
Bola.net - Transformasi sebuah tim biasanya membutuhkan waktu panjang. Mengurangi pengaruh pelatih sebelumnya pun kerap menjadi proses bertahap. Akan tetapi, bagi Massimiliano Allegri dan AC Milan, perubahan besar itu justru terjadi jauh lebih cepat dari dugaan.
Hingga pekan ke-13 Serie A, Milan memimpin klasemen sementara dengan 28 poin. Jumlah itu sama dengan sang juara bertahan Napoli, tetapi Rossoneri unggul dalam selisih gol. Situasi ini menggambarkan betapa perubahan taktik dan mentalitas yang dibawa Allegri memberi efek instan terhadap performa tim.
Musim lalu, Milan tidak memiliki stabilitas yang diharapkan. Namun, kekurangan itulah yang disebut membantu Allegri mempercepat proses adaptasi. Entah karena reputasinya, karakter permainan yang cocok dengan skuad, atau momentum internal tim, transisi menuju pendekatan baru berlangsung mulus—dan yang terpenting, efektif.
Identitas Baru AC Milan: Allegri-Ball yang Mulai Mengakar

La Gazzetta dello Sport menulis bahwa tim Allegri kini sudah benar-benar mencerminkan sosok pelatihnya. Tidak ada masalah dalam membangun identitas baru, dan periode transisinya hampir tidak terasa. Dalam waktu lima bulan, para pemain sudah memahami dan menerapkan filosofi yang dikenal sebagai Allegri-ball.
Pendekatan ini khas dengan permainan yang mengutamakan transisi, serangan balik cepat, serta struktur defensif yang rapat. Identitas tersebut sebelumnya belum terlihat jelas di bawah dua pelatih sebelum Allegri. Skuad kini paham bahwa aspek bertahan menjadi fondasi. Allegri telah menegaskan bahwa bahan utama tim juara adalah pertahanan yang kuat, dan para pemain menunjukkannya di lapangan.
Menariknya, Allegri tidak melakukan perubahan besar pada lini belakang. Struktur pemain bertahan masih relatif sama dengan musim sebelumnya. Namun, unit defensif itu kini tampil jauh lebih solid, sebuah peningkatan yang tak bisa dilepaskan dari pendekatan baru sang pelatih. Ketelatenan, disiplin, dan organisasi permainan yang rapi menciptakan pertahanan yang terlihat lebih matang dan percaya diri.
Efektivitas di Atas Hiburan: Mentalitas AC Milan yang Berubah

Selain perubahan identitas permainan, skor akhir yang diraih Milan musim ini menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi. Akhir pekan lalu, Rossoneri mencatat kemenangan tipis atas Lazio—yang keenam musim ini—dengan margin satu gol. Allegri tidak mengejar permainan atraktif; ia mengejar kemenangan yang konsisten.
Filosofinya kembali pada motto lama: memenangkan pertandingan lebih penting daripada tampil memukau. Ini sejalan dengan konsep pengorbanan dan perjuangan yang ia tekankan. Pekerjaan harus dilakukan bersama, kolektif, dan penuh komitmen. Barulah hasil datang.
Milan bahkan belum menang dengan selisih dua gol atau lebih sejak September. Situasi ini mungkin bisa berbeda jika mereka lebih agresif, tetapi justru menjadi sinyal kuat pengaruh Allegri: fokus pada eksekusi, bukan estetika. Ia memastikan timnya menyelesaikan tugas, tanpa perlu drama berlebihan.
Dalam jangka pendek, pendekatan ini membawa stabilitas. Dalam jangka panjang, jika konsistensi terjaga, Milan berpotensi menjadi penantang utama gelar Serie A musim ini. Transformasi Allegri bukan sekadar perubahan taktik, tetapi perubahan cara berpikir, cara bertahan, dan cara menang. Sebuah proses yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun, kini terjadi hanya dalam lima bulan—dan hasilnya sudah terlihat.
Sumber: La Gazzetta dello Sport, Sempre Milan
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Massimiliano Allegri Didenda dan Diskors: Imbas Drama Panas Milan vs Lazio di San Siro
- Aksi Heroik Leo Navacchio: Dari 'Triple Save' hingga Jadi Bintang BRI Super League
- Kisah Humanis Laura Woods: Detik Menegangkan di Laga Timnas Wanita Inggris yang Menggetarkan Hati Pemirsa
- Tudingan Nepotisme pada Robin van Persie: Debut Eredivisie sang Anak Tuai Pujian dan Kontroversi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan Adalah Rumah yang Tepat Bagi Rafael Leao Saat Ini
Liga Italia 2 Desember 2025, 16:51
LATEST UPDATE
-
Raphinha Sepakati Kontrak Baru di Barcelona, Begini Detailnya!
Liga Spanyol 20 September 2026, 09:30
-
Mantap! Seraf Naro Siregar Persembahkan Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2026
Bola Indonesia 20 September 2026, 09:23
-
Manchester United Diprediksi Terpeleset Lagi di Kandang Fulham
Liga Inggris 20 September 2026, 09:00
-
Rodri Angkat Topi untuk Sevilla: Mereka Lawan Paling Menyusahkan untuk Barcelona Sejauh ini!
Liga Spanyol 20 September 2026, 08:30
-
Raphinha Cetak Hattrick Lagi, Hansi Flick: Gak Kaget Tuh!
Liga Spanyol 20 September 2026, 08:00
-
Roma Kena Comeback Inter, Gasperini: Hasil yang Adil!
Liga Italia 20 September 2026, 07:30
-
Comeback Lawan Roma, Chivu Puji Mental Baja Inter Milan
Liga Italia 20 September 2026, 07:00
-
Futsal Super Cup 2026: Bintang Timur Surabaya ke Final Usai Tekuk Cosmo JNE 3-1
Bola Indonesia 20 September 2026, 06:53
-
Unggul FC Malang ke Final Futsal Super Cup 2026, Singkirkan Pangsuma FC Lewat Adu Penalti
Bola Indonesia 20 September 2026, 06:42
-
Kalah 3-0 di Kandang Brighton, Arsenal Memang Bermain di Bawah Standard!
Liga Inggris 20 September 2026, 06:30
-
Dipermalukan Brighton, Mikel Arteta: Ini Pelajaran Berharga Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 September 2026, 06:00
-
Rapor Pemain Barcelona saat Comeback Lawan Sevilla: Raphina Maut, Yamal Ngeri!
Liga Spanyol 20 September 2026, 05:45
-
Ada Baleba, Michael Carrick Bawa 23 Pemain MU ke Kandang Fulham
Liga Inggris 20 September 2026, 05:30
-
BRI Region 13 Malang Serahkan Ambulans untuk Dukung Akses Kesehatan Warga Lumbang
News 20 September 2026, 05:21
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
























KOMENTAR