
Bola.net - Tim Indonesia lolos ke babak delapan besar atau perempat final Homeless World Cup 2013. Mereka akan menghadapi Chile, juara grup C pada hari Sabtu (17/8) ini.
Indonesia melaju ke babak selanjutnya bersama juara Grup D, Rusia yang tidak pernah kalah dalam babak kualifikasi. Kepastian itu diperoleh setelah Indonesia memastikan sebagai runner up Grup D kualifikasi tahap II pada Homeless World Cup 2013 di Danau Malta, Poznan, Polandia, Jumat (16/8) malam.
Dalam pertandingan kualifikasi terakhirnya, Indonesia kalah adu penalti 7-8 dari tuan rumah Polandia. Pertandingan antara kedua tim berlangsung ketat. Polandia yang mengandalkan dukungan penonton dan tekanan fisik berhasil mematikan langkah pemain Indonesia. Dimas Saputra Ramadhan, Nico Pernando, Sendi, dan Ujang Yakub sempat unggul terlebih dahulu 1-0 dalam pertandingan itu. Gol itu diciptakan oleh Sendi. Kejar mengejar gol antara kedua tim berlangsung ketat. Indonesia masih unggul di penghujung babak pertama lewat gol Nico dan Dimas. Babak pertama ditutup dengan skor 3-2.
Memasuki babak kedua, Indonesia harus bermain dengan tiga pemain saja. Wasit memberikan kartu biru kepada Sendi yang dinilainya melakukan pelanggaran keras. Pemberian kartu ini menimbulkan reaksi dari sebagian penonton yang mendukung Indonesia. Dalam pertandingan yang disiarkan langsung melalui jaringan internet ini, tim Polandia berkali-kali mendorong dan menjatuhkan pemain Indonesia. Namun wasit sama sekali tidak menyatakan itu pelanggaran. Situasi itu bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Polandia. Mereka menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dan kemudian berbalik unggul 3-5 dalam waktu kurang dari dua menit.
Pelatih Indonesia, Bonsu Hasibuan lantas memasukkan Ahmad Faizin untuk menggantikan Sendi. Keputusan ini membuahkan hasil. Indonesia mulai memperkecil ketertinggalannya lewat sepakan Dimas dan akhirnya menyamakan kedudukan jadi 5-5 dari tendangan Ahmad Faizin. Karena kedudukan imbang hingga akhir laga, kedua tim harus menjalani adu penalti. Dalam drama penalti itu, pemain Polandia berhasil membobol gawang Indonesia hingga tiga kali, sementara pemain Indonesia hanya berhasil dua kali. Polandia menang dengan skor 7-8.
Meski Polandia menang, tim Indonesia masih berhak maju ke babak delapan besar karena raihan angkanya lebih besar daripada Polandia. Indonesia mengumpulkan 10 poin dari hasil tiga kali kemenangan dan satu kekalahan lewat adu penalti. Sementara Polandia hanya berhasil mengoleksi 8 poin saja dari hasil dua kali menang dan satu kemenangan lewat penalti.
Dalam Homeless World Cup, setiap tim yang menang mendapatkan tiga poin. Apabila mereka menang melalui adu penalti, maka tim yang menang mendapatkan tambahan dua poin dan tim yang kalah penalti mendapatkan satu poin. Setiap juara dan runner up grup berhak bertanding di tahapan Homeless World Cup. Sementara urutan tiga dan empat di grup akan melaju ke tahapan Polish President’s Cup. Untuk urutan lima dan enam juga ada piala lainnya.
Bonsu mengatakan, dirinya tidak memberikan target apa-apa kepada anak-anak asuhnya. Menurut dia, tim Indonesia lolos ke tahap Homeless World Cup atau babak delapan besar sudah memenuhi targetnya. "Sekarang tinggal mereka menikmati pertandingan melawan Chile," ujar dia.
Seperti diketahui Chile bersama Indonesia masuk dalam semifinal pada Homeless World Cup 2012 di Meksiko. Indonesia saat ini menjadi satu-satunya tim asal Asia yang masih bisa melaju di tingkat Homeless World Cup. Tim asal Asia lainnya, Korea Selatan, India, Hongkong, Kamboja, dan Filipina tidak ada yang menembus tingkat Homeless World Cup. Enam tim lainnya yang tembus ke babak perempat final adalah Brasil, Portugal, Meksiko, Bosnia Herzegovina, Rusia, dan Rumania. Pertandingan antara Indonesia dan Chile bakal berlangsung mulai pukul 15.20 waktu setempat. (hug/row)
Indonesia melaju ke babak selanjutnya bersama juara Grup D, Rusia yang tidak pernah kalah dalam babak kualifikasi. Kepastian itu diperoleh setelah Indonesia memastikan sebagai runner up Grup D kualifikasi tahap II pada Homeless World Cup 2013 di Danau Malta, Poznan, Polandia, Jumat (16/8) malam.
Dalam pertandingan kualifikasi terakhirnya, Indonesia kalah adu penalti 7-8 dari tuan rumah Polandia. Pertandingan antara kedua tim berlangsung ketat. Polandia yang mengandalkan dukungan penonton dan tekanan fisik berhasil mematikan langkah pemain Indonesia. Dimas Saputra Ramadhan, Nico Pernando, Sendi, dan Ujang Yakub sempat unggul terlebih dahulu 1-0 dalam pertandingan itu. Gol itu diciptakan oleh Sendi. Kejar mengejar gol antara kedua tim berlangsung ketat. Indonesia masih unggul di penghujung babak pertama lewat gol Nico dan Dimas. Babak pertama ditutup dengan skor 3-2.
Memasuki babak kedua, Indonesia harus bermain dengan tiga pemain saja. Wasit memberikan kartu biru kepada Sendi yang dinilainya melakukan pelanggaran keras. Pemberian kartu ini menimbulkan reaksi dari sebagian penonton yang mendukung Indonesia. Dalam pertandingan yang disiarkan langsung melalui jaringan internet ini, tim Polandia berkali-kali mendorong dan menjatuhkan pemain Indonesia. Namun wasit sama sekali tidak menyatakan itu pelanggaran. Situasi itu bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Polandia. Mereka menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dan kemudian berbalik unggul 3-5 dalam waktu kurang dari dua menit.
Pelatih Indonesia, Bonsu Hasibuan lantas memasukkan Ahmad Faizin untuk menggantikan Sendi. Keputusan ini membuahkan hasil. Indonesia mulai memperkecil ketertinggalannya lewat sepakan Dimas dan akhirnya menyamakan kedudukan jadi 5-5 dari tendangan Ahmad Faizin. Karena kedudukan imbang hingga akhir laga, kedua tim harus menjalani adu penalti. Dalam drama penalti itu, pemain Polandia berhasil membobol gawang Indonesia hingga tiga kali, sementara pemain Indonesia hanya berhasil dua kali. Polandia menang dengan skor 7-8.
Meski Polandia menang, tim Indonesia masih berhak maju ke babak delapan besar karena raihan angkanya lebih besar daripada Polandia. Indonesia mengumpulkan 10 poin dari hasil tiga kali kemenangan dan satu kekalahan lewat adu penalti. Sementara Polandia hanya berhasil mengoleksi 8 poin saja dari hasil dua kali menang dan satu kemenangan lewat penalti.
Dalam Homeless World Cup, setiap tim yang menang mendapatkan tiga poin. Apabila mereka menang melalui adu penalti, maka tim yang menang mendapatkan tambahan dua poin dan tim yang kalah penalti mendapatkan satu poin. Setiap juara dan runner up grup berhak bertanding di tahapan Homeless World Cup. Sementara urutan tiga dan empat di grup akan melaju ke tahapan Polish President’s Cup. Untuk urutan lima dan enam juga ada piala lainnya.
Bonsu mengatakan, dirinya tidak memberikan target apa-apa kepada anak-anak asuhnya. Menurut dia, tim Indonesia lolos ke tahap Homeless World Cup atau babak delapan besar sudah memenuhi targetnya. "Sekarang tinggal mereka menikmati pertandingan melawan Chile," ujar dia.
Seperti diketahui Chile bersama Indonesia masuk dalam semifinal pada Homeless World Cup 2012 di Meksiko. Indonesia saat ini menjadi satu-satunya tim asal Asia yang masih bisa melaju di tingkat Homeless World Cup. Tim asal Asia lainnya, Korea Selatan, India, Hongkong, Kamboja, dan Filipina tidak ada yang menembus tingkat Homeless World Cup. Enam tim lainnya yang tembus ke babak perempat final adalah Brasil, Portugal, Meksiko, Bosnia Herzegovina, Rusia, dan Rumania. Pertandingan antara Indonesia dan Chile bakal berlangsung mulai pukul 15.20 waktu setempat. (hug/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gagal ke Semifinal HWC 2013, Indonesia Bidik Posisi Lima
Tim Nasional 17 Agustus 2013, 22:24
-
Timnas U-19 Hanya Mampu Menang Tipis Atas Pra Pon Jatim
Tim Nasional 17 Agustus 2013, 19:15
-
Indonesia Hadapi Chile di Perempatfinal HWC 2013
Tim Nasional 17 Agustus 2013, 09:55
-
5 Pemain Naturalisasi Indonesia Ini Layu Sebelum Berkembang
Editorial 16 Agustus 2013, 22:05
-
Indonesia Satu Grup Dengan Malaysia di AFF U-19
Tim Nasional 16 Agustus 2013, 21:44
LATEST UPDATE
-
Vinicius Junior Bukan Satu-satunya Alasan Xabi Alonso Dipecat Real Madrid
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 10:20
-
Napoli Ingin Gabriel Jesus, tapi Ada Satu Syarat yang Harus Dipenuhi
Liga Italia 26 Agustus 2026, 09:57
-
3 Transfer yang Bisa Dikejar Real Madrid pada Pekan Terakhir
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 09:23
-
Rafael Leao Didekati Klub Premier League, Negosiasi Berlangsung
Liga Italia 26 Agustus 2026, 09:11
-
Chelsea Sepakat Jual Liam Delap ke Nottingham Forest
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 08:26
-
Prediksi Barcelona vs Bilbao 28 Agustus 2026
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 08:22
-
Cristiano Ronaldo Murka Ditarik Keluar, Al Nassr Comeback Dramatis di Markas Al Ettifaq
Asia 26 Agustus 2026, 07:42
-
Prediksi Chelsea vs Luton 28 Agustus 2026
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 07:28
-
Juventus Lepas Fabio Miretti ke Besiktas, Jalan Franck Kessie Terbuka
Liga Italia 26 Agustus 2026, 06:51
-
Tawaran Gaji Fantastis untuk Gabriel Martinelli di Al Hilal, Jauh di Atas Arsenal
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 06:23
-
Prediksi Starting XI Real Madrid Saat Ladeni Real Sociedad di Santiago Bernabeu
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 05:59
-
Savinho Resmi Gabung Tottenham dari Manchester City
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 05:51
-
Juventus Resmi Datangkan Kamil Grabara dari Wolfsburg
Liga Italia 26 Agustus 2026, 05:37
-
Erling Haaland Kini Berambut Cepak, Ada Makna Besar di Balik Perubahannya
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 05:29
LATEST EDITORIAL
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00

























KOMENTAR