
Bola.net - Lamine Yamal dengan tegas membungkam kritik atas komentarnya usai final Copa del Rey, menyatakan bahwa para pencelanya tidak bisa berkata apa-apa selama Barcelona terus menang.
Gelandang muda berbakat itu menegaskan sikapnya dalam konferensi pers jelang leg pertama semifinal Liga Champions melawan Inter Milan pada Kamis, 1 Mei 2025 dini hari WIB nanti.
Pernyataannya sebelumnya—yang menyebut Real Madrid tidak mampu menangani Barca musim ini—menuai reaksi, dengan sebagian media menyebutnya arogan. Namun, Yamal justru menunjukkan mental baja dengan menantang Madrid dan pendukungnya untuk mengalahkan Barca di lapangan sebelum berkomentar.
Di usia yang masih sangat muda, Yamal sudah menunjukkan kematangan luar biasa. Ia mengaku tidak merasakan tekanan, melainkan justru motivasi besar setiap kali tampil di laga penting. Kemenangan 3-2 atas Madrid di final Copa del Rey menjadi bukti nyata kontribusinya bagi tim.
Yamal Tak Peduli Label Arogan dari Media
Ketika ditanya apakah ia terganggu dengan label arogan dari media, Yamal dengan percaya diri menjawab, "Selama saya menang, mereka tidak bisa berkata apa-apa. Kalau mereka mengalahkan saya, silakan." Pernyataan itu sekaligus menjadi tamparan bagi Madrid, yang sudah tiga kali kalah dari Barca musim ini.
Yamal juga menegaskan bahwa komentarnya bukan tanpa dasar. Barcelona memang dominan dalam pertemuan langsung dengan rival abadinya, termasuk dalam final Copa del Rey yang berlangsung dramatis. Kemenangan itu semakin memperkuat ambisi Barca meraih treble musim ini.
Dengan 14 gol dan 24 assist sepanjang 2024/2025, Yamal adalah salah satu pilar penting Barca. Performa konsistennya membuat kritik dari luar tidak lagi relevan, terutama ketika hasil di lapangan berbicara lebih keras.
Mental Baja dan Motivasi Tanpa Rasa Takut
Yamal mengaku tidak pernah merasa takut, bahkan di laga sebesar final Copa del Rey atau semifinal Liga Champions. "Saya tidak punya rasa takut, tapi ada motivasi dan rasa mulas di perut sebelum pertandingan," ujarnya. Ia menganggap perasaan itu justru positif, karena menunjukkan hasratnya untuk bersaing.
Pemain asal Mataro itu bahkan menyebut rasa takut sudah lama ia tinggalkan di lapangan kampung halamannya. "Saya tidak merasakan tekanan, melainkan kesempatan untuk menikmati momen seperti final Copa del Rey." Mentalitas itu yang membuatnya tetap fokus meski banyak sorotan negatif.
Dengan La Liga dan Liga Champions masih menjadi target, Yamal akan terus menjadi pemain kunci bagi Barca. Jika berhasil membawa timnya meraih treble, kritik dari luar hanya akan semakin kehilangan relevansinya.
Klasemen Liga Spanyol 2024/2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lamine Yamal Bungkam Kritik: Real Madrid Tak Mampu Lawan Barcelona Musim Ini
Liga Spanyol 30 April 2025, 06:36
-
Antonio Rudiger Jalani Operasi Lutut, Absen Bela Real Madrid
Liga Spanyol 30 April 2025, 06:16
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Paraguay vs Prancis 5 Juli 2026
Piala Dunia 3 Juli 2026, 20:54
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko 5 Juli 2026
Piala Dunia 3 Juli 2026, 20:49
-
Testimoni Cristiano Ronaldo untuk Luka Modric: Dia Legenda!
Piala Dunia 3 Juli 2026, 20:23
-
Rekap Transfer Persib Hari Ini: 3 Pemain Baru, 9 Resmi Dilepas
Bola Indonesia 3 Juli 2026, 20:12
-
RESMI: Real Madrid Bantah Rumor Transfer Enzo Fernandez dari Chelsea
Liga Spanyol 3 Juli 2026, 20:01
-
Granit Xhaka Pamer Levelnya di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 3 Juli 2026, 19:19
-
Mengintip Tren Social Run, Saat Lari Tak Lagi Sekadar Olahraga
Olahraga Lain-Lain 3 Juli 2026, 19:05
-
Akhir Perjalanan Riyad Mahrez Bersama Aljazair
Piala Dunia 3 Juli 2026, 18:08
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR