Polemik Messi ke Barcelona Memanas: Presiden La Liga Bantah Pernah Beri Lampu Hijau

Polemik Messi ke Barcelona Memanas: Presiden La Liga Bantah Pernah Beri Lampu Hijau
Lionel Messi saat membela Barcelona dalam pertandingan La Liga melawan Valladolid di Camp Nou, Selasa (29/10/2019). (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Kontroversi mengenai kegagalan kepulangan Lionel Messi ke Barcelona pada 2023 kembali mencuat. Polemik itu kini melibatkan sejumlah tokoh penting klub, termasuk mantan pelatih Xavi Hernandez dan presiden klub Joan Laporta.

Perdebatan memanas menjelang pemilihan presiden Barcelona. Dalam situasi tersebut, pernyataan dari berbagai pihak memunculkan versi berbeda mengenai alasan runtuhnya rencana kepulangan Messi setelah Piala Dunia 2022.

Presiden La Liga, Javier Tebas kemudian ikut angkat bicara. Ia secara tegas membantah klaim bahwa pihak liga pernah memberikan persetujuan bagi Barcelona untuk memfasilitasi transfer tersebut.

1 dari 3 halaman

Tebas Bantah La Liga Pernah Memberi Persetujuan

Penyerang Inter Miami, Lionel Messi (10), menggiring bola melewati gelandang Los Angeles FC, Mathieu Choiniere di laga MLS, 22 Februari 2026. (c) AP Photo/Jessie Alcheh

Penyerang Inter Miami, Lionel Messi (10), menggiring bola melewati gelandang Los Angeles FC, Mathieu Choiniere di laga MLS, 22 Februari 2026. (c) AP Photo/Jessie Alcheh

Berbicara dalam program Estudio Estadio di TVE, Tebas menanggapi langsung pernyataan yang sebelumnya disampaikan oleh Xavi dalam wawancara dengan La Vanguardia. Ia menegaskan bahwa La Liga tidak pernah memberikan lampu hijau bagi rencana kepulangan Messi ke Barcelona.

"Ini tidak benar. La Liga sama sekali tidak memberikan otorisasi apa pun dan tidak pernah memberikan persetujuan," ungkap Tebas.

Pernyataan tersebut secara langsung membantah narasi yang berkembang sebelumnya. Dalam versi yang disampaikan Xavi, proses administratif disebut telah mencapai tahap yang memungkinkan transfer tersebut terwujud.

Menurut Tebas, tidak ada dispensasi finansial yang diberikan kepada Barcelona untuk memfasilitasi kesepakatan tersebut. Dengan kata lain, liga tidak pernah menyetujui langkah yang disebut-sebut membuka jalan bagi kepulangan sang megabintang.

2 dari 3 halaman

Xavi Klaim Kesepakatan Hampir Terwujud

Aksi bintang Inter Miami, Lionel Messi saat tampil melawan LAFC di laga MLS, 22 Februari 2026. (c) AP Photo/Kyusung Gong

Aksi bintang Inter Miami, Lionel Messi saat tampil melawan LAFC di laga MLS, 22 Februari 2026. (c) AP Photo/Kyusung Gong

Kontroversi ini bermula dari pernyataan Xavi yang mengungkap bahwa rencana kepulangan Messi sebenarnya sudah sangat maju pada 2023. Ia menyebut komunikasi antara dirinya dan Messi berlangsung selama berbulan-bulan.

Dalam penuturannya, aspek olahraga dari rencana tersebut disebut hampir sepenuhnya disepakati pada musim semi 2023. Tujuannya adalah menghadirkan momen "last dance" bagi Messi bersama Barcelona di Catalunya.

Biar begitu, Xavi menuduh Laporta pada akhirnya menggagalkan transfer tersebut. Ia menilai presiden klub enggan mengambil risiko konflik internal dengan sang pemain asal Argentina.

Kegagalan rencana itu kemudian membuat Messi memilih melanjutkan karier di Major League Soccer bersama Inter Miami. Situasi tersebut disebut turut merusak hubungan pribadi antara dua mantan rekan setim tersebut.

3 dari 3 halaman

Laporta Balas Kritik dan Bela Keputusan Klub

Joan Laporta tidak tinggal diam menghadapi tuduhan tersebut. Dalam debat pemilihan presiden Barcelona baru-baru ini, ia membela keputusan manajemen sekaligus memberikan penilaian tajam terhadap masa kepelatihan Xavi.

Ia mengaku terkejut sekaligus terluka oleh pernyataan yang dilontarkan mantan pelatihnya itu.

"Dengan Xavi, saya melihat bahwa kami akan kalah, dan dengan Flick, saya melihat bahwa kami akan menang," tegas Laporta.

Laporta juga menegaskan bahwa kegagalan transfer Messi tidak berkaitan dengan persetujuan liga. Ia menyebut keputusan tersebut dipengaruhi faktor finansial serta kekhawatiran sang pemain terhadap tekanan besar yang mungkin muncul.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL