Gelandang Barcelona FC itu mengatakan bahwa Mourinho membuat Madrid bermain kasar ketika kalah oleh timnya. Madrid menjadi tim yang tak memegang nilai ketika dibesut oleh The Special One.
Lebih jauh Xavi mengatakan bahwa Barca tidak menjadi kasar ketika Madrid lebih baik dari mereka. Barca disebutnya memiliki nilai-nilai yang selalu dipegang teguh, bahkan ketika kalah.
"Kami tak membiarkan lapangan kami kering seperti ladang kentang. Kami tidak menendang lawan kami terus-terusan dan kami tidak berusaha memperkeruh suasana. Kami tidak melakukan semua itu ketika Madrid lebih baik dari kami. Kami menang, imbang, dan kalah tetapi selalu memegang prinsip kami," sindir Xavi.
Playmaker timnas SPanyol ini juga mengatakan bahwa Mou tidak meninggalkan warisan yang patut dikenang manis di Madrid. [initial]
Barca Minta Izin Messi Sebelum Beli Neymar
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSG Akan Gantikan Ancelotti Dengan Hiddink?
Liga Eropa Lain 9 Juni 2013, 21:35
-
Pellegrini Tuntut ManCity Boyong Di Maria
Liga Inggris 9 Juni 2013, 20:35
-
Mourinho: Tak Ada Pelatih Yang Melebihi Saya
Liga Inggris 9 Juni 2013, 19:31
-
EPL dan La Liga Tetap Jadi Pertimbangan Jovetic
Liga Inggris 9 Juni 2013, 19:08
-
Madrid Butuh Ronaldo Bukan Karena Messi
Liga Spanyol 9 Juni 2013, 18:15
LATEST UPDATE
-
Barcelona Siapkan Skenario Permanen untuk Joao Cancelo: Transfer Gratis Jadi Kunci?
Liga Spanyol 25 Februari 2026, 00:56
-
Ketenangan Senne Lammens Jadi Kunci Kemenangan Man United atas Everton
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:50
-
Benjamin Sesko Bongkar 'Rahasia' di Balik Ketajamannya Bersama Man United, Apa Itu?
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:17
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35





















KOMENTAR