seakrang. Penting buat Ronaldo untuk merasa nyaman, sebab dia adalah pemenang dan itu bekerja dengan baik," tambahnya.
"Mereka tinggal menyesuaikan semuanya agar memastikan bahwa Ronaldo tidak perlu mengejar bek sayap, sehingga dia memainkan satu sistem secara menyerang dan lainnya secara bertahan. Saat bertahan, formasinya akan berubah jadi 4-4-2 di mana Ronaldo menjadi striker bersama Karim Benzema."
"Kemudian Angel Di Maria, yang berada di lini tengah, akan maju ke sisi kiri untuk menciptakan format empat. Itu adalah bentuk miring yang membuat Ronaldo bermain lebih maju," pungkas Clement.
(Goal International)
Baca Juga:
- Ronaldo, Messi dan Lewandowski Jadi Finalis The Best FIFA Men's Player 2020
- Menanti Barter Impian antara Cristiano Ronaldo dan Paul Pogba
- Bukan Lawan Barcelona, Ini 5 Aksi Terbaik Cristiano Ronaldo di Liga Champions
- Kesaksian Dimitar Berbatov: Latihan Bareng Cristiano Ronaldo Ibarat Perang!
- Kontroversial! Kakak Ronaldo Unggah Foto Messi Bertekuk Lutut di Hadapan CR7
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arthur Melo: Dibandingkan Messi, Ronaldo Lebih Suka Menolong
Liga Italia 12 Desember 2020, 23:00
-
AC Milan Bagus, Tapi Juventus yang Akan Menangkan Scudetto
Liga Italia 12 Desember 2020, 16:00
-
Banding Diterima, Alvaro Morata Bisa Turun di Laga Genoa vs Juventus
Liga Italia 12 Desember 2020, 13:00
-
Ketika Carlo Ancelotti Mengubah Cristiano Ronaldo dari Winger Menjadi Striker
Liga Spanyol 12 Desember 2020, 06:37
-
Arsenal Jadi Penyebab Van Persie Hijrah ke Manchester United dan Bukannya ke Juventus
Liga Inggris 12 Desember 2020, 03:20
LATEST UPDATE
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
-
Nottm Forest Membangun Momentum, Liverpool Menjaga Posisi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:28
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR