5 Pelajaran dari Kekalahan Timnas Indonesia U-20 dari Iran: Start Horor, Peluang ke Piala Dunia U-20 Menipis?

Bola.net - Timnas Indonesia U-20 kalah dari Timnas Iran U-20 di pertandingan pertama grup C Piala Asia U-20 2025. Dari kekalahan ini ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik oleh Skuad Garuda.
Seperti yang sudah diketahui, Timnas Indonesia U-20 diberikan target besar di Piala Asia U-20 2025. PSSI menginginkan Garuda Muda setidaknya lolos hingga semifinal agar bisa tembus ke Piala Dunia U-20.
Itulah mengapa di pertandingan pertama grup C, anak asuh Indra Sjafri itu berupaya untuk meraih kemenangan. Namun menghadapi Iran yang notabene salah satu tim terbaik di Asia, Skuad Garuda tumbang dengan skor telak 3-0.
Dari pertandingan ini ada beberapa aspek yang perlu dievaluasi dan diperbaiki oleh Skuad Garuda. Apa saja itu?
Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Perbaiki Pertahanan Setpiece dan Duel Udara

Salah satu hal yang paling menonjol dari kekalahan Timnas Indonesia U-20 adalah masalah bertahan dari set piece dan bola-bola atas.
Tiga gol Iran semua terjadi dari proses yang kurang lebih mirip. Melalui sepak pojok dan umpan silang, mereka berhasil membobol gawang Ikram Al Ghiffari sebanyak tiga kali.
Dalam proses terciptanya tiga gol tersebut, para bek Timnas Indonesia U-20 terlihat seperti bengong dan tidak memberikan respon cepat. Mereka juga tidak menutup pemain Iran yang berada di kotak penalti dan hal ini perlu jadi perhatian khusus untuk pertandingan berikutnya.
Chemistry Kurang Apik

Satu aspek lain yang terlihat jelas di pertandingan ini adalah chemistry antar lini terlihat kurang bagus. Terutama di lini tengah dan lini serang.
Di dua lini ini, sering terjadi salah umpan. Sehingga aliran bola jadi terhenti.
Selain itu, para pemain sayap Timnas Indonesia juga terlihat sering mengandalkan aksi individu. Sehingga peluang yang mereka ciptakan jadi tidak maksimal.
Minim Kreativitas

Di pertandingan ini, masalah klasik Timnas Indonesia U-20 kambuh lagi. Yaitu masalah kreativitas.
Secara penguasaan bola, Timnas Indonesia sebenarnya tidak kalah terlalu jauh dari Iran. Namun Timnas Indonesia terlihat cukup buntu ketika menyerang.
Skuad Garuda terlalu mengandalkan kedua sisi sayap untuk menyerang. Ketika kedua sisi sayap tidak berfungsi dengan baik, Indra Sjafri seakan tidak punya rencana lain untuk membongkar pertahanan Iran.
Benahi Penyelesaian Akhir

Aspek lain yang perlu dibenahi oleh Indra Sjafri dari para pemain Timnas Indonesia adalah masalah penyelesaian akhir.
AFC merilis bahwa Indonesia melepaskan total 11 tembakan di laga ini. Namun hanya empat tembakan Indonesia yang tepat sasaran.
Salah dua peluang yang seharusnya bisa dimaksimalkan Timnas Indonesia adalah peluang Jens Raven dan peluang Ola. Jika penyelesaian akhir ini bisa dibenahi, Skuad Garuda bakal tampil lebih mengancam.
Kans Lolos Menipis

Satu fakta yang perlu disadari oleh Timnas Indonesia usai kalah dari Iran adalah peluang mereka untuk lolos ke babak perempat final telah mengecil.
Timnas Indonesia U-20 harus memenangkan dua pertandingan yang tersisa. Jika tidak, Indonesia dipastikan tidak lolos.
Di pertandingan kedua nanti, Indonesia akan berhadapan dengan Uzbekistan yang notabene juara bertahan. Jika kalah di laga ini, Indonesia hampir bisa dipastikan gagal lolos ke babak berikutnya.
Itulah mengapa Indra Sjafri perlu dengan segera membenahi kekurangan-kekurangan skuad Garuda agar mereka bisa mencuri kemenangan krusial melawan Uzbekistan di akhir pekan nanti.
Klasemen Grup C
Klasemen grup C Piala Asia U-20 2025 (c) AFC
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Mandiri U-20 Challenge Series, Timnas Indonesia U-20 vs Suriah U-20: Skor 0-2
Tim Nasional 27 Januari 2025, 21:23
-
Hasil Wolverhampton vs Arsenal: Skor 0-1
Liga Inggris 25 Januari 2025, 23:59
-
Siapa Pemain Serie A Paling Berharga Saat Ini?
Liga Italia 20 Januari 2025, 12:59
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Bournemouth vs Arsenal: Declan Rice
Liga Inggris 4 Januari 2026, 04:05
-
Prediksi Inter vs Bologna 5 Januari 2026
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:45
-
Juventus vs Lecce: Pemain Terbaik dan Terburuk di Allianz Stadium
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:37
-
Man of the Match Juventus vs Lecce: Wladimiro Falcone
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:27
-
Hasil Sassuolo vs Parma: Jay Idzes Gagal Bantu Neroverdi Raih Poin Penuh
Tim Nasional 4 Januari 2026, 01:13
-
Prediksi Man City vs Chelsea 5 Januari 2026
Liga Inggris 4 Januari 2026, 00:30
-
BRI Super League: Kuota Penonton Persik vs Persib Dibatasi
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 22:44
-
Prediksi BRI Super League, Bali United vs Arema FC 4 Januari 2026
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 22:31
-
Prediksi Real Madrid vs Real Betis 4 Januari 2026
Liga Spanyol 3 Januari 2026, 22:15
-
Prediksi Fulham vs Liverpool 4 Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 22:00
-
Prediksi BRI Super League, PSIM Yogyakarta vs Semen Padang 4 Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 21:35
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43

























KOMENTAR