
Bola.net - Vinicius Junior menjadi target aksi rasisme. Hal tersebut mendapat kecaman luas tentang bagaimana insiden ini ditangani, termasuk dari pemerintah Brasil hingga mantan pemain timnas Inggris, Micah Richards.
Kasus rasisme kemudian membuat Presiden La Liga, Javier Tebas, terlibat adu argumen dengan Vinicius. Melalui Tweet-nya pemain Real Madrid tersebut mengatakan bahwa La Liga yang dulunya milik Ronaldinho, Ronaldo, Cristiano, dan Messi kini menjadi 'milik rasis' dan 'di Brasil, Spanyol dikenal sebagai negara rasis'.
Tebas menjawab dengan mengatakan pemain 22 tahun tersebut dua kali tidak datang ke pertemuan untuk membahas apa yang "dapat dilakukannya dalam kasus rasisme", menambahkan: "Sebelum Anda mengkritik dan memfitnah La Liga, Anda perlu menginformasikan diri Anda dengan benar."
Hal itu kemudian dikomentari oleh mantan bek Manchester City dan Inggris, Micah Richards melalui BBC Radio 5 Live's Monday Night Club. "Javier [Tebas] telah mencoba menjadikan dirinya korban dalam semua ini, sungguh memalukan apa yang dia ungkapkan dalam pernyataannya," ujarnya.
"Itu membuat darah saya mendidih dan itu adalah bagian dari masalahnya. Ini bukan hanya masalah sepak bola, ini adalah kehidupan yang dilalui orang setiap hari," katanya.
Penyelesaian La Liga Tidak Berhasil
Los Blancos telah melaporkan pelecehan terhadap Vinicius ke kantor kejaksaan Spanyol sebagai kejahatan rasial. Jaksa Spanyol sekarang akan memutuskan apakah akan melanjutkan penyelidikan kriminal.
Richards mengatakan langkah-langkah untuk mencoba dan mengekang rasisme dalam permainan itu tidak berhasil.
"Orang-orang tidak cukup peduli dan itulah masalahnya," tambahnya. "Jika orang-orang peduli, mereka akan melakukan sesuatu untuk itu. Saya lelah harus berbicara tentang hal yang sama yang terjadi berulang kali."
"Kami sudah cukup berbicara. Orang-orang yang perlu mengatur diri mereka sendiri adalah orang-orang yang rasis. Sampai hukuman yang lebih keras diberikan, itu akan selalu sama. Jika Javier berpikir seperti itu, peluang apa yang kita miliki?"
Ini Bukan Sepak Bola, Itu Tidak Manusiawi

Dalam postingan media sosial baru pada hari Senin, Vinicius mencantumkan contoh pelecehan yang dia derita musim ini dan mengatakan itu bukan kasus yang terisolasi.
"Apa yang hilang untuk mengkriminalisasi orang-orang ini? Dan menghukum klub secara sportif? Mengapa sponsor tidak mengenakan biaya La Liga? Apakah televisi tidak repot-repot menyiarkan kebiadaban ini setiap akhir pekan?" dia berkata.
Dia menambahkan: "Masalahnya sangat serius, dan siaran pers tidak berfungsi lagi. Juga tidak menyalahkan saya untuk membenarkan tindakan kriminal. Ini bukan sepak bola, itu tidak manusiawi."
Mengomentari postingan di Instagram, manajer Burnley dan mantan bek Manchester City, Vincent Kompany menulis: "Hati saya berdarah saat melihat gambar-gambar ini."
"Begitu banyak yang telah ditanggung oleh ayah dan ibu kita, kakek dan nenek... dan perjuangan belum berakhir. Anak-anak kita tidak akan tumbuh di dunia di mana diskriminasi dan kebencian merajalela. Mereka akan tahu nilai mereka dan mereka tidak akan pernah tunduk hingga mereka yang memilih untuk mendiskriminasi, memisahkan, dan membenci. Vinicius, Kamu Tidak Sendirian. Kami berdiri bersama dan kami lebih kuat dari sebelumnya."
Sumber: BBC
Penulis: Etza Niki Thalita (Peserta Magang Merdeka)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Termasuk Vinicius Junior, 5 Pemain Bintang yang Jadi Korban Rasisme
Liga Spanyol 23 Mei 2023, 19:37
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis vs Maroko 10 Juli 2026
Piala Dunia 7 Juli 2026, 18:10
-
Belgia Sindir Donald Trump dan FIFA Usai Singkirkan Amerika Serikat
Piala Dunia 7 Juli 2026, 18:06
-
Amerika Serikat Kesulitan Mengimbangi Permainan Belgia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:40
-
Azzedine Ounahi, Bocah Casablanca yang Kini Jadi Harapan Maroko
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:29
-
Bagaimana Didier Deschamps Mengubah Wajah Prancis
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:23
-
Portugal Kini Menatap Masa Depan
Piala Dunia 7 Juli 2026, 16:23
-
Kekuatan Belgia Memang di Atas Amerika Serikat
Piala Dunia 7 Juli 2026, 15:37
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR