
Bola.net - Membela timnas Wales dan terlepas dari tekanan media-media Spanyol, Gareth Bale memutuskan untuk menyuarakan isi hatinya di Real Madrid. Bale menyajikan versinya sendiri tentang spekulasi yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Singkatnya, Bale merasa diperlakukan tidak adil dan disalahkan terkait musim bencana Madrid 2018/19 lalu. Mengutip Marca, dia merasa perlakuan itu tidak adil dan mengaku "tidak bahagia bermain di Madrid," tetapi tetap bermain sebagai profesional.
Tampaknya, Bale sudah melupakan bahwa musim lalu dia tidak benar-benar membantu Madrid. Bale hanya mencetak beberapa gol dan merasa tidak layak disalahkan.
Mengapa demikian? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Bale Sudah Lupa!
Menurut Marca, komentar Bale itu seakan-akan dia sudah melupakan jumlah pertandingan yang dia lewatkan musim lalu karena cedera kambuhan. Dia juga tak menyinggung penampilan buruknya pada beberapa laga besar Madrid.
Ketika Madrid tampil di bawah performa dan membutuhkan pemani bintang untuk memimpin tim, Bale justru menghilang. Madrid ditolong Vinicius Junior yang masih 18 tahun kala itu.
Juga, yang tak bisa dilupakan adalah satu kesempatan ketika Bale menolak pulang bersama bus skuad Madrid usai salah satu pertandingan tandang. Dia juga bungkam tentang keputusannya bermain golf ketika rekan-rekan setimnya memainkan laga pramusim melawan Tottenham Hotspur.
Yang paling fatal, Bale tidak mengatakan apa pun tentang komentar agennya, Jonathan Barnett yang menyerang Zinedine Zidane.
Keputusan Zidane
Zidane jelas punya alasan kuat mendorong kepergian Bale musim panas ini. Sebenarnya, kepergian Bale bisa terjadi lebih cepat. Dia pernah mengancam bakal meninggalkan Madrid karena hanya jadi pemain cadangan di final Liga Champions di Kiev.
Namun, kala itu, pengunduran diri Zidane dan kepergian Cristiano Ronaldo membuat Bale bahagia. Jadi dia menarik ancaman tersebut - yang ternyata justru jadi masalah.
Benar, Bale selalu menjadi pusat kritik. Dia juga dituntut tampil lebih baik daripada pemain Madrid lainnya. Namun, hal ini wajar untuk pemain dengan gaji tertinggi ketiga dalam skuad yang diharapkan jadi pemimpin usai kepergian Cristiano.
Penerus yang Gagal
Bale punya kesempatan luar biasa musim lalu. Dia diharapkan meneruskan jejak Ronaldo, peran yang tampaknya sudah lama dia inginkan - atau setidaknya yang diperjelas agennya, Jonathan Barnett dalam lima tahun terakhir: Bale bakal meraih Ballon d'Or.
Bale menghadapi tuntutan besar dari klub dan fans, sama seperti megabintang yang pernah bermain untuk Real Madrid. Sayangnya, sampai saat ini, Bale bahkan belum menjawab separuh tuntutan itu.
Ya, dia bisa mencetak gol di final Liga Champions dan di final Copa del Rey. Hanya itu, fans Madrid belum melihat kontribusi Bale secara konsisten.
Musim Penting
Kini, di musim 2019/20, Bale memulai perjalanan untuk membuktikan diri. Madrid sudah jelas berusaha melepasnya pada bursa transfer musim panas ini, dia hanya beruntung karena harga yang sangat tinggi.
Bale sudah terlalu banyak mendapat kesempatan, musim ini bisa jadi kesempatan terakhirnya. Bale harus membuktikan diri atau bersiap pergi.
Sumber: Marca
Baca ini juga ya!
- Eden Hazard Debut di La Liga Seusai Jeda Internasional?
- Bukan Real Madrid, Christian Eriksen Lebih Condong Gabung Manchester United
- Arsenal Bisa Permanenkan Ceballos Selama Zidane Masih di Real Madrid
- Ogah Kehilangan Barcelona dan Real Madrid, La Liga Menentang Gelaran Super League
- Sesumbar Presiden Gremio, Sebut Liverpool Lebih Mudah Dikalahkan Ketimbang Real Madrid
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Klub Paling Royal di Bursa Transfer 2019 (Premier League, La Liga, Serie A)
Liga Champions 7 September 2019, 21:00
-
Gareth Bale Akan Terus Mencetak Gol, Peringatan untuk Real Madrid?
Liga Spanyol 7 September 2019, 20:00
-
Senja Kala Skuad Real Madrid yang Diabaikan Zinedine Zidane
Liga Spanyol 7 September 2019, 19:00
-
10 Pemain Termahal di Bursa Transfer Musim Panas 2019
Liga Champions 7 September 2019, 18:30
-
Mengaku Tidak Bahagia di Real Madrid, Gareth Bale Mungkin Pura-Pura Lupa
Liga Spanyol 7 September 2019, 17:30
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR