
Bola.net - Robert Lewandowski menjadi pusat perhatian setelah Barcelona menang 3-1 atas Atletico Madrid di Spotify Camp Nou, Rabu, 3 Desember 2025. Meski tampil dominan, kegagalan penalti Lewandowski menimbulkan tanda tanya besar mengenai efektivitas sang striker sebagai eksekutor utama tim.
Dalam laga La Liga 2025/26 tersebut, Barcelona sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Alex Baena pada menit ke-19. Akan tetapi, Blaugrana bangkit lewat gol Raphinha, Dani Olmo, dan Ferran Torres. Di balik kemenangan itu, kegagalan penalti Lewandowski tetap menjadi pembahasan penting.
Robert Lewandowski menyia-nyiakan kesempatan untuk membawa timnya unggul 2-1 di babak pertama setelah Dani Olmo dijatuhkan di kotak penalti. Tembakannya justru melambung tinggi, menambah rentetan penalti gagal sang striker musim ini dan menghadirkan pertanyaan baru bagi pelatih Hansi Flick.
Rekor Tak Diinginkan dan Dampaknya bagi Lewandowski

Lewandowski kini mencatat rekor yang tak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah La Liga. Menurut MisterChip, ia menjadi pemain Barcelona pertama yang gagal mengeksekusi dua penalti dalam satu musim kompetisi. Catatan tersebut tentu bukan sesuatu yang diinginkan oleh penyerang sekelas dirinya.
Kegagalan penalti kontra Atletico bukan yang pertama. Pada Oktober lalu, Lewandowski juga gagal mengeksekusi penalti saat Barcelona kalah 1-4 dari Sevilla. Seusai pertandingan tersebut, ia mengungkapkan perasaannya, mengakui bahwa kegagalan itu sedikit menyakitkan. Ungkapan itu mencerminkan tekanan yang kini semakin besar ia rasakan setiap kali berdiri di titik putih.
Secara performa, Lewandowski tetap berkontribusi penting bagi Barcelona. Namun, efektivitas seorang eksekutor penalti harus diukur dari konsistensi. Dua kegagalan dalam rentang waktu singkat menempatkan posisinya sebagai algojo utama dalam keraguan. Di sebuah klub yang menargetkan trofi, detail kecil seperti penalti dapat menentukan jalannya musim.
Saatnya Barcelona Memilih Algojo Baru?

Pertanyaan besar yang kini muncul adalah apakah Lewandowski masih layak menjadi eksekutor pertama Barcelona. Dalam situasi normal, pengalaman dan ketenangannya sudah cukup sebagai alasan. Namun, kondisi saat ini menuntut evaluasi objektif.
Barcelona memiliki dua kandidat kuat: Raphinha dan Lamine Yamal. Raphinha menunjukkan tingkat kepercayaan diri tinggi dan finishing yang stabil. Yamal, meski masih sangat muda, kerap menunjukkan kematangan luar biasa dalam momen-momen penting. Keduanya bisa menjadi alternatif untuk mengurangi tekanan yang kini menumpuk di pundak Lewandowski.
Di sisi lain, keputusan mengganti eksekutor tidak selalu mudah. Itu menyangkut psikologi pemain senior dan suasana ruang ganti. Namun, mengambil langkah ini bisa menjadi sinyal bahwa Barcelona mengutamakan efisiensi dan stabilitas di lini depan.
Kemenangan 3-1 atas Atletico memang menggembirakan bagi Blaugrana. Namun, kegagalan penalti Lewandowski membuka diskusi lebih besar tentang efektivitas dan kebutuhan perubahan. Dengan perjalanan musim masih panjang, keputusan Flick dalam beberapa pekan ke depan dapat memainkan peran krusial bagi perburuan gelar Barcelona.
Sumber: Barca Blaugranes
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Realitas Baru Marcus Rashford di Barcelona, Skenario Buruk untuk Manchester United
- Ferland Mendy Terpinggirkan: Cedera, Persaingan, dan Jalan Keluar dari Real Madrid yang Kian Terbuka
- Lautaro Martinez dan Transformasi Hidupnya: Pengakuan Jujur sang Kapten Inter Milan
- Lautaro Martinez: Sang Kapten yang Tak Pernah Setengah Hati untuk Inter Milan
- AC Milan Bangkit di Tangan Allegri: Transformasi 5 Bulan yang Mengubah Identitas Rossoneri
- Massimiliano Allegri Didenda dan Diskors: Imbas Drama Panas Milan vs Lazio di San Siro
- Aksi Heroik Leo Navacchio: Dari 'Triple Save' hingga Jadi Bintang BRI Super League
- Kisah Humanis Laura Woods: Detik Menegangkan di Laga Timnas Wanita Inggris yang Menggetarkan Hati Pemirsa
- Tudingan Nepotisme pada Robin van Persie: Debut Eredivisie sang Anak Tuai Pujian dan Kontroversi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Simak Jadwal La Liga Pekan ke-15 2025/26, Tayang Eksklusif di Vidio
Liga Spanyol 3 Desember 2025, 16:01
-
Realitas Baru Marcus Rashford di Barcelona, Skenario Buruk untuk Manchester United
Liga Spanyol 3 Desember 2025, 15:52
-
Meski Tampil Apik, Barcelona Bakal Pulangkan Marcus Rashford ke MU?
Liga Spanyol 3 Desember 2025, 11:49
LATEST UPDATE
-
Hasil Inter vs Pisa: Sempat Tertinggal Dua Gol, Nerazzurri Hancurkan Lawan 6-2
Liga Italia 24 Januari 2026, 07:56
-
Diterpa Masalah Cedera, Liverpool Justru Tenang di Bursa Transfer Januari 2026?
Liga Inggris 24 Januari 2026, 04:15
-
Peringatan Capello: 2 Laga Ini Bisa Tentukan Nasib Scudetto Milan
Liga Italia 24 Januari 2026, 03:47
-
Capello Buka Alasan Allegri Ogah Bahas Scudetto Meski AC Milan Tampil Solid
Liga Italia 24 Januari 2026, 01:19
-
Prediksi Roma vs Milan 26 Januari 2026
Liga Italia 23 Januari 2026, 23:29
-
Prediksi Juventus vs Napoli 26 Januari 2026
Liga Italia 23 Januari 2026, 23:08
-
Prediksi Arsenal vs Man United 25 Januari 2026
Liga Inggris 23 Januari 2026, 22:12
-
Proliga 2026: Kalahkan Medan Falcons, Livin Mandiri Raih Kemenangan Perdana
Voli 23 Januari 2026, 21:59
-
Prediksi Barcelona vs Oviedo 25 Januari 2026
Liga Spanyol 23 Januari 2026, 21:55
-
Prediksi Crystal Palace vs Chelsea 25 Januari 2026
Liga Inggris 23 Januari 2026, 20:48
-
Liverpool Mengintai, Thomas Frank Tegaskan Micky van de Ven Milik Tottenham
Liga Inggris 23 Januari 2026, 20:24
LATEST EDITORIAL
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06

























KOMENTAR